Chapter 10: The Party
Di
depan gerbang sekolah
“Hmm,
karena aku tidak bisa menyembunyikan Cassandra dengan sihirku.... jadinya aku
rasa aku harus mengambil selembaran itu satu lagi untuknya.” Bisik Time
“Apa
kamu tau orang yang bernama Charlotte tuh yang mana?”
“Hmm.....
kalau tuan putri sih.... biasanya bakalan langsung ketauan kok dari kebiasannya
yang selalu dikelilingi oleh budak budaknya.” Ucap Kenko
“Budak?”
Tanya Time
Tet
tet te tet tet~
Tiba
tiba saja terdengar suara terompet yang di bunyikan oleh salah satu murid dari
depan gerbang
“Beri
jalan untuk tuan putri!” Teriak salah satu murid yang tadi membunyikan terompet
KYAAAAAAAAAAA!
Segerombolan
murid pun beramai ramai berlari ke arah depan pintu gerbang.
Tiba
tiba saja sebuah mobil limosin yang panjang pun melintas di depan pintu gerbang
dan ketika mobil tersebut berhenti...... ada salah satu murid yang berjalan ke
arah pintu dan menggelar karpet merah yang mengarah ke gedung sekolah.
Dan
ketika pintu mobil tersebut dibuka oleh salah satu murid yang ada disana.....
Seorang
perempuan berambut pink panjang pun keluar dan.....
“Kyaaaa~
Charlotte-sama!!!”
“Charlotte-sama!!!”
“Charlotte-sama!!!
Kau semakin cantik saja!!”
“Charlotte-sama!!!
Jadikanlah aku pacarmu!!!”
“Charlotte-sama!!!
Aku Mencintaimu!!!”
“Charlotte-sama!!!!
Jadikanlah aku pendampingmu suatu hari nanti!!!”
Sorak
para murid laki laki maupun perempuan yang berusaha menerobos dari para
bodyguard yang menghalanginya.
“Ohohohoho!
Teruslah, teruslah menguik seperti itu para babi babiku! Tunjukanlah jika ras kalian
lebih rendah dari pada diriku!” Ucap Charlotte
“Kyaaa!”
“HO!” Teriak para murid perempuan dan juga laki laki bersorak.
Time
yang melihat itu hanya bisa menatapnya jijik.
“Jadi
itu yang namanya.....” Ucap Time terputus begitu....
“Charlotte-sama!!!”
Teriak Kenko yang langsung berlari ke kerumunan gak jelas tersebut
“Kenapa
kau juga ikut ikutan hah!?” Omel Time
“(Sigh)
Dasar...”
Time
pun pada akhirnya berjalan menuju kerumunan tersebut. Dan berusaha melewati
kerumunan tersebut.
Dan
pada akhirnya ia berhasil melewati kerumunan tersebut dan mendapatkan barisan
terdepan.
“Um.....
Yo, Charlotte!” Ucap Time yang mencoba menyapanya
Semua
orang yang tadinya bersorak sorak pun tiba tiba menjadi terdiam begitu saja
seraya menengok kearah Time dengan memasang ekspresi kaget, begitu juga dengan
Charlotte.
“Dasar
kamu tidak sopan Time!!!”
“Apa
apaan tingkahmu yang barusan itu!!!?”
“Setidaknya
panggilah dia dengan sebutan tuan putri ataupun Charlotte-sama”
“Ketahuilah
tingkatanmu Time!!! Ia tidak setara denganmu!!”
“Dasar
tidak sopan!!! Kau pikir siapa dirimu!!”
Omel
para siswa siswi yang mencoba mendesak Time dengan mengerumuninya
“Emang,
dasar tidak sopan!!!” Ucap Kenko yang ikut ikutan
“Kenapa
kau malah ikut ikutan hah!?” Omel Time yang memukul kepala Kenko ke bawah
Alhasil,
Kenko pun tewas seketika itu juga.
“Tunggu.....!”
Ucap Charlotte yang mengangkat tangannya dan membuat para murid menjadi terdiam
“Berikan
jalan untuknya...”
Para
murid pun memberi jalan kepada Time dan ia pun kemudian berjalan mendekati
Charlotte
“Nee,
ada keperluan apa kau ingin menemuiku...? Babiku” Ucap Charlotte
“Siapa
yang kau sebut dengan babi hah!!!? Aku memiliki nama kau tau! Namaku Time!!!”
Amuk Time
“Dasar
tidak sopan!!!” “Ketahuilah tingkatanmu dasar bodoh!!!” Teriak para murid
tersebut
“BERISIK!!!”
