Prologue:
Kau ingin mendengarkan cerita? Boleh saja. Mungkin ini tidak akan sehebat seperti biasanya. Ini adalah cerita mengenai seorang anak laki laki yang membenci dunia yang ia tinggali dan orang orang disekitarnya. Ia sempat menyerah dengan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan apa yang ada disekitarnya lagi. Sampai..... ia bertemu dengan seseorang yang berharga baginya dan pada saat itulah, kehidupannya perlahan lahan berubah begitu saja.
Kau ingin mendengarkan cerita? Boleh saja. Mungkin ini tidak akan sehebat seperti biasanya. Ini adalah cerita mengenai seorang anak laki laki yang membenci dunia yang ia tinggali dan orang orang disekitarnya. Ia sempat menyerah dengan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan apa yang ada disekitarnya lagi. Sampai..... ia bertemu dengan seseorang yang berharga baginya dan pada saat itulah, kehidupannya perlahan lahan berubah begitu saja.
Chapter 1: The False
Beginning
‘Aku
membenci dunia ini.
Dunia
dimana orang orang tinggal dan berada sekarang.
Pergi,
bekerja, pulang, mengerjakan tugas tugas. Setiap hari aku melakukan hal itu
berulang kali.
Aku
melakukan itu seakan akan aku menghukum diriku sendiri karena sudah berada dunia
ini dan tanpa mengetahui, untuk apa aku melakukan itu semua.
Semua
yang kulakukan ini, hanyalah sebuah kesalahan besar. Aku berharap, aku ingin
cepat cepat mati, meninggalkan dunia ini. Melepaskan seluruh penderitaan yang
kualami selama ini.
Aku...
membenci dunia ini.’
Tok
tok tok tok tok
Suara
ketukan pintu pun terdengar dan dengan cepat Time membukakan pintu rumahnya.
“Ohayou~!.”
Ucap seseorang yang berdiri di hadapan Time dengan semangat.
“Siapa
ya?” Tanya Time memelas
“Ini
aku Kenko woi! Masa sama temen sendiri lupa!” Omel Kenko
“Eh~,
iya iya?” Tanya Time ragu
“Jahads!
Kenapa kau bisa bisanya mengatakan hal sejahat itu kepada temanmu sendiri hah?!”
Ucap Kenko
“Iya,
iya, maaf. Tunggu dulu ya, aku siap siap dulu” Ucap Time yang langsung masuk
kembali
Time
pun bersiap siap mengenakan seragam sekolahnya dan berangkat bersama Kenko ke
sekolah.
‘Oh
ya perkenalkan, namaku adalah Time, Time Tigrerly. Umurku 17 tahun, sebenarnya sejak
kecil aku memiliki impian menjadi penulis terkenal. Tapi...... Yaaah~.....,
pada akhirnya aku memutuskan untuk membuang impianku tersebut jauh jauh dan
berhenti untuk menulis, mengetahui bagaimana dunia tempat yang kutinggali ini
seperti apa dan juga bagaimana orang orangnya.’ Batin Time
‘Mungkin
memang, aku sering mengkhayal ketinggian dan sampai sampai lupa dengan dunia
nyata. Tapi.... mengetahui dunia ini seperti apa, aku jadi sadar dan tidak ada
gunanya aku berkhayal seperti itu. Semua yang kulakukan waktu itu hanyalah
suatu kebodohan, seharusnya yang kulakukan ini hanyalah fokus menjalani kehidupan
yang ada dihadapanku dan terus mengikuti alurnya sampai pada akhirnya aku
menuju kematianku sendiri.’
“Oh
ya ngomong ngomong~, kamu sudah mengerjakan tugas yang dikasih kemarin belum
Time?” Tanya Kenko
“Ummm~,
udah sih. Cuman, aku gak yakin kalau jawabannya bener semua” Ucap Time
“Ya
udah, nanti liat ya. Soalnya aku belum sama sekali sih” Ucap Kenko gak bersalah
“Eh
bangke! Emangnya dari kemarin kau ngapain aja hah?!” Omel Time
“Yahhh~
maklum, soalnya saya kan orangnya sibuk. Hehehehe” Ucap Kenko nyengir
“Sibuk,
sibuk, palamu. Emangnya situ sibuk ngapain hah?! Ngeevent? Ngegacha? Ngidol?
