Minggu, 10 Juni 2018

Chapter 1

Prologue:
Kau ingin mendengarkan cerita? Boleh saja. Mungkin ini tidak akan sehebat seperti biasanya. Ini adalah cerita mengenai seorang anak laki laki yang membenci dunia yang ia tinggali dan orang orang disekitarnya. Ia sempat menyerah dengan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan apa yang ada disekitarnya lagi. Sampai..... ia bertemu dengan seseorang yang berharga baginya dan pada saat itulah, kehidupannya perlahan lahan berubah begitu saja.


Chapter 1: The False Beginning

‘Aku membenci dunia ini.

Dunia dimana orang orang tinggal dan berada sekarang.

Pergi, bekerja, pulang, mengerjakan tugas tugas. Setiap hari aku melakukan hal itu berulang kali.

Aku melakukan itu seakan akan aku menghukum diriku sendiri karena sudah berada dunia ini dan tanpa mengetahui, untuk apa aku melakukan itu semua.

Semua yang kulakukan ini, hanyalah sebuah kesalahan besar. Aku berharap, aku ingin cepat cepat mati, meninggalkan dunia ini. Melepaskan seluruh penderitaan yang kualami selama ini.

Aku... membenci dunia ini.’


Tok tok tok tok tok

Suara ketukan pintu pun terdengar dan dengan cepat Time membukakan pintu rumahnya.

“Ohayou~!.” Ucap seseorang yang berdiri di hadapan Time dengan semangat.

“Siapa ya?” Tanya Time memelas

“Ini aku Kenko woi! Masa sama temen sendiri lupa!” Omel Kenko

“Eh~, iya iya?” Tanya Time ragu

“Jahads! Kenapa kau bisa bisanya mengatakan hal sejahat itu kepada temanmu sendiri hah?!” Ucap Kenko

“Iya, iya, maaf. Tunggu dulu ya, aku siap siap dulu” Ucap Time yang langsung masuk kembali

Time pun bersiap siap mengenakan seragam sekolahnya dan berangkat bersama Kenko ke sekolah.

‘Oh ya perkenalkan, namaku adalah Time, Time Tigrerly. Umurku 17 tahun, sebenarnya sejak kecil aku memiliki impian menjadi penulis terkenal. Tapi...... Yaaah~....., pada akhirnya aku memutuskan untuk membuang impianku tersebut jauh jauh dan berhenti untuk menulis, mengetahui bagaimana dunia tempat yang kutinggali ini seperti apa dan juga bagaimana orang orangnya.’ Batin Time

‘Mungkin memang, aku sering mengkhayal ketinggian dan sampai sampai lupa dengan dunia nyata. Tapi.... mengetahui dunia ini seperti apa, aku jadi sadar dan tidak ada gunanya aku berkhayal seperti itu. Semua yang kulakukan waktu itu hanyalah suatu kebodohan, seharusnya yang kulakukan ini hanyalah fokus menjalani kehidupan yang ada dihadapanku dan terus mengikuti alurnya sampai pada akhirnya aku menuju kematianku sendiri.’

“Oh ya ngomong ngomong~, kamu sudah mengerjakan tugas yang dikasih kemarin belum Time?” Tanya Kenko

“Ummm~, udah sih. Cuman, aku gak yakin kalau jawabannya bener semua” Ucap Time

“Ya udah, nanti liat ya. Soalnya aku belum sama sekali sih” Ucap Kenko gak bersalah

“Eh bangke! Emangnya dari kemarin kau ngapain aja hah?!” Omel Time

“Yahhh~ maklum, soalnya saya kan orangnya sibuk. Hehehehe” Ucap Kenko nyengir

“Sibuk, sibuk, palamu. Emangnya situ sibuk ngapain hah?! Ngeevent? Ngegacha? Ngidol? Apa~ Ngeosu?” Tanya Time

“Alig :v...” Balas Kenko.

(Nb: Alig adalah kebalikan dari kata gila)

Sesampainya dikelas, Time pun meminjamkan hasil tugasnya ke Kenko dan Kenko pun langsung mengerjakannya secepat kilat.

