Chapter 4: The
Unexpected Attack
Berserker
tiba tiba saja muncul dibelakangnya Time begitu saja dan mulai mengayunkan
tombaknya
“(Gasp)!
Time!” Teriak Cassandra yang terkejut seraya melihat kebelakang
Berserker
pun mengayunkan tombaknya dan itu pun membuat Time menutup matanya
“Woaaaaah!”
Teriak Time
.
DAR!
Bunyi
tembakan pun tiba tiba saja terdengar entah darimana. Dan itu pun membuat
seluruh orang yang berada ditaman terkejut begitu saja.
Akan
tetapi, hal tersebut membuat Berserker agak mencondongkan badannya kebelekang
dan tidak jadi melancarkan serangannya tersebut, karena.......
Tembakan
tersebut ternyata mengarah kearahnya.
Berserker
pun menengok kearah tembakan tersebut berasal.
DAR!
Sekali
lagi, suara tembakan pun terdengar dan itu pun membuat Berserker melompat
mundur, menghindarinya.
Dan
kali ini orang tersebut menembaki Berserker secara beruntun dan membuat
Berserker berlari kesamping untuk menghindarinya.
Akan
tetapi, semakin lama Berserker berlari semakin melingkar dan pada akhirnya ia
berlari tepat mengarah ke arah suara tembakan tersebut berasal.
Berserker
pun mulai melompat sangat tinggi, kearah suara tembakan berasal dan.....
DUAR!
Tiba
tiba saja, dari atas langit muncul sebuah petir tepat diatas Berserker melompat sekarang
Melihat
hal tersebut, Berserker pun menghadap keatas dan langsung memutar tombaknya
lalu melemparkannya keatas dan...... secara mengejutkan petir tersebut terbelah
menjadi dua dan tidak jadi menyambarnya.
Tombak
tersebut kembali padanya, lalu ia pun menengok kearah Cassandra dan mulai
menghadap kearahnya dan melempar tombak kearahnya.
“Awas!”
Teriak Time.
.
TRANG!
Tombak
Berserker pun terpental kesamping Cassandra akibat Saber yang tiba tiba saja
muncul didepan Cassandra dan menahan serangan tersebut.
“Ano~.
Terima kasih ya” Ucap Cassandra tersenyum
Saber
pun hanya bisa membalasnya dengan tersenyum tipis.
Tidak
sampai disitu saja, Berserker pun langsung mendarat kebawah dan berlari sangat
cepat kearah mereka berdua.
Saber
pun menatap tajam Berserker.
“Saber!
Berhati hatilah!” Ucap Ashley
“Ya.
Aku mengerti, master” Ucap Saber
Saber
pun langsung meluncur kearah Berserker dan mengayunkan pedangnya.
Dengan cepat Berserker pun menghindarinya dengan langsung mundur kebelakang beberapa meter.
Tidak sampai disitu, Saber pun langsung meluncur kearahnya lagi dan menyerang Berserker dengan beberapa ayunan
pedangnya.
Akan
tetapi Berserker dengan cepat menghindari setiap serangan yang ia lancarkan.
‘Cepatnya!’
Batin Saber
Tanpa
sadar Berserker pun tiba tiba saja langsung meluncur dengan sangat cepat dan
muncul disamping Cassandra
Ia
pun langsung mengambil tombaknya yang terpental keudara dan bersiap siap
mengayunkannya ke arah Cassandra.
DAR!
Berserker pun langsung mundur beberapa meter karena... tiba tiba saja muncul hujan
peluru yang tepat diatasnya.
Tidak
sampai disitu, tiba tiba saja muncul gelombang tebasan yang maju kearah
Berserker dan membuatnya menghindarinya dengan menghadapkan badannya kekanan.
“HAAAAAAAA!”
Teriak Saber yang langsung
menghantamkan serangannya dari udara.
TRANG!
Berserker
pun menahan serangannya tersebut.
“GRAAAAAAAAAAAAGH!!!!”
Raung Berserker
Dan
dengan sekuat tenaga, Berserker pun mengayunkan tombaknya keatas dan membuat
Saber terpental keatas.
Tidak
sampai disitu, Berserker langsung muncul diatas Saber yang sedang terpental dan
langsung mengayunkan tombaknya kebawah dan membuat Saber terjatuh, menghantam
tanah cukup keras.
“Saber!”
Teriak Ashley
Saber
pun masih bisa berdiri dan pandangannya tiba tiba tertuju keatas, begitu ia
melihat Berserker langsung berputar diudara dan menghantamkan tombaknya
kebawah.
BUM!
Saber
pun menahan serangan Berserker tersebut sedangkan Berserker yang sedang memperkuat kuda kudanya, berusaha untuk menghancurkan pertahanan tersebut
DAR!
Berserker
pun menghindari tembakan tersebut dengan agak memundurkan badannya.