Apa~ Ngeosu?” Tanya Time
“Alig
:v...” Balas Kenko.
(Nb:
Alig adalah kebalikan dari kata gila)
Sesampainya
dikelas, Time pun meminjamkan hasil tugasnya ke Kenko dan Kenko pun langsung
mengerjakannya secepat kilat.
“Huh...
dasar...” Gerutu Time yang berpangku tangan
Tidak
lama setelah itu, Ghunts pun masuk kedalam kelas dan duduk dibangkunya, tepat
disebelah Time.
“...?
Ada apa?” Tanya Ghunts yang melihat Time berpangku tangan
“Gak,
biasalah si Kenko. Udah tau ada tugas, bukannya dikerjain. Malah baru sekarang
dikerjain” Ucap Time jengkel
“Yahhh~
kayak gak tau aja anak anak dikelas kita kayak gimana kelakukannya. Kamu kan
juga kadang kayak gitu” Ucap Ghunts
“Iya
juga sih.” Ucap Time sadar diri.
“Oh
ya ngomong ngomong~, mau beli sushi gak?” Tanya Ghunts
“Mau!”
Teriak Time bersemangat
“Sip,
sekalian beliin dong~” Ucap Kenko berbinar binar
“Gak!”
Ucap Time dingin
Suasana
pun pecah begitu guru masuk ke kelasnya Time. Semua murid pun kembali ketempat
duduknya dan memulai pelajaran. Kecuali Kenko yang disuruh berdiri didepan
kelas karena ketahuan gak ngerjain tugasnya.
.
Jam
istirahat pun mulai dan Time berencana kekantin untuk makan
“Ghunts,
mau kekantin gak?” Tanya Time
“Maaf,
hari ini gak dah. Aku udah bawa sendiri soalnya” Ucap Ghunts
“Owh~
yaudah kalo gitu” Ucap Time yang kemudian keluar kelas
Diluar
kelas
“Cieee...
yang kena hukuman” Ledek Time
“Alig~.
Jahat kamu ya Time, ada temen kena hukuman malah diketawain” Ucap Kenko yang
berdiri didepan kelas
“Yaaa~
salah sendiri. Lagian ada tugas bukannya dikerjain. Ya udah, aku kekantin dulu
ya” Ucap Time
“Eh,
kalo boleh jajanin dong, tolong.” Ucap Kenko memohon
“Gak!”
Ucap Time dingin dan langsung meninggalkannya
“Alig~”
Respon Kenko
Di
perjalanan menuju kantin. Tiba tiba saja Time menabrak seorang perempuan
“Kyaaa!”
Teriak orang tersebut yang membuat mereka berdua terjatuh kebelakang
Menyadari
hal tersebut Time pun mencoba sadar kembali “Ma, maaf”
“Ow
ow ow. Ya ampun, apa yang kau pikirkan hah?! Apa kau tidak bisa lihat lihat
kalau sedang jalan?!” Omel perempuan tersebut yang memiliki rambut orange dan
panjang
“Ma,
maaf, aku tidak sengaja.” Ucap Time yang mencoba berdiri dan mengulurkan
tangannya, mencoba membantunya berdiri
“Hmph!”
Respon perempuan tersebut sinis
Perempuan
tersebut pun hanya membuang mukanya seraya berdiri sendiri dan memukul mukul,
membersihkan rok bagian belakangnya.
Time
hanya bisa mematung seraya jengkel melihat ini semua.
“(Sigh)
Dasar.... apa matamu itu hanya hiasan sajakah? Sampai sampai kau tidak
mempergunakannya dengan baik” Ejek perempuan tersebut dengan tatapan menghina
“Apa
yang kau bilang hah!!!? Kau mau ngajak berantem hah!!!?” Amuk Time yang
meletakkan tinjunya kedepan
“Hmph!
Aku tidak punya urusan dengan orang bodoh seperti dirimu” Ucap perempuan
tersebut yang membelakanginya
“Oh....
sepertinya kau benar benar pengen nyari masalah ya.....?” Ucap Time semakin
jengkel dan mengeluarkan aura pembunuh
“Hmph!”