“Huh... dasar...” Gerutu Time yang berpangku tangan

Tidak lama setelah itu, Ghunts pun masuk kedalam kelas dan duduk dibangkunya, tepat disebelah Time.

“...? Ada apa?” Tanya Ghunts yang melihat Time berpangku tangan

“Gak, biasalah si Kenko. Udah tau ada tugas, bukannya dikerjain. Malah baru sekarang dikerjain” Ucap Time jengkel

“Yahhh~ kayak gak tau aja anak anak dikelas kita kayak gimana kelakukannya. Kamu kan juga kadang kayak gitu” Ucap Ghunts

“Iya juga sih.” Ucap Time sadar diri.

“Oh ya ngomong ngomong~, mau beli sushi gak?” Tanya Ghunts

“Mau!” Teriak Time bersemangat

“Sip, sekalian beliin dong~” Ucap Kenko berbinar binar

“Gak!” Ucap Time dingin

Suasana pun pecah begitu guru masuk ke kelasnya Time. Semua murid pun kembali ketempat duduknya dan memulai pelajaran. Kecuali Kenko yang disuruh berdiri didepan kelas karena ketahuan gak ngerjain tugasnya.

.

Jam istirahat pun mulai dan Time berencana kekantin untuk makan

“Ghunts, mau kekantin gak?” Tanya Time

“Maaf, hari ini gak dah. Aku udah bawa sendiri soalnya” Ucap Ghunts

“Owh~ yaudah kalo gitu” Ucap Time yang kemudian keluar kelas

Diluar kelas

“Cieee... yang kena hukuman” Ledek Time

“Alig~. Jahat kamu ya Time, ada temen kena hukuman malah diketawain” Ucap Kenko yang berdiri didepan kelas

“Yaaa~ salah sendiri. Lagian ada tugas bukannya dikerjain. Ya udah, aku kekantin dulu ya” Ucap Time

“Eh, kalo boleh jajanin dong, tolong.” Ucap Kenko memohon

“Gak!” Ucap Time dingin dan langsung meninggalkannya

“Alig~” Respon Kenko

Di perjalanan menuju kantin. Tiba tiba saja Time menabrak seorang perempuan

“Kyaaa!” Teriak orang tersebut yang membuat mereka berdua terjatuh kebelakang

Menyadari hal tersebut Time pun mencoba sadar kembali “Ma, maaf”

“Ow ow ow. Ya ampun, apa yang kau pikirkan hah?! Apa kau tidak bisa lihat lihat kalau sedang jalan?!” Omel perempuan tersebut yang memiliki rambut orange dan panjang

“Ma, maaf, aku tidak sengaja.” Ucap Time yang mencoba berdiri dan mengulurkan tangannya, mencoba membantunya berdiri

“Hmph!” Respon perempuan tersebut sinis

Perempuan tersebut pun hanya membuang mukanya seraya berdiri sendiri dan memukul mukul, membersihkan rok bagian belakangnya.

Time hanya bisa mematung seraya jengkel melihat ini semua.

“(Sigh) Dasar.... apa matamu itu hanya hiasan sajakah? Sampai sampai kau tidak mempergunakannya dengan baik” Ejek perempuan tersebut dengan tatapan menghina

“Apa yang kau bilang hah!!!? Kau mau ngajak berantem hah!!!?” Amuk Time yang meletakkan tinjunya kedepan

“Hmph! Aku tidak punya urusan dengan orang bodoh seperti dirimu” Ucap perempuan tersebut yang membelakanginya

“Oh.... sepertinya kau benar benar pengen nyari masalah ya.....?” Ucap Time semakin jengkel dan mengeluarkan aura pembunuh

“Hmph!” Respon perempuan tersebut yang pergi meninggalkannya

“Tunggu dulu!!! Aku belum selesai berbicara denganmu oi!!! Kembali kesini!!!” Amuk Time

Sementara itu ditangga yang menghubungkan lantai bawah, terlihat seorang perempuan berambut ungu pendek yang sedang naik ke lantai tempat Time berdiri saat ini dan membawa tumpukkan kertas.