Amuk Time
“Baik,
baik, terserah apa yang ingin kau katakan babiku...” Ucap Charlotte
“Jadi......
apa yang kau inginkan? Apa kau ingin uang? Emas? Tahta?”
“Owh,
owh, aku tau.... atau.... kau ingin...... tubuhku?”
“Kyaaaa~”
“Waaaaaaaah~” Teriak para murid tersebut
“BERISIK!!!”
Amuk Time
“Mau!!!”
Teriak Kenko yang bangun tiba tiba
Time
pun memukul Kenko tepat di wajahnya dan membuatnya tewas kembali.
“Ohohohoho!
Tentu saja kau menginginkan itukan!? Kalau begitu jadilah babiku dengan begitu
aku akan memberikan itu semua padaku. Nee, kau pasti maukan, babi?” Ucap
Charlotte
‘Cih,
tidak ada gunanya berbicara padanya. Lebih baik aku pergi saja dari sini,
daripada ia membuatku kesal terus’ Batin Time yang membelakangi Charlotte dan
kemudian mulai pergi
“A.....?!
Apa apaan tingkahmu itu yang barusan hah?!” Omel Charlotte yang kaget melihat
respon Time tersebut
“Tunggu!
Aku belum selesai bicara denganmu!”
“Kyaaaa!
Dasar tidak sopan!!” “Oi!!! Ketahuilah tempatmu!!!” Omel para murid
Time
pun menghiraukannya dan terus berjalan pergi
“Aku
berbicara padamu! Babi yang ada disana! Jangan mengabaikan perintahku dasar
babi!” Omel Charlotte
Time
pun kesal mendengar kata kata Charlotte tersebut
“Kau
benar benar ingin kubunuh ya hah!!!” Amuk Time yang meletakkan tinjunya kedepan
“Dasar
tidak sopaaaaan!!!” “Ingatlah statusmu woi!!!” Omel para murid
“BERISIK!!!”
Amuk Time
“A....!
Dasar tidak sopan! Apa apaan cara bicaramu seperti itu padaku!!? Seharusnya kau bersyukur karena aku
memperbolehkanmu berbicara denganku!” Ucap Charlotte
“Gak!
Makasih! Setelah aku tau kau orangnya seperti apa, aku jadi menyesal melakukan
ini semua!” Ucap Time kesal
“Dasar
babi! Ketahuilah tempatmu dasar bodoh!” Ucap Charlotte
“Berbicara
seperti itu sekali lagi, akan benar benar kubunuh kau!” Amuk Time
“Hina
sekali dia itu!!!” “Dasar manusia rendahan!!!” Omel para murid
“BERISIK!!!!”
Amuk Time
.
.
.
.
Sore
harinya
Time
pun pulang kerumahnya dan membuka pintu rumahnya.
“Aku
pulang~......” Ucap Time yang kelelahan
“Selamat
datang Time!” Ucap Cassandra yang menyambut Time
Time
yang awalnya kelelahan pun tiba tiba saja menjadi segar kembali begitu
melihat.....
Cassandra
memakai pakaian gaun berwarna biru langit dan juga sarung tangan yang
panjangnya mencapai atas sikutnya dan juga mahkota.
Bluuuuush....
Wajah
Time pun menjadi memerah.
“Ah!
Ngomong ngomong.... aku mencoba pakaian pesta yang kulihat di tv tadi.
Bagaimana menurutmu Time?” Ucap Cassandra
“Uh....”
Ucap Time yang melihat Cassandra dari atas sampai bawah dan kembali lagi
“....Aku
pikir.... itu cocok untukmu. Kamu terlihat semakin cantik memakai itu”
Time
pun menunduk seraya agak membuang mukanya dan menggaruk kepala belakangnya.
“(Blush)
E-ehehehe, terima kasih Time” Ucap Cassandra yang tersenyum
Suasana
pun hening sejenak
.
.
.
.
“Oh
ya, ngomong ngomong.... aku berhasil mendapatkan selembaran itu satu lagi” Ucap
Time seraya memberikan selembaran yang sudah lecek ke Cassandra
“Tapi,
maaf.... karena banyak yang terjadi hari ini, jadinya kertasnya sampai lecek
deh...”
-
- Flashback -
“Ohohohoho!
Jadi hanya itu yang kau inginkan?! Kalau begitu.....” Ucap Charlotte yang
kemudian menjentikan jarinya
Para
budak budaknya pun datang dan membawa selembaran yang setinggi gunung.