Respon perempuan tersebut yang pergi meninggalkannya
“Tunggu
dulu!!! Aku belum selesai berbicara denganmu oi!!! Kembali kesini!!!” Amuk Time
Sementara
itu ditangga yang menghubungkan lantai bawah, terlihat seorang perempuan
berambut ungu pendek yang sedang naik ke lantai tempat Time berdiri saat ini
dan membawa tumpukkan kertas.
Melihat
Time berada didepannya. Perempuan tersebut wajahnya langsung memerah dan ia pun
langsung menunduk dan mempercepat langkahnya.
“Cih,
dasar...” Ucap Time yang kemudian berbalik dan melihat perempuan tersebut
‘Loh....!
bukannya itu Nina ya?’ Batin Time
“Oi,
Nina!” Sapa Time
“Hiii....!”
Respon Nina yang terkejut
Time
pun mencoba menghampirinya lalu Nina pun berbalik seraya tertunduk malu.
“Ka,
kak Time” Ucap Nina yang semakin menunduk dan mukanya juga semakin merah begitu
Time berada beberapa meter dihadapannya
“Maaf,
aku tidak sempat melihatmu tadi. Ngomong ngomong kamu mau kemana?” Tanya Time
“Ah~,
aku hanya disuruh membawakan berkas berkas ini keruang guru kok.” Ucap Nina
mencoba memberikan senyuman kepada Time
“Ka,
kalau boleh, aku permisi dulu ya. Kak Time” Ucap Nina yang langsung berbalik
dan pergi membawa tumpukkan kertas.
‘Perempuan
yang aneh, kenapa ia selalu saja begitu ketika aku mencoba mendekatinya. Yahh~
sudahlah, lebih baik aku cepat cepat kekantin daripada nanti waktu istirahatnya
habis’ Batin Time.
.
Waktu
pun menjelang sore dan kegiatan sekolah pun berakhir.
Time
pun pulang kerumahnya dan sesampainya dirumah
“Aku
pulang~” Ucap Time dengan nafas berat
“Ah~,
Selamat datang Time” Ucap seorang perempuan berambut kuning ponytail bermata
biru, yang menyambutnya dengan senyuman
“Yo...”
Respon Time yang membalasnya dengan senyum tipis
Time
pun kemudian duduk dan melepaskan sepatunya
“Ehe,
bagaimana dengan sekolahmu hari ini Time?” Tanya perempuan tersebut
Time
pun menatap perempuan tersebut dengan tatapan depresi berat
“Huwaaa....!
Ma, maaf, maafkan aku. Ano..... ti, tidak apa apa kok kalau kamu tidak ingin
bercerita Time. Ehehehehe” Ucap perempuan tersebut bersweetdrop
“Buruk.
Mana aku hampir berantem lagi sama cewek gak jelas dan lagi.... (Sigh) si Kenko
ngemis ngemis minta duit buat pulang. Gak tau apa kalo hari ini lagi akhir
bulan” Gerutu Time yang membuat perempuan tersebut tertawa kecil
“Kenapa
kamu malah tertawa hah?” Tanya Time
“Ehehehe,
tidak, tidak apa apa kok. Ah~ oh ya, bagaimana kalau aku buatkan kopi dan kue,
Time? Mungkin saja kamu bisa lebih tenang dan melupakan itu semua” Ucap
perempuan tersebut tersenyum
“(Sigh)
Aku rasa.... boleh juga” Ucap Time yang menengok kearahnya
Perempuan
tersebut pun tersenyum dan kemudian ia pun masuk kedapur dan mulai membuat kopi
dan kue, sedangkan Time masuk ke ruang tamu dan menyalakan TV.
‘Oh
ya ngomong ngomong.... perempuan itu adalah Cassandra. Sebulan yang lalu, aku menemukannya
pingsan ditengah jalan. Karena waktu itu sedang hujan, jadi.... aku tidak tega
meninggalkannya sendirian, lalu aku pun membawanya kerumahku. Tapi.... yang
membuatku heran adalah.....’ Batin Time yang melepaskan gulungan perban yang
ada ditangan kanananya.