Melihat
hal tersebut, Saber memanfaatkan peluang tersebut dengan langsung mengayunkan
pedangnya sekuat tenaga. Dan membuat Berserker membuka celah cukup besar.
Saber
pun langsung menyerangnya dengan pedangnya dan membuat beberapa manuver.
Seperti
awal, Berserker masih saja bisa menghindari seluruh serangan tersebut dan pada
akhirnya Berserker pun mundur beberapa meter.
“Bersinarlah!
Wahai pedangku!” Ucap Saber yang membuat kuda kuda dan mengesampingkan pedangnya
Tidak
lama setelah itu muncul gelombang angin disekelilingnya dan pedangnya pun tiba
tiba saja bersinar.
Saber
pun menatap Berserker dengan tajam dan langsung mengayunkan pedangnya kesamping
dan membuat gelombang tebasan yang melaju kearah Berserker.
Melihat
hal itu, Berserker langsung mengayunkan tombaknya keatas dan membuat serangan
mereka teradu.
Dari
aduan tersebut, muncul gelombang angin yang cukup kuat disekitar taman tersebut
dan membuat seluruh pohon yang berada disitu bergerak.
Berserker
pun masih menahan serangan tersebut sampai.......
“...........GRAAAAAAAAAAAAGH!!!!!!!”
Raung Berserker yang langsung mengayunkan tombaknya keatas dengan sekuat tenaga dan membuat gelombang yang
dilancarkan Saber tidak jadi mengenainya.
Dan
gelombang tersebut beralih arah, menjadi kearah belakang Berserker, mengenai
dan memotong apapun yang ada dibelakang Berserker.
BUM!
“Tidak
mungkin! Bagaimana ia bisa melakukannya....!?” Ucap Ashley terkejut
Saber
yang melihat hal tersebut hanya bisa menatap tajam Berserker.
Tiba
tiba saja dari pijakan Berserker muncul lingkaran sihir merah dan hal tersebut
membuat Berserker menghindar dari pijakan lingkaran tersebut. Tidak lama
setelah itu dari lingkaran sihir tersebut muncul pilar api.
Tidak
hanya sekali, setiap Berserker menghindarinya dan menginjak tanah, lingkaran
sihir tersebut muncul lagi dan lagi, lalu muncul pilar api lagi. Sampai......
Cassandra
pun mengeluarkan 5 bola api yang besar dan melaju kearah Berserker.
“GRAAAAAAGH!!!!”
Raung Berserker
Berserker
pun mengayunkan tombaknya berkali kali dan membuat beberapa langkah kuat.
Akibat ayunannya tersebut, bola api tersebut terbelah dan meledak begitu saja.
Akan
tetapi, tiba tiba saja ia dikejutkan oleh gelombang batu yang berbentuk duri
raksasa yang muncul dari bawah dan tepat kehadapannya.
Berserker
pun langsung melakukan back flip dan langsung mundur beberapa meter. Tidak lama
setelah itu, muncul gelombang batu yang muncul dari tanah dan melaju kearah
Berserker.
“GRAAAAAAAAAGH!!!!”
Raung Berserker
Berserker
pun langsung melempar tombaknya tepat mengarah ke Cassandra, dan membuat gelombang batu tersebut hancur
begitu saja.
TRANG!
Saber
pun menahan tombak tersebut dan tombak tersebut terpental keatas. Akan tetapi,
Berserker dengan cepat langsung melompat dengan sangat tinggi mengarah
tombaknya terpental, lalu ia mengambil tombaknya tersebut dan langsung
berputar, mendaratkan hantaman tombaknya ke Saber.
BUM!
Saber
pun dengan cepat menghindarinya. Akan tetapi Berserker langsung meluncur kearahnya dan langsung menyerangnya dengan brutal.
Saber
pun hanya bisa menahan serangannya tersebut dengan ayunan pedangnya. Tapi
karena Berserker lebih unggul, itu pun membuat Saber mundur kebelakang, setiap
serangannya tersebut.
Tiba
tiba saja, dari atas langit, muncul petir yang menyambar tepat kearah
Berserker. Berserker pun mundur untuk menghindarinya, tidak hanya sekali petir
tersebut muncul kembali disetiap ia menghindarinya dan........
“HA!”
Teriak Cassandra yang dengan cepat merentangkan kedua tangannya kedepan dan
memunculkan bola api yang melaju kearah Berserker.
BUM!
Berserker
pun terkena serangannya tersebut dan terpental kebelakang beberapa meter.
“Berhasil!”
Teriak Ashley senang
“GRAAAAAAAAAAGH!!!”
Raung Berserker
Berserker
pun berlari dengan cepat kearah Cassandra
DAR!
DAR! DAR!
Suara
tembakan terdengar lagi, dan Berserker menghindari dengan berlari secara zig zag, kearah Cassandra.