Melihat Time berada didepannya. Perempuan tersebut wajahnya langsung memerah dan ia pun langsung menunduk dan mempercepat langkahnya.

“Cih, dasar...” Ucap Time yang kemudian berbalik dan melihat perempuan tersebut

‘Loh....! bukannya itu Nina ya?’ Batin Time

“Oi, Nina!” Sapa Time

“Hiii....!” Respon Nina yang terkejut

Time pun mencoba menghampirinya lalu Nina pun berbalik seraya tertunduk malu.

“Ka, kak Time” Ucap Nina yang semakin menunduk dan mukanya juga semakin merah begitu Time berada beberapa meter dihadapannya

“Maaf, aku tidak sempat melihatmu tadi. Ngomong ngomong kamu mau kemana?” Tanya Time

“Ah~, aku hanya disuruh membawakan berkas berkas ini keruang guru kok.” Ucap Nina mencoba memberikan senyuman kepada Time

“Ka, kalau boleh, aku permisi dulu ya. Kak Time” Ucap Nina yang langsung berbalik dan pergi membawa tumpukkan kertas.

‘Perempuan yang aneh, kenapa ia selalu saja begitu ketika aku mencoba mendekatinya. Yahh~ sudahlah, lebih baik aku cepat cepat kekantin daripada nanti waktu istirahatnya habis’ Batin Time.

.

Waktu pun menjelang sore dan kegiatan sekolah pun berakhir.

Time pun pulang kerumahnya dan sesampainya dirumah

“Aku pulang~” Ucap Time dengan nafas berat

“Ah~, Selamat datang Time” Ucap seorang perempuan berambut kuning ponytail bermata biru, yang menyambutnya dengan senyuman

“Yo...” Respon Time yang membalasnya dengan senyum tipis

Time pun kemudian duduk dan melepaskan sepatunya

“Ehe, bagaimana dengan sekolahmu hari ini Time?” Tanya perempuan tersebut

Time pun menatap perempuan tersebut dengan tatapan depresi berat

“Huwaaa....! Ma, maaf, maafkan aku. Ano..... ti, tidak apa apa kok kalau kamu tidak ingin bercerita Time. Ehehehehe” Ucap perempuan tersebut bersweetdrop

“Buruk. Mana aku hampir berantem lagi sama cewek gak jelas dan lagi.... (Sigh) si Kenko ngemis ngemis minta duit buat pulang. Gak tau apa kalo hari ini lagi akhir bulan” Gerutu Time yang membuat perempuan tersebut tertawa kecil

“Kenapa kamu malah tertawa hah?” Tanya Time

“Ehehehe, tidak, tidak apa apa kok. Ah~ oh ya, bagaimana kalau aku buatkan kopi dan kue, Time? Mungkin saja kamu bisa lebih tenang dan melupakan itu semua” Ucap perempuan tersebut tersenyum

“(Sigh) Aku rasa.... boleh juga” Ucap Time yang menengok kearahnya

Perempuan tersebut pun tersenyum dan kemudian ia pun masuk kedapur dan mulai membuat kopi dan kue, sedangkan Time masuk ke ruang tamu dan menyalakan TV.

‘Oh ya ngomong ngomong.... perempuan itu adalah Cassandra. Sebulan yang lalu, aku menemukannya pingsan ditengah jalan. Karena waktu itu sedang hujan, jadi.... aku tidak tega meninggalkannya sendirian, lalu aku pun membawanya kerumahku. Tapi.... yang membuatku heran adalah.....’ Batin Time yang melepaskan gulungan perban yang ada ditangan kanananya.

‘Lambang ditangan kananku yang tiba tiba muncul begitu saja, kata Cassandra sih.... ini adalah tradisinya untuk melambangkan seseorang yang telah menyelamatkan nyawanya, supaya ia bisa membalas jasa orang tersebut sampai kematiannya. Akan tetapi entah apa rahasia dibalik semua ini....., jadi.... aku tidak boleh memperlihatkan lambang ini kepada siapapun termasuk keluarga dan teman dekatku sendiri. Tapi.... apa benar seperti itu? Maksudku.... kayaknya aku belum pernah mendengar sama sekali tradisi yang seperti itu.’ Batin Time yang melihat lambangnya tersebut.

‘Tapi, yahhh~ untuk menghormatinya mungkin aku akan membiarkannya begitu saja’ Batin Time yang menutup kembali lambangnya tersebut

Tidak lama setelah itu Cassandra pun datang membawa kue dan kopi dan kemudian diletakan dimeja.

“Maaf merepotkan” Ucap Time yang tersenyum tipis

“Ah~, tidak apa apa kok. Lagipula, aku senang kok melakukan itu semua” Ucap Cassandra tersenyum

“....Baiklah kalau begitu, aku coba ya” Ucap Time yang mengambil satu buah kue dan memakannya

“!!!..... Enak!” Ucap Time yang hampir berteriak

“Syukurlah...” Ucap Cassandra senang

Time pun memakannya dengan lahap “Enaknya~ tidak kusangka kamu jago membuat kue Cassandra”

“(Blush) E-ehehehe be, begitu ya...” Ucap Cassandra yang wajahnya memerah dan diberi respon senyuman oleh Time

Suasana pun pecah begitu muncul berita soal kebakaran dibeberapa gedung dan juga perumahan yang mana polisi setempat mengasumsikan kebakaran ini terjadi karena kebocoran gas dan juga arus pendek listrik.

“Ho...? Sepertinya belakangan ini sering sekali ya terjadi kebaka......” Ucap Time yang mencoba menyesap kopinya dan....

“Whoaaaa!” Teriak Time yang membuat Cassandra terkejut

“Huwaaa! A, ada apa Time?” Tanya Cassandra

“Enak! Baru kali ini aku merasakan kopi yang seenak ini!” Ucap Time

“Waaah~ selain jago masak kue, ternyata kamu juga jago bikin kopi ya, Cassandra.” Ucap Time seraya tersenyum kearahnya

“(Blush).....A,a,aku~.... aku mau menyiapkan makan malam dulu” Ucap Cassandra yang berdiri dan langsung kedapur dengan wajahnya yang memerah.

‘Are...? ada apa dengan dia? Kok dipuji malah gak mau sih. Yaaah~ sudahlah.....’ Batin Time yang melanjutkan memakan kuenya tersebut.

‘Sudah sebulan ia tinggal disini. Entah kenapa ia memutuskan untuk tinggal dirumahku dan mengerjakan pekerjaan rumah sendirian. Awalnya aku tidak enak dengannya karena harus mengerjakan seluruhnya sendirian, tapi karena ia memaksakan hal tersebut, jadinya aku membolehkannya. Sebenarnya sih, aku tidak keberatan, hanya saja.... takutnya nanti ada yang salah paham lagi kalau melihat dirumahku ada seorang perempuan.’ Batin Time yang berpangku tangan.

Karena kue dan kopinya sudah habis, Time pun pergi kedapur untuk mencucinya.

“Cassandra, aku sudah sele....” Ucap Time terputus

Time pun terkejut melihat Cassandra memakai celemek dan sedang memasak untuk makan malam. Melihat hal tersebut, wajah Time pun langsung memerah

“Ah~, Time. Kamu sudah selesai?” Ucap Cassandra yang tersenyum kearahnya

“(Blush) Y-yo” Ucap Time pelan seraya agak mengangkat piring dan cangkirnya

“Ehe, kalau begitu kamu taruh saja piring dan cangkirnya diwastafel. Nanti akan kubersihkan kok” Ucap Cassandra yang tersenyum

‘Awalnya aku ingin menyerahkan semuanya pada Cassandra. Tapi.... karena aku tidak enak dengannya. Jadi, aku berencana untuk membersihkannya sendiri.’ Batin Time

Time pun langsung menaruh piring dan cangkir di wastafel dan mulai membersihkannya.

“Eeehh~! Ti, tidak usah Time! Aku bisa melakukannya sendi....” Ucap Cassandra yang terputus begitu Time menyentil dahinya

“Ow~” Rintih Cassandra kesakitan dan kemudian ia memegang dahi

“Sudahlah~. Lagipula ini kan rumahku, jadi biarkan aku melakukan apa yang ingin aku lakukan. Terlebih lagi, kamu lanjutkan saja memasaknya, biar aku yang membereskan ini semua” Ucap Time

Cassandra pun hanya mengangguk, akan tetapi ia mulai tertunduk murung

“Tapi, Time........ Jika aku tidak melakukan ini semua, itu sama saja aku tidak tau berterima kasih padamu, Time. Apalagi kamu sudah memperbolehkanku untuk tinggal disini selamanya.” Ucap Cassandra murung.

“Sudahlah, sudahlah, tidak perlu dipikirkan” Ucap Time seraya memukul mukul punggung Cassandra pelan

“Terlebih lagi kita ini temankan, sesama teman kita harus saling mendukungkan?” Ucap Time yang tersenyum kearahnya.

Cassandra pun mukanya memerah dan kemudian ia pun menunduk seraya mengangguk.

Time pun membalasnya dengan senyuman.

‘Yaaah~, seperti itulah Cassandra. Dasar, dia orangnya memang sangat merepotkan.’ Batin Time menghela nafas

.

Keesokan harinya

Time pun memakai sepatunya dan bersiap siap untuk berangkat sekolah.

“Yosh! Kalau begitu aku berangkat dulu ya Cassandra” Ucap Time yang beranjak pergi

“Ano..... Time!” Ucap Cassandra yang membuat langkah Time terhenti

“Hm? Ada apa?” Tanya Time

“Ummm~.... Apakah kamu tidak bisa sehari saja untuk tidak masuk sekolah?” Tanya Cassandra

“Y-yahhh.... mungkin kalau aku tidak masuk sehari tidak akan masalah. Tapi karena hari ini gurunya killer...., jadi....., aku tidak bisa melakukan hal itu. Terlebih lagi, bisa bisa reputasiku dikelas akan jadi buruk lagi.” Ucap Time

“Be, begitu ya....” Ucap Cassandra tertunduk murung

Melihat hal itu, Time pun mencoba menghiburnya dan memegang pundaknya

“Hei..... sudahlah.... lagipula aku pulang gak sampai malam kok. Begitu kelas sudah selesai, aku janji, aku pasti akan langsung pulang kok” Ucap Time tersenyum

Cassandra pun masih tertunduk murung

“Ummm~, bagaimana kalau setelah pulang nanti. Aku membelikan kamu sesuatu. Apakah kamu ada sesuatu yang kamu inginkan?” Tanya Time

Cassandra pun hanya menggeleng

“Ta, tapi janji ya. Kalau kamu nanti akan langsung pulang!” Ucap Cassandra yang menatap Time khawatir

Time pun hanya tersenyum dan kemudian ia memegang kepala Cassandra dan mengelusnya

“Iya, aku janji kok” Ucap Time seraya tersenyum

Wajah Cassandra pun memerah.

“Sudah ya, aku berangkat dulu” Ucap Time yang diberi respon lambaian tangan dan senyum tipis oleh Cassandra

Diperjalanan menuju sekolah Time pun kepikiran dengan kata kata Cassandra tadi.

‘Aneh...., kenapa tadi Cassandra seperti itu ya? Tidak seperti biasanya. Seolah olah dia mengatakan kalau akan terjadi hal yang buruk nantinya jika aku berangkat sekolah atau tidak cepat cepat pulang kerumah nantinya. Apa jangan jangan, dia punya indera keenam ya?. Hiii, jadi merinding sendiri... tapi, mana mungkinkan. Kalau dilihat bagaimanapun juga, Cassandra adalah perempuan yang sangat normal bagiku’ Batin Time yang berbicara sendiri

“Ohayou!” Teriak Kenko yang memukul punggung Time

“Whoaaaa!” Teriak Time yang terkejut

Time pun langsung menghajar Kenko dan membuatnya bonyok seketika itu juga

“Jangan mengagetkanku seperti itu! Kau ingin kubunuh ya!” Amuk Time yang meletakan tinjunya kedepan

“Reaksi yang terlalu berlebihan~” Ucap Kenko

“Tapi....., lagi mikirin apa hayo...? Kayaknya Cuma ditepok gitu aja, reaksimu berlebihan kayak gitu” Ucap Kenko yang sembuh seketika itu juga.

“Gak, gak mikirin apa apa kok” Ucap Time yang membelakangi Kenko dan mencoba menghiraukannya

“Jangan gitulah~, ayo, cerita aja. Mikirin cewe? Gebetan? Apa... pacar nih? Kenalin dong kalo boleh” Goda Kenko yang merangkul leher Time

“Kau benar benar ingin kubunuh ya...?” Ancam Time

“Ampun~” Ucap Kenko

.

Sesampainya dilorong sekolah.

“Yo, Tigrerly” Ucap seseorang yang berambut orange pendek yang mencoba menyapa Time

“!?.... Owh, Mike! Ada apa?” Balas Time

“Apakah nanti sehabis pulang sekolah kamu ada acara?” Tanya Mike

“Ummm~, gak ada sih. Memangnya ada apa?” Tanya balik Time

“Bukan permintaan yang sulit, tapi bisakah kamu membantuku membersihkan taman kota nanti sore?” Tanya Mike

“Ummm~, bisa aja sih. Tapi aku tidak bisa lama lama, begitu malam tiba, aku harus cepat cepat pulang kerumah.” Ucap Time

“Ho...., tenang saja, itu tidak akan lama kok. Karena ada temanku yang datang untuk membantu menyelesaikan semuanya” Ucap Mike

“Kalau begitu sih.... aku rasa tidak masalah.” Ucap Time

“Hmph. Aku tunggu kau di taman kota ya, Tigrerly” Ucap Mike yang pergi meninggalkannya.

‘!?.... Tumbenan si Mike mau berbicara denganku. Biasanya kan dia orangnya cuek begitu berpapasan denganku. Tapi.... ya sudahlah, karena aku sudah terlanjur janji padanya, lebih baik aku tepati saja. Aku rasa, Cassandra tidak akan mempermasalahkan kalau aku pulang agak terlambat.’ Batin Time.

.

Di dalam kelas

Terlihat anak anak sedang bergerombol membicarakan sesuatu

Melihat hal itu, Time dan Kenko pun menghampiri salah satunya

“Ada apa?” Tanya Time

“!?.... Apa kamu tidak tau Time? Itu si Michio, dini hari tadi rumahnya kebakaran” Ucap salah satu murid tersebut

Time dan Kenko pun terkejut mendengar hal tersebut

“Kasihan ya dia sampai shock seperti itu” Ucap salah satu murid tersebut

“Bagaimana tidak shock. Kamu lagi enak enaknya tidur malam, tiba tiba saja dikagetkan sama rumahmu yang dalam sekejap dilahap oleh api.” Ucap salah satu murid tersebut

“Lalu....., keadaan Michio bagaimana?” Tanya Time khawatir

“Orangnya sih selamat, cuman karena kebakaran tersebut 3 rumah, hangus begitu saja” Ucap salah satu murid tersebut

“Katanya sih gara gara arus pendek listrik jadinya gitu deh” Ucap salah satu murid tersebut

Time pun menghela nafas lega mendengar itu semua.

“Kasihan ya si Michio. Besok kita jenguk si Michio yuk, supaya dia bisa lebih tenang” Ucap Kenko

“Hm, boleh aja sih.” Ucap Time

“Ya udah, besok ya” Ucap Kenko

Time dan Kenko pun duduk dibangkunya masing masing.

Tidak lama setelah itu, Ghunts pun masuk ke kelas dan duduk di samping Time

“Yo, Ghunts” Sapa Time

“Oh ya Time, bagaimana dengan keadaan tangan kananmu itu?” Tanya Ghunts

“!?.... Oh, ini... Yaaah~, masih sama seperti yang kemarin. Lagi lagi dokter tidak tau penyakit apa yang diderita sama tangan kananku ini” Ucap Time nyengir

“Ho....! Bukannya aneh ya?, kalau ada penyakit yang sudah satu bulan lamanya tapi tidak sembuh sampai sekarang?” Tanya Ghunts

“Ummm~, entahlah, aku juga tidak tau.” Balas Time nyengir

“Apakah aku boleh melihatnya?, mungkin saja.... aku tau kalau kau itu terkena penyakit apa” Ucap Ghunts

“Jangan! Kan aku udah bilang kalau kata dokter, ditakutkan ini berpotensi menyebar seperti virus. Aku tidak boleh membukanya begitu saja sampai dokter itu tau aku terkena penyakit apa” Ucap Time

“Oh, begitu ya...? Baiklah kalau begitu” Ucap Ghunts

‘Ya ampun.... ini si Ghunts kenapa jadi pengen tau seperti ini sih? Gak seperti biasanya’ Batin Time.

.

Bel sekolah akhir pun berbunyi

Time pun bersiap siap pergi ketempat yang Mike katakan tadi

“Time” Panggil Ghunts

“!?.... Ada apa lagi?” Tanya Time yang mulai keringat dingin

“Kau setelah ini mau kemana?” Tanya Ghunts

“Ummm~, ada urusan sebentar sih habis ini. Emangnya ada apa?” Tanya Time

“Mulai saat ini, lebih baik kau tidak mempercayai siapa siapa dulu. Ini demi keselamatanmu juga Time” Ucap Ghunts

“Kalau kau sekali saja terjatuh oleh kata kata manisnya. Hmph, mungkin saja hal yang buruk akan menimpamu” Ucap Ghunts yang pergi meninggalkan Time

‘Heh~!?.... Apa sih maksudnya....? Kenapa dia jadi aneh seperti itu. Apa kepalanya sempat terbentur sesuatu ya, jadinya seperti itu.’ Batin Time kebingungan

.

Hari pun menjelang gelap

Sesampainya di taman kota Time pun bertemu dengan Mike.

“Yo, Mike!” Ucap Time

“Yo, Tigrerly. Sebelum memulai ini semua, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu” Ucap Mike

“Soal?” Tanya Time

“Kalau kau mengikuti sebuah perlombaan dan berakhir setim denganku. Apakah kau rela membantuku kapan saja?” Tanya Mike

“!?..... Tentu saja! Apalagi kita ini temankan. Sudah seharusnya kita untuk saling mendukungkan?” Ucap Time

“Begitu ya....., meskipun dalam artian, kau mau mati demi aku?” Ucap Mike

“Eh?” Ucap Time kebingungan

Dalam sekejap mata pisau tombak menembus dari belakang kedepan badan Time.

Time pun memuntahkan darah cukup banyak disertai darah yang menyembur keluar dari badan yang terkena tusukan mata pisau tersebut.

Time hanya bisa menatap Mike dengan shock seraya memegangi mata pisau tersebut dengan kedua tangannya dan kemudian berlutut.

Terlihat dibelakang Time, ada seseorang yang menusukkan tombaknya kearahnya dari belakang.

Orang tersebut mengangkat Time dengan tombaknya lalu melepas tombaknya begitu saja dan membuat Time terjatuh bersimbah darah begitu saja.

“Kau ingin melakukan apa sajakan demi aku? Demi temanmu ini? Kalau begitu.... matilah demi aku. Tigrerly.” Ucap Mike

“M.....Mike....K, kau.....” Ucap Time yang pandangannya semakin gelap, gelap dan gelap dan pada akhirnya ia pun memejamkan matanya.

.

.

.

.

.

“(Gasp)!!!” Reaksi Cassandra yang mendengar kejadian itu semua.

‘....Time~’ Batin Cassandra khawatir.


Sementara itu di taman kota

“Yo, Tigrerly. Sebelum memulai ini semua, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu” Ucap Mike

.

“Apa kau mau mati demi aku?”



To Be Continue......


Tidak ada komentar:

Posting Komentar