“Ambilah!
Ambilah sebanyak sebanyaknya! Aku yakin babi sepertimu tidak akan cukup
mengambil semua ini” Ucap Charlotte
“Gak,
satu aja cukup kok! Makasih!” Ucap Time kesal dan kemudian mengambil salah satu
selembaran di tengah tengah tumpukan tersebut
Alhasil,
tumpukan tersebut pun terjatuh dan mengubur Kenko yang tewas.
Time
pun berjalan pergi
“Apa
kau yakin hanya membutuhkan itu? Aku yakin babi sepertimu tidak akan cukup
dengan itu. Mungkin saja kau sebenarnya menginginkan tubuhku ini atau mungkin
saja uang? Tentu saja.... karena aku yakin kau adalah orang miskin terlebih
lagi jiwa babimu masih melekat di dirimu jadinya.....” Ucap Charlotte terputus
begitu Time menggenggam tangannya, membuat selembaran tersebut lecek dan.....
“KAU
BENAR BENAR INGIN MATI YA HAH!!! SINI KAU, SINI!!!” Amuk Time yang berlari
kearah Charlotte akan tetapi ia kembali mundur kebelakang begitu di dorong
Kenko yang bangkit dari kubur, menuju ke gedung sekolah
“Sabar
mas..... sabar...” Ucap Kenko
-
- Flashback End -
“Oh....
Ahahaha, tidak apa apa kok Time. Asalkan aku bisa selalu berada di sisimu, aku
pasti akan selalu senang kok.” Ucap Cassandra tersenyum
BLUUUUUSH....
Muka
mereka pun tiba tiba saja memerah
‘Eh?!’
Batin Time
“Eh......?!
A-anu....... ma,maksudku..... Aku ingin menyiapkan manaku terlebih dahulu...” Ucap
Cassandra yang mulai salting seraya berjalan ke arah dapur
‘Oh
ya, benar juga... aku harus bersiap siap juga’ Batin Time yang langsung pergi
ke kamarnya dan berganti baju.
.
.
.
.
Malam
harinya, sesampainya Time, Kenko dan Cassandra di rumah Charlotte...
Mereka
pun di kejutkan oleh rumah Charlotte yang begitu besar dan mempunyai halaman
yang sangat luas bahkan bisa menampung seluruh murid yang ada di sekolah
sekalipun.
Terlihat
di halaman rumahnya tersebut, terdapat meja meja yang menyediakan berbagai
macam makanan dan minuman dan juga di atasnya terdapat lampion lampion yang di
gantung oleh tali untuk menerangi seisi halaman. Selain itu orang orang pun
sudah berdatangan satu persatu mengisi halaman rumah tersebut dan pada akhirnya
halaman tersebut pun penuh begitu saja.
‘Wew,
besarnya..... aku jadi mengerti kenapa si Charlotte itu sifatnya seperti itu’
Batin Time
“Mantap!
Bakalan bisa habis habisan nih, nanti” Ucap Kenko yang menggosok kedua
tangannya karena melihat itu semua.
“Ingatlah
tujuan kita disini.... kita kesini bukan untuk makan, tapi untuk menyelamatkan
mereka semua tau!” Omel Time
“Iya,
iya.... tenang saja....” Ucap Kenko
Mereka
semua pun mulai masuk dan mulai menelusuri halaman tersebut.
Setelah
beberapa lama menulusuri dan melewati ramainya halaman tersebut.
.
“Apa
kamu merasakan tanda tanda adanya servant Cassandra?” Tanya Time
Cassandra
pun hanya menggeleng
“Maaf,
dari tadi aku tidak merasakan apapun Time” Ucap Cassandra
“Bagaimana
denganmu Archermu Kenko?” Tanya Time
Kenko
pun tidak menjawab apa apa
“Kenko?”
Ucap Time yang kemudian berbalik dan.....
Kenko
pun menghilang begitu saja
“KENKO!!!”
Amuk Time
Sementara
itu di sisi lain halaman, Kenko pun dengan asyik memakan makanan yang tersedia
disana dan sampai lupa oleh misinya tersebut.
“Orang
itu......” Ucap Time kesal seraya meletakkan genggaman tinjunya kedepan
“!!!....
Time, sebaiknya kita mempercepat apa yang menjadi tujuan kita pada saat ini.
Karena.... aku merasakan kejadian itu akan datang sebentar lagi” Ucap Cassandra
“......Benarkah?!