‘Lambang
ditangan kananku yang tiba tiba muncul begitu saja, kata Cassandra sih.... ini
adalah tradisinya untuk melambangkan seseorang yang telah menyelamatkan
nyawanya, supaya ia bisa membalas jasa orang tersebut sampai kematiannya. Akan
tetapi entah apa rahasia dibalik semua ini....., jadi.... aku tidak boleh
memperlihatkan lambang ini kepada siapapun termasuk keluarga dan teman dekatku
sendiri. Tapi.... apa benar seperti itu? Maksudku.... kayaknya aku belum pernah
mendengar sama sekali tradisi yang seperti itu.’ Batin Time yang melihat
lambangnya tersebut.
‘Tapi,
yahhh~ untuk menghormatinya mungkin aku akan membiarkannya begitu saja’ Batin
Time yang menutup kembali lambangnya tersebut
Tidak
lama setelah itu Cassandra pun datang membawa kue dan kopi dan kemudian
diletakan dimeja.
“Maaf
merepotkan” Ucap Time yang tersenyum tipis
“Ah~,
tidak apa apa kok. Lagipula, aku senang kok melakukan itu semua” Ucap Cassandra
tersenyum
“....Baiklah
kalau begitu, aku coba ya” Ucap Time yang mengambil satu buah kue dan
memakannya
“!!!.....
Enak!” Ucap Time yang hampir berteriak
“Syukurlah...”
Ucap Cassandra senang
Time
pun memakannya dengan lahap “Enaknya~ tidak kusangka kamu jago membuat kue
Cassandra”
“(Blush)
E-ehehehe be, begitu ya...” Ucap Cassandra yang wajahnya memerah dan diberi
respon senyuman oleh Time
Suasana
pun pecah begitu muncul berita soal kebakaran dibeberapa gedung dan juga
perumahan yang mana polisi setempat mengasumsikan kebakaran ini terjadi karena
kebocoran gas dan juga arus pendek listrik.
“Ho...?
Sepertinya belakangan ini sering sekali ya terjadi kebaka......” Ucap Time yang
mencoba menyesap kopinya dan....
“Whoaaaa!”
Teriak Time yang membuat Cassandra terkejut
“Huwaaa!
A, ada apa Time?” Tanya Cassandra
“Enak!
Baru kali ini aku merasakan kopi yang seenak ini!” Ucap Time
“Waaah~
selain jago masak kue, ternyata kamu juga jago bikin kopi ya, Cassandra.” Ucap
Time seraya tersenyum kearahnya
“(Blush).....A,a,aku~....
aku mau menyiapkan makan malam dulu” Ucap Cassandra yang berdiri dan langsung
kedapur dengan wajahnya yang memerah.
‘Are...?
ada apa dengan dia? Kok dipuji malah gak mau sih. Yaaah~ sudahlah.....’ Batin
Time yang melanjutkan memakan kuenya tersebut.
‘Sudah
sebulan ia tinggal disini. Entah kenapa ia memutuskan untuk tinggal dirumahku
dan mengerjakan pekerjaan rumah sendirian. Awalnya aku tidak enak dengannya
karena harus mengerjakan seluruhnya sendirian, tapi karena ia memaksakan hal
tersebut, jadinya aku membolehkannya. Sebenarnya sih, aku tidak keberatan,
hanya saja.... takutnya nanti ada yang salah paham lagi kalau melihat dirumahku
ada seorang perempuan.’ Batin Time yang berpangku tangan.
Karena
kue dan kopinya sudah habis, Time pun pergi kedapur untuk mencucinya.
“Cassandra,
aku sudah sele....” Ucap Time terputus
Time
pun terkejut melihat Cassandra memakai celemek dan sedang memasak untuk makan
malam. Melihat hal tersebut, wajah Time pun langsung memerah
“Ah~,
Time. Kamu sudah selesai?” Ucap Cassandra yang tersenyum kearahnya
“(Blush)
Y-yo” Ucap Time pelan seraya agak mengangkat piring dan cangkirnya
“Ehe,
kalau begitu kamu taruh saja piring dan cangkirnya diwastafel. Nanti akan
kubersihkan kok” Ucap Cassandra yang tersenyum
‘Awalnya
aku ingin menyerahkan semuanya pada Cassandra. Tapi.... karena aku tidak enak
dengannya. Jadi, aku berencana untuk membersihkannya sendiri.’ Batin Time
Time
pun langsung menaruh piring dan cangkir di wastafel dan mulai membersihkannya.