Berserker
pun kemudian meluncur kearah Cassandra dan...... tiba tiba saja muncul petir yang
sangat besar dari atas langit yang menyambar tepat kearahnya.
Berserker
pun menghindarinya dengan melompat ke arah Cassandra dengan sangat tinggi.
Dan............
Tiba
tiba saja, muncul pilar tanah yang sangat besar tepat dihadapannya dan itu pun
membuatnya terdorong dan terpental cukup jauh.
Dan ketika Berserker sudah mendarat di tanah dan terseret beberapa meter....
“HAP!”
Teriak Cassandra yang mengayunkan kedua tangannya kebawah
Tiba
tiba saja dari atas langit turun meteor yang dengan cepat langsung mengenai
Berserker dan membuat ledakan yang cukup besar disertai gelombang angin yang
cukup kuat.
BUM!!!
Semua
orang tersebut mencoba melindungi wajahnya dari kuatnya gelombang angin
tersebut.
.
.
.
.
Dari balik asap, terlihat Berserker yang hanya bisa berdiri seraya memegang tombaknya secara dibedirikan.
“GRAAAAAAAAAAAGH!!!!”
Raung Berserker
.
“Bagaimana
dia bisa.......!?” Ucap perempuan tersebut yang melihat kejadian itu semua.
“Tch!
Berserker mundur!”
.
Dalam
sekejap Berserker pun melompat dengan sangat tinggi, pergi meninggalkan mereka
semua.
Time
pun hanya bisa mematung melihat itu semua dan tidak percaya dengan apa yang ia
lihat barusan.
‘Apa.....
yang barusan itu? Apa apaan semua ini?! Dan..... apa yang sebenarnya terjadi
disini?’ Batin Time
Cassandra
pun menghampiri Time
“A-apa
kamu baik baik saja Time?” Tanya Cassandra khawatir
Time
pun menatap Cassandra dengan serius
“Cassandra....”
Ucap Time terputus
“Y-ya...?”
Ucap Cassandra
Suasana
pun tegang dan juga Cassandra pun ketakutan, karena takut takut Time akan
menginterogasinya setelah ini.
“Um~...... Bisa tidak kamu memakai bajumu terlebih dahulu? Lagipula..... apa
apaan pakaianmu itu? Aku jadi tidak tau harus melihat kearah mana lagi.” Ucap
Time yang wajahnya memerah seraya membuang mukanya
“Eh.....?! I-ini.....” Ucap Cassandra yang tertunduk
“Yahhh~...
sepertinya ini menjelaskan kalau kau juga adalah seorang master. Aku benarkan? Tigrerly?” Tanya Ashley yang mendekati Time
“Eh~.....!
Master...? Um~...... Apa itu.......?” Tanya Time kebingungan
.
Sementara
itu di atas dahan pohon
Terdapat
seorang perempuan berambut biru dan bertelinga kucing yang sedang memata
matainya dan setelah melihat kejadian itu semua. Ia pun langsung pergi begitu
saja.
Epilogue:
Akibat
serangan Berserker yang di terima Lancer. Lancer pun hanya bisa berlutut
setelahnya.
Melihat
Saber yang berada dihadapannya beberapa senti, ia pun hanya bisa tersenyum
tipis seraya tertunduk.
“Hmph.
Lakukanlah. Kau tau Saber... ada banyak waktu untuk kau menghabisiku sekarang
juga” Ucap Lancer
Saber
pun hanya terdiam dan mengulurkan tangannya.
“Berdirilah
Lancer. Untuk saat ini, lakukanlah apa yang menjadi tugasmu saat ini” Ucap
Saber
“.........Aku
tidak mengerti Saber. Tapi..... untuk apa kau melakukan ini semua?” Tanya
Lancer
“Kau
tau.... kau sama saja menyia nyiakan peluangmu begitu saja.”
“Kau
sudah berusaha sekuat tenaga untuk melindungi mastermu dari Berserker kan?
Bahkan kau mau menghadapinya sendirian, walau dalam kondisi kelelahan dan
terluka akibat pertarungan sebelumnya.” Ucap Saber
“Itu
sudah cukup menjelaskan, bahwa pedangku ini tidak akan memotongmu sampai ia
benar benar menghadapi pertempuran yang sesungguhnya”
Lancer
pun hanya terdiam mendengar respon Saber dan tersenyum tipis
“Hmph.
Begitu ya...” Ucap Lancer yang menerima uluran tangan Saber dan berdiri
Lancer
pun mulai berjalan melewati Saber dan berhenti seketika itu juga
“Kau
tau Saber........ aku akan mengingat ini semua. Tapi untuk selanjutnya,
bersiaplah........ Karena aku tidak akan segan segan mengerahkan seluruh
kekuatanku pada saat itu juga” Ucap Lancer
“Ya.
Aku juga berpikiran yang sama seperti itu, Lancer.” Ucap Saber.