Kalau begitu....” Ucap Time yang memegang tangan Cassandra
“Huwaaa!
T-T-Time.....!” Ucap Cassandra yang terkejut seraya mukanya memerah
“Tidak
baik jika kita berpisah pisah seperti ini. Apalagi si bodoh itu..... dia benar
benar membuatku kesal saja....! Maka dari itu, tetaplah berpegangan padaku
Cassandra, supaya kita tidak berpencar seperti tadi” Ucap Time
Cassandra
pun hanya bisa mengangguk.
Time
dan Cassandra pun mulai berjalan lagi. Cassandra yang tangannya di pegang oleh
Time pun hanya bisa tertunduk seraya meletakkan tangan yang satunya lagi di
dadanya.
‘Hangat......
Entah kenapa ketika Time menggenggam tanganku, tanganku menjadi hangat. Aku....
belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya. Apa benar.... kalau aku
sebenarnya........’ Batin Cassandra yang mencoba melihat kearah Time
“Yo,
Tigrerly!”
Tiba
tiba saja susana pun pecah begitu ada seseorang yang memanggil Time dan ia pun
langsung melepaskan genggamannya.
“Oh?!
Yo, Gintoki! Ryu!..... Kalian juga datangkah?” Ucap Time
Gintoki
dan Ryu pun menghampiri Time
“Iyalah,
masa ada pesta sebesar ini malahan kagak datang. Apalagi acara makan makannya
yang manteb” Ucap Gintoki
“Waduh,
waduh, romantisnya.... siapa nih? Pacar barumu ya?” Tanya Ryu
“Bukan
kok.......” Ucap Time dingin yang entah kenapa perkataan itu terasa seperti
menusuk Cassandra
“Ah~.....
jangan gitulah.... itu buktinya... sampai pegangan tangan erat banget” Goda Ryu
“Ngaku
aja udah, dia itu pacarmukan? PJ-nya dong, PJ.... pajak jadiannya...”
“Berisik!”
Omel Time
“Hayo
ngaku aja udah, itu pacar barumu kan? Nanti makan makan lagi lah habis ini...”
Ucap Gintoki
“Kalian
semua ingin kubunuh ya......?” Ucap Time jengkel
“Wahahahahaha!”
Mereka
pun tertawa bersama sama.
Time
pun pada akhirnya mengobrol bersama mereka dan pada akhirnya tertawa lagi
bersama sama dan seperti itu terus. Sampai....
“!!!........(Gasp)!”
Reaksi Cassandra yang mendengar sesuatu
“Time!
Kita harus cepat cepat pergi dari sini!” Ucap Cassandra
Akan
tetapi Time menghiraukannya dan terus mengobrol dan tertawa bersama mereka.
“Time....!”
Ucap Cassandra yang mengguncang guncangkan lengan kiri Time
Time
pun menengok ke arah Cassandra
“!?.....
Sebentar ya Cassandra, sebentar lagi aku pasti akan selesai kok” Ucap Time yang
kemudian melanjutkan mengobrol lagi
“Ta-tapi
Time....!” Ucap Cassandra yang memasang ekspresi panik
Time
pun menghiraukannya lagi dan terus saja mengobrol bersama temannya. Cassandra yang
memasang ekspresi panik mulai melihat lihat di sekelilingnya.
“Time!
Jika kita tidak cepat cepat maka....” Ucap Cassandra yang di hiraukan lagi oleh
Time.
Time
masih saja terus mengobrol dan tertawa lagi. Melihat hal itu Cassandra pun
hanya bisa kaget dan terdiam begitu saja
“Ke-kenapa
kamu......” Ucap Cassandra shock melihat itu semua
“.......Padahal
waktu itu kamu....”
Cassandra
pun mengingat kata kata Time.
“Kalau memang seperti itu......
Biarkan aku, menjadi satu satunya orang yang percaya dengan apa yang kamu
katakan, Cassandra!”
“Aku adalah mastermu, Cassandra!
Sebagai seorang master aku harus mempercayai servantku sendiri, bagaimanapun
juga”
“Aku akan terus mencoba untuk
mempercayaimu, bagaimana pun caranya. Karena...... kamu adalah temanku, Cassandra.”
Cassandra
pun mulai tertunduk seraya terisak isak dan kemudian ia pun mengeluarkan air
matanya.
“!!!.....
Oi, Time....” Ucap Ryu yang menunjuk nunjuk kerah Cassandra memberi kode
Time
pun menengok kebelakang dan kaget melihat Cassandra seperti itu
“Whoaaa!