“Eeehh~!
Ti, tidak usah Time! Aku bisa melakukannya sendi....” Ucap Cassandra yang
terputus begitu Time menyentil dahinya
“Ow~”
Rintih Cassandra kesakitan dan kemudian ia memegang dahi
“Sudahlah~.
Lagipula ini kan rumahku, jadi biarkan aku melakukan apa yang ingin aku
lakukan. Terlebih lagi, kamu lanjutkan saja memasaknya, biar aku yang
membereskan ini semua” Ucap Time
Cassandra
pun hanya mengangguk, akan tetapi ia mulai tertunduk murung
“Tapi,
Time........ Jika aku tidak melakukan ini semua, itu sama saja aku tidak tau
berterima kasih padamu, Time. Apalagi kamu sudah memperbolehkanku untuk tinggal
disini selamanya.” Ucap Cassandra murung.
“Sudahlah,
sudahlah, tidak perlu dipikirkan” Ucap Time seraya memukul mukul punggung
Cassandra pelan
“Terlebih
lagi kita ini temankan, sesama teman kita harus saling mendukungkan?” Ucap Time
yang tersenyum kearahnya.
Cassandra
pun mukanya memerah dan kemudian ia pun menunduk seraya mengangguk.
Time
pun membalasnya dengan senyuman.
‘Yaaah~,
seperti itulah Cassandra. Dasar, dia orangnya memang sangat merepotkan.’ Batin
Time menghela nafas
.
Keesokan
harinya
Time
pun memakai sepatunya dan bersiap siap untuk berangkat sekolah.
“Yosh!
Kalau begitu aku berangkat dulu ya Cassandra” Ucap Time yang beranjak pergi
“Ano.....
Time!” Ucap Cassandra yang membuat langkah Time terhenti
“Hm?
Ada apa?” Tanya Time
“Ummm~....
Apakah kamu tidak bisa sehari saja untuk tidak masuk sekolah?” Tanya Cassandra
“Y-yahhh....
mungkin kalau aku tidak masuk sehari tidak akan masalah. Tapi karena hari ini
gurunya killer...., jadi....., aku tidak bisa melakukan hal itu. Terlebih lagi,
bisa bisa reputasiku dikelas akan jadi buruk lagi.” Ucap Time
“Be,
begitu ya....” Ucap Cassandra tertunduk murung
Melihat
hal itu, Time pun mencoba menghiburnya dan memegang pundaknya
“Hei.....
sudahlah.... lagipula aku pulang gak sampai malam kok. Begitu kelas sudah
selesai, aku janji, aku pasti akan langsung pulang kok” Ucap Time tersenyum
Cassandra
pun masih tertunduk murung
“Ummm~,
bagaimana kalau setelah pulang nanti. Aku membelikan kamu sesuatu. Apakah kamu
ada sesuatu yang kamu inginkan?” Tanya Time
Cassandra
pun hanya menggeleng
“Ta,
tapi janji ya. Kalau kamu nanti akan langsung pulang!” Ucap Cassandra yang
menatap Time khawatir
Time
pun hanya tersenyum dan kemudian ia memegang kepala Cassandra dan mengelusnya
“Iya,
aku janji kok” Ucap Time seraya tersenyum
Wajah
Cassandra pun memerah.
“Sudah
ya, aku berangkat dulu” Ucap Time yang diberi respon lambaian tangan dan senyum
tipis oleh Cassandra
Diperjalanan
menuju sekolah Time pun kepikiran dengan kata kata Cassandra tadi.
‘Aneh....,
kenapa tadi Cassandra seperti itu ya? Tidak seperti biasanya. Seolah olah dia
mengatakan kalau akan terjadi hal yang buruk nantinya jika aku berangkat
sekolah atau tidak cepat cepat pulang kerumah nantinya. Apa jangan jangan, dia
punya indera keenam ya?. Hiii, jadi merinding sendiri... tapi, mana mungkinkan.
Kalau dilihat bagaimanapun juga, Cassandra adalah perempuan yang sangat normal
bagiku’ Batin Time yang berbicara sendiri
“Ohayou!”