A-ada apa Cassandra? Ma-maaf bukan maksudku untuk mengabaikanmu. Hanya saja
tadi aku sedang.......” Ucap Time terputus
Ryu
pun menyenggol-nyenggol lengannya Gintoki memberi isyarat untuk pergi karena
gak enak kalau mengganggu mereka berdua lagi.
“Ya
udah, kalau gitu kita mau kesana dulu ya. Kalau mau, nanti gabung aja sama kita
ya” Ucap Gintoki yang kemudian pergi bersama Ryu
“H-hei....
sudahlah, Cassandra..... maafkan a....” Ucap Time terputus dan ingin memegang
pipi sebelah kiri Cassandra
Cassandra
pun menampar keluar tangan Time tersebut
“Seharusnya
aku tau.....” Ucap Cassandra seraya terisak isak
“Huh?!”
Ucap Time kebingungan
“Seharusnya
aku tau kalau hal ini terjadi, tapi..... aku memang salah karena telah memilih
pada pilihan egoisku ini........ aku.....” Ucap Cassandra
“Cassandra?
Apa yang kau....?” Ucap Time kebingungan
Cassandra
pun menatap Time dengan wajah bersimbah air mata
“.....SEHARUSNYA
AKU TAU. SAMPAI AKHIR PUN, TIDAK AKAN ADA SATU ORANG PUN YANG PERCAYA DENGAN
APA YANG KUKATAKAN. WALAU OLEH KELUARGA DAN ORANG ORANG TERDEKATKU SEKALIPUN!!!”
Teriak Cassandra yang langsung berlari kearah luar halaman rumah, meninggalkan
Time seraya menangis
“.......Ca-Cassandra.....
Cassandra!” Teriak Time yang mengejarnya.
Mereka
pun pada akhirnya berlari melewati Kenko dan Kenko yang melihat hal itu pun
hanya bisa kebingungan.
‘Hmph.
Sudah waktunya master, sepertinya Caster mencoba memberi isyarat bahwa servant
itu sudah mulai menyerang. Walau dengan melakukan adegan pertengkaran seorang
kekasih’ Batin Archer
‘Alig.
Okay, kalau begitu, ayo kita juga mulai bergerak’ Batin Kenko yang berlari
seraya membawa makanan setinggi gunung.
.
Tet
tet tet tet tet~
Setelah
mereka pergi keluar pun tiba tiba saja terdengar suara terompet yang di
bunyikan oleh seorang murid diatas balkon
“Hadirin
dan teman teman sekalian, saya selaku pembawa acara malam hari ini, berterima
kasih karena sudah datang di pesta ulang tahun yang meriah ini. Karena kita
sudah memasuki acara, maka langsung saja.... kita sambut. Seseorang yang sedang
berulang tahun dan juga bintang utama kita pada malam hari ini. Sang.... tuan
putri!” Ucap murid tersebut
WOOOOHOOOOOOO!!!
Teriak
semua orang dengan meriah
“Ohohohoho!
Terima kasih....! Terima kasih babi babiku, karena kalian telah datang ke pesta
ulang tahunku ini! Aku benar benar mengucapkan terima kasih kepada kalian semua!”
Ucap Charlotte
“Nah,
sekarang.... semuanya, mari kita meriahkan pesta ini bersama sama! Bersulang!”
Ucap Charlotte
“Bersulang!”
Teriak semua orang bersorak kembali
“Oh
ya, satu lagi, karena kalian semua sudah datang kesini, jadi.... sebagai ucapan
terima kasihku.... maka, aku akan memberikan sesuatu untuk kalian semua!” Ucap
Charlotte yang kemudian di beri sorakan kembali oleh semua orang
‘(Menyeringai)
Lakukanlah.....’ Batin Charlotte
.
Sementara
itu di kejauhan, letaknya di dalam hutan
Terdapat
seorang perempuan berambut putih di ikat dua yang memakai baju samurai coklat dan
memakai caping* sedang berlutut di atas dahan pohon
(*Caping
= Sejenis topi berbentuk kerucut yang
umumnya terbuat dari anyaman bambu)
“Di
mengerti...” Ucap perempuan tersebut
Perempuan
tersebut kemudian meletakan tangannya beberapa senti di depan wajahnya dan
membentuk dua jari seperti ninja dan.....
“Teknik
rahasia........ Bakemono-jutsu” Ucap perempuan tersebut dan.....
BLAR!!!
To
Be Continue............