Teriak Kenko yang memukul punggung Time
“Whoaaaa!”
Teriak Time yang terkejut
Time
pun langsung menghajar Kenko dan membuatnya bonyok seketika itu juga
“Jangan
mengagetkanku seperti itu! Kau ingin kubunuh ya!” Amuk Time yang meletakan
tinjunya kedepan
“Reaksi
yang terlalu berlebihan~” Ucap Kenko
“Tapi.....,
lagi mikirin apa hayo...? Kayaknya Cuma ditepok gitu aja, reaksimu berlebihan
kayak gitu” Ucap Kenko yang sembuh seketika itu juga.
“Gak,
gak mikirin apa apa kok” Ucap Time yang membelakangi Kenko dan mencoba
menghiraukannya
“Jangan
gitulah~, ayo, cerita aja. Mikirin cewe? Gebetan? Apa... pacar nih? Kenalin
dong kalo boleh” Goda Kenko yang merangkul leher Time
“Kau
benar benar ingin kubunuh ya...?” Ancam Time
“Ampun~”
Ucap Kenko
.
Sesampainya
dilorong sekolah.
“Yo,
Tigrerly” Ucap seseorang yang berambut orange pendek yang mencoba menyapa Time
“!?....
Owh, Mike! Ada apa?” Balas Time
“Apakah
nanti sehabis pulang sekolah kamu ada acara?” Tanya Mike
“Ummm~,
gak ada sih. Memangnya ada apa?” Tanya balik Time
“Bukan
permintaan yang sulit, tapi bisakah kamu membantuku membersihkan taman kota
nanti sore?” Tanya Mike
“Ummm~,
bisa aja sih. Tapi aku tidak bisa lama lama, begitu malam tiba, aku harus cepat
cepat pulang kerumah.” Ucap Time
“Ho....,
tenang saja, itu tidak akan lama kok. Karena ada temanku yang datang untuk membantu
menyelesaikan semuanya” Ucap Mike
“Kalau
begitu sih.... aku rasa tidak masalah.” Ucap Time
“Hmph.
Aku tunggu kau di taman kota ya, Tigrerly” Ucap Mike yang pergi
meninggalkannya.
‘!?....
Tumbenan si Mike mau berbicara denganku. Biasanya kan dia orangnya cuek begitu
berpapasan denganku. Tapi.... ya sudahlah, karena aku sudah terlanjur janji
padanya, lebih baik aku tepati saja. Aku rasa, Cassandra tidak akan
mempermasalahkan kalau aku pulang agak terlambat.’ Batin Time.
.
Di
dalam kelas
Terlihat
anak anak sedang bergerombol membicarakan sesuatu
Melihat
hal itu, Time dan Kenko pun menghampiri salah satunya
“Ada
apa?” Tanya Time
“!?....
Apa kamu tidak tau Time? Itu si Michio, dini hari tadi rumahnya kebakaran” Ucap
salah satu murid tersebut
Time
dan Kenko pun terkejut mendengar hal tersebut
“Kasihan
ya dia sampai shock seperti itu” Ucap salah satu murid tersebut
“Bagaimana
tidak shock. Kamu lagi enak enaknya tidur malam, tiba tiba saja dikagetkan sama
rumahmu yang dalam sekejap dilahap oleh api.” Ucap salah satu murid tersebut
“Lalu.....,
keadaan Michio bagaimana?” Tanya Time khawatir
“Orangnya
sih selamat, cuman karena kebakaran tersebut 3 rumah, hangus begitu saja” Ucap
salah satu murid tersebut
“Katanya
sih gara gara arus pendek listrik jadinya gitu deh” Ucap salah satu murid
tersebut
Time
pun menghela nafas lega mendengar itu semua.
“Kasihan
ya si Michio. Besok kita jenguk si Michio yuk, supaya dia bisa lebih tenang”
Ucap Kenko
“Hm,
boleh aja sih.” Ucap Time
“Ya
udah, besok ya” Ucap Kenko
Time
dan Kenko pun duduk dibangkunya masing masing.
Tidak
lama setelah itu, Ghunts pun masuk ke kelas dan duduk di samping Time
“Yo,
Ghunts” Sapa Time
“Oh
ya Time, bagaimana dengan keadaan tangan kananmu itu?” Tanya Ghunts
“!?....
Oh, ini... Yaaah~, masih sama seperti yang kemarin. Lagi lagi dokter tidak tau
penyakit apa yang diderita sama tangan kananku ini” Ucap Time nyengir
“Ho....!
Bukannya aneh ya?, kalau ada penyakit yang sudah satu bulan lamanya tapi tidak
sembuh sampai sekarang?” Tanya Ghunts
“Ummm~,
entahlah, aku juga tidak tau.” Balas Time nyengir
“Apakah
aku boleh melihatnya?, mungkin saja.... aku tau kalau kau itu terkena penyakit
apa” Ucap Ghunts
“Jangan!
Kan aku udah bilang kalau kata dokter, ditakutkan ini berpotensi menyebar seperti
virus. Aku tidak boleh membukanya begitu saja sampai dokter itu tau aku terkena
penyakit apa” Ucap Time
“Oh,
begitu ya...? Baiklah kalau begitu” Ucap Ghunts
‘Ya
ampun.... ini si Ghunts kenapa jadi pengen tau seperti ini sih? Gak seperti
biasanya’ Batin Time.
.
Bel
sekolah akhir pun berbunyi
Time
pun bersiap siap pergi ketempat yang Mike katakan tadi
“Time”
Panggil Ghunts
“!?....
Ada apa lagi?” Tanya Time yang mulai keringat dingin
“Kau
setelah ini mau kemana?” Tanya Ghunts
“Ummm~,
ada urusan sebentar sih habis ini. Emangnya ada apa?” Tanya Time
“Mulai
saat ini, lebih baik kau tidak mempercayai siapa siapa dulu. Ini demi
keselamatanmu juga Time” Ucap Ghunts
“Kalau
kau sekali saja terjatuh oleh kata kata manisnya. Hmph, mungkin saja hal yang
buruk akan menimpamu” Ucap Ghunts yang pergi meninggalkan Time
‘Heh~!?....
Apa sih maksudnya....? Kenapa dia jadi aneh seperti itu. Apa kepalanya sempat
terbentur sesuatu ya, jadinya seperti itu.’ Batin Time kebingungan
.
Hari
pun menjelang gelap
Sesampainya
di taman kota Time pun bertemu dengan Mike.
“Yo,
Mike!” Ucap Time
“Yo,
Tigrerly. Sebelum memulai ini semua, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu”
Ucap Mike
“Soal?”
Tanya Time
“Kalau
kau mengikuti sebuah perlombaan dan berakhir setim denganku. Apakah kau rela membantuku
kapan saja?” Tanya Mike
“!?.....
Tentu saja! Apalagi kita ini temankan. Sudah seharusnya kita untuk saling
mendukungkan?” Ucap Time
“Begitu
ya....., meskipun dalam artian, kau mau mati demi aku?” Ucap Mike
“Eh?”
Ucap Time kebingungan
Dalam
sekejap mata pisau tombak menembus dari belakang kedepan badan Time.
Time
pun memuntahkan darah cukup banyak disertai darah yang menyembur keluar dari
badan yang terkena tusukan mata pisau tersebut.
Time
hanya bisa menatap Mike dengan shock seraya memegangi mata pisau tersebut
dengan kedua tangannya dan kemudian berlutut.
Terlihat
dibelakang Time, ada seseorang yang menusukkan tombaknya kearahnya dari
belakang.
Orang
tersebut mengangkat Time dengan tombaknya lalu melepas tombaknya begitu saja
dan membuat Time terjatuh bersimbah darah begitu saja.
“Kau
ingin melakukan apa sajakan demi aku? Demi temanmu ini? Kalau begitu....
matilah demi aku. Tigrerly.” Ucap Mike
“M.....Mike....K,
kau.....” Ucap Time yang pandangannya semakin gelap, gelap dan gelap dan pada
akhirnya ia pun memejamkan matanya.
.
.
.
.
.
“(Gasp)!!!”
Reaksi Cassandra yang mendengar kejadian itu semua.
‘....Time~’
Batin Cassandra khawatir.
Sementara
itu di taman kota
“Yo,
Tigrerly. Sebelum memulai ini semua, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu”
Ucap Mike
.
“Apa
kau mau mati demi aku?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar