Chapter 7: The Headless
Rider
“(Gasp)!!!”
Reaksi Time terkejut begitu melihat 2 bayangan di kejauhan dan itu adalah.....
Seseorang
dengan tudung merahnya yang menyeringai kearahnya dan juga.... seseorang
berbadan besar yang memakai baju zirah seraya menentang kepalanya dan juga
membawa cambuk dari tulang punggung manusia.
Time
pun sangat shock mengingat cerita yang waktu itu di ceritakan oleh Kenko.
-
- Flashback -
“.....Ketika
sekolah sudah mulai sepi dan matahari mulai tenggelam........ Ia akan menampakkan
wajahnya lagi seraya membawa hantu tanpa kepala
bersamanya. Dan pada saat itulah ia bersiap siap untuk............
Memakan jiwamu.....” Ucap Kenko.
-
- Flashback End -
Time
pun menjadi ketakutan............ Sangat ketakutan dan saking ketakutannya......
Time pun tidak bisa menggerakan badannya dan hanya bisa terbujur kaku ditempat
dengan tatapannya yang ketakutan.
“Hihihihi.
Benar benar mangsa yang lezat.” Ucap orang yang memakai tudung merah tersebut
yang menjilat bibir bagian atasnya dan menyeringai
“.........
Lakukanlah.....!”
Tidak
lama setelah itu, orang yang berbadan besar tersebut maju beberapa langkah dari
orang bertudung tersebut, disertai oleh sekumpulan bayangan hitam yang muncul
dibelakangnya, setiap ia melangkah.
Seketika
itu juga muncul pintu gerbang raksasa dibelakang orang berbadan besar tersebut.
‘!!!....
Apa....? Apa yang akan ia lakukan? Ba-badanku.....! Badanku tidak bisa
digerakkan sama sekali!’ Batin Time yang terbujur kaku
Seketika
itu juga Time mengingat kata kata Cassandra yang waktu itu
-
- Flashback -
“Oh
ya Time.....!” Ucap Cassandra yang kemudian memegang tangan kanan Time
“Kalau
nanti kamu ada masalah........, gunakanlah command sealmu. Aku pasti akan
datang kok”
Cassandra
pun tersenyum kearah Time
“Baiklah,
kalau ada masalah, aku pasti akan memanggilmu kok.” Ucap Time yang tersenyum
tipis
- - Flashback End -
‘!!!....
Benar juga! Tapi.....’ Batin Time yang teringat janjinya kepada Cassandra
‘Tch,
aku sudah berjanji padanya untuk tidak memperlakukannya seperti seorang
Servant. Jika aku memanggilnya..... itu sama saja aku membiarkan nyawanya dalam
bahaya begitu saja.’
Time
pun menggenggam tinju dan menggagalkan niatnya
‘Aku.....,
tidak akan membiarkan hal itu terjadi!’ Batin Time
Orang
berbadan besar tersebut menunjuk Time dan meraung.
Tidak
lama setelah itu, pintu gerbang yang ada dibelakangnya pun terbuka begitu saja
dan mengeluarkan tekanan angin yang cukup kuat yang menghisap masuk kedalam
gerbang tersebut.
Badan
Time otomatis menjadi condong kedepan seperti ingin terhisap kedalam gerbang
tersebut, akan tetapi posisinya masih tetap terdiam ditempat ia berdiri
tersebut.
Seketika
itu juga muncul sebuah aura dari badan Time yang ternyata itu adalah.....
rohnya Time pun keluar dari badan Time.
DEG!
“UWAAAAAAAAAAARGH!!!!”
Teriak Time yang kesakitan
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”
‘Sa-sakit.....!
Sakit! Sakit! A-apa ini...?! Urgh! Seluruh badanku..... rasanya seperti di tusuk oleh pedang! U-Urgh......!’ Batin Time kesakitan
Orang
bertudung merah tersebut hanya bisa cekikikan dan gerbang tersebut masih
mencoba mengeluarkan roh Time dari dalam dirinya.
Roh
Time sedikit demi sedikit keluar dari dirinya dan disetiap rohnya keluar, Time
pun menjerit semakin keras dan keras.
Dan
pada akhirnya....... rohnya Time hanya tinggal tersisa di kepala, kedua telapak
tangan dan kakinya.
“AAAAAAAAAAAAAAAARGH!!!”
Teriak Time yang semakin keras
.
Tiba
tiba saja muncul sebuah benda kecil yang dilempar dari belakang Time menuju
kedua orang tersebut dan ternyata itu adalah.......
BUM!
Benda
tersebut meledak yang ternyata adalah sebuah bom.
Akibat ledakan tersebut, gerbang
tersebut pun menghilang begitu saja, yang mana membuat rohnya Time masuk
kembali kedalam dirinya dan membuatnya terjatuh kedepan
“Urgh!”
Ucap orang bertudung tersebut yang terseret kebelakang akibat ledakan barusan begitu juga dengan orang yang berbadan besar
tersebut.
Tidak
lama setelah itu, muncul seseorang yang melompat ke depan Time, lalu ia memutar
kedua pistolnya dan meletakan kedua tangannya kesampingnya.
“Hmph.
Kau terlalu baik master. Tapi.... untuk apa kau menyelamatkan masternya Caster
untuk yang kedua kalinya hah?” Tanya orang tersebut yang berada didepan Time
Time
pun mencoba mengangkat kepalanya dan melihat sosoknya tersebut.
Terlihat
orang tersebut memakai topi dan jubah seperti cowboy dan juga memiliki rambut
yang berwarna coklat.
“Iya
lah~, kan Time temanku, jadi mana mungkinlah aku membiarkannya terbunuh begitu
saja.” Ucap seseorang yang berada dibelakang Time
‘Suara
ini, jangan jangan.....!’ Batin Time yang terkejut begitu melihat Kenko yang ada di belakangnya
“Kenko!”
Teriak Time yang terkejut
“Yo”
Ucap Kenko memberi salam
“K-kau
juga seorang master?” Tanya Time
“Begitulah,
seperti yang kau lihat sekarang.” Ucap Kenko yang menunjukkan command sealnya
“Maka
dari itu, mana mungkin aku membiarkanmu terbunuh begitu sajakan”
‘Kenko.
Kau....’ Batin Time
“..........Jangan
sampai membiarkan ia membunuh Time, Archer....” Ucap Kenko
“Hmph.
Di mengerti” Ucap Archer menyeringai
Akan
tetapi orang bertudung tersebut hanya meletakkan tangannya di depan wajahnya dan mulai tertawa
“Khu
khu khu... Hahahahaha! Apa ini, apa ini, apa ini...... Sepertinya aku
mendapatkan dua mangsa yang lezat sekaligus” Ucap orang bertudung tersebut
menyeringai
“Rider!
Bunuhlah mereka!”
Rider
pun meraung dan bersiap siap dalam posisi menyerang.
Archer
pun langsung meluncur kearah Rider dan langsung menembakinya dengan kedua
pistolnya.
Akan
tetapi serangannya pun tidak mempan terhadapnya dan membuat Archer terkejut
melihatnya.
Tidak
lama setelah itu, Rider pun langsung meluncur kearah Archer dan langsung
menghantamkan cambuknya kebawah.
Archer
pun langsung menghindari serangannya kesamping, dan langsung menembaki
pistolnya sekali.
Akan
tetapi serangannya tersebut tidak mempan terhadapnya. Dan kali ini Rider pun
langsung mengayunkan cambuknya lagi dan pada kali ini, ia menyerang secara
berkali kali dan membuat Archer mencoba menghindari setiap serangannya dan
menembaki pistolnya disetiap ia menghindari serangannya tersebut.
Archer
pun melompat secara backflip, menghindari ayunan cambuk yang dilancarkan Rider
dan menembakinya berkali kali. Seluruh tembakannya tersebut tidak mempan
terhadapnya.
Rider
pun memutar cambuknya dan membuatnya lurus dan tegak menjadi seperti pedang
seraya mengambil posisi siap siap menyerang Archer dengan menghadapkan ujung
cambuknya kedepan. Dan langsung menusukkan cambuknya kedepan tepat kearah
Archer
Archer
dengan cepat langsung menghindarinya dengan langsung mendaratkan dirinya
kebawah dan langsung menembaki kedua pistolnya secara bersamaan. Sama seperti
tadi, serangannya pun tidak mempan terhadapnya.
Rider
pun langsung memutar cambuknya lagi dan menghantamkan cambuknya kearah Archer.
Akan
tetapi dengan cepat, Archer menghindarinya dan langsung muncul dengan menginjak
cambuknya Rider, yang membuatnya tidak bisa berkutik.
Archer
pun langsung mengeluarkan senapan lontaknya dan tepat mengarahkannya ke Rider.
“Heh.
Percuma saja kau menyerangnya! Beribu ribu kali pun kau mencobanya, seranganmu
itu tidak akan mempan dari.......” Ucap orang bertudung tersebut yang terputus
begitu......
BUM!
Senapan
yang di tembakan Archer meledak begitu mengenai Rider dan membuat Rider
terseret kebelakang begitu saja.
‘Hmm...
serangan biasa tidak bisa melukainya ya..... Terlebih lagi, semua serangan
tidak akan mempan terhadap dirinya. Akan tetapi ia terkena efek begitu ia
terkena ledakan.’ Batin Archer yang berpikir
‘.......Aku
penasaran.... ada satu hal yang ingin ku uji sebenarnya...’
Archer
pun mengarahkan senapan lontaknya ke Rider dan langsung menembaknya.
DAR!
Peluru
yang ditembakkan Archer pun mengarah tepat kearah.... kepala Rider yang di bawa
olehnya dan membuat Rider pun langsung menghindarinya dengan menghadap kesamping dan
langsung meraung ke arah Archer.
“(Menyeringai)
Seperti dugaanku...” Ucap Archer
Archer
pun langsung menurunkan bagian depan topinya dan agak menunduk seraya menatap
Rider dengan menyeringai akan tetapi serius. Seakan akan mengatakan bahwa ia
sudah bisa menguasai medan perang saat ini.
Tidak
lama setelah itu Archer pun maju dengan membawa dua bom yang ia pegang di kedua
tangannya dan langsung melemparnya kearah Rider.
BUM!
BUM! DAR!
Di
tengah tengah ledakan tersebut Archer pun mencoba menembaki Rider dengan
senapannya tepat kearah kepalanya. Refleks, Rider
pun dengan cepat menghindarinya dengan mundur kebelakang seraya melompat
keatas.
Tiba
tiba saja Archer muncul dari balik asap dan sedang melompat kearah Rider. Rider
pun terkejut dan Archer pun langsung menendang kepala Rider kebawah.
Kepalanya
Rider pun jatuh kebawah dan Rider merasakan kesakitan begitu kepalanya
tertendang begitu saja.
Archer
pun langsung menghadap kebelakang dan menembaknya dengan senapannya. Dan kali
ini tembakannya tersebut menghasilkan ledakan lagi yang membuat Rider terpental
kebelakang sedangkan Archer kedepan, hampir mendekati kepalanya Rider yang
tergeletak begitu saja.
Archer
pun langsung meluncur kearah kepala Rider tersebut dan Rider pun langsung
mengambil cambuknya yang tergeletak dan mengayunkannya.
Cambuknya
Rider tersebut pun seketika itu juga menjadi panjang yang mana mengarah ke
kepalanya.
“Terlambat!”
Ucap Archer yang langsung menembaki kepala Rider dengan senapannya
DAR!
.
Archer
pun terkejut begitu melihat...... ada anjing berkepala dua yang menghalangi
tembakannya dan tidak jadi mengenai kepalanya Rider.
Cambuknya
Rider pun dengan cepat berhasil mengambil kepalanya dan Rider pun langsung
membawanya kesamping badannya
“Tch!”
Respon Archer begitu melihat hal tersebut
Archer
pun berhenti dan langsung berputar menghadap ke Rider
Tiba tiba saja orang bertudung tersebut langsung mengeluarkan sebuah portal berwarna
merah darah.
“Muncullah...
Orthrus...” Ucap orang tersebut
Tiba
tiba saja di portal tersebut muncul dua anjing berkepala dua yang langsung
mengigit pundak sebelah kanan, kepala belakang, tangan kiri dan badan sebelah
kiri Archer
“Uargh!”
Ucap Archer kesakitan
“Archer!”
Teriak Kenko
Orang
tersebut sekali lagi, mengeluarkan anjing berkepala dua yang langsung menerkam
Archer dan mendorongnya keluar jendela.
PRANG!
‘Apa.....
apa apaan orang itu?!’ Batin Time terkejut
“.....Kejarlah
dia...” Ucap orang tersebut
Rider
pun langsung meluncur dan mendobrak tembok yang ada disebelahnya.
BRAK!
.
“Hmph.
Sepertinya Rider kesulitan membunuh makanan kecil seperti kalian ini, bahkan
meskipun ia memiliki julukan dari kematian itu sendiri di irlandia. Ia sampai
bisa dipukul mundur seperti itu.” Ucap orang tersebut
“Tapi......”
Orang
tersebut pun menyeringai dan tidak lama setelah itu muncul api yang berkobar
disamping kanan dan kiri, sepanjang koridor tersebut.
“.....Untuk
membunuh kalian! Tidak akan membutuhkan waktu yang sangat lama!” Teriak orang
tersebut
“Muncullah!
Tartaros!” Teriak orang tersebut yang membentangkan kedua tangannya
Tidak
lama setelah itu muncul pasukan tengkorak yang membawa berbagai macam senjata dari tanah.
‘Api
ini.... jangan jangan...!!’ Batin Time yang teringat sesuatu
Time
pun mencoba bangun dan berlari beberapa senti kedepan
“Apa
kau yang menyebabkan insiden yang terjadi dikota ini belakangan ini hah?!”
Tanya Time yang agak berteriak
“Benar!
Itulah aku! Akulah orangnya! Akulah yang telah merengut nyawa nyawa orang
dikota ini! Dan dengan mudahnya mengambil nyawa mereka seperti mengambil permen
dari seorang anak kecil! Hahahahahaha!” Teriak orang tersebut
Mendengar
itu Time pun menjadi geram
‘.......Dasar
brengsek!!!......Berani beraninya ia melakukan itu semua....!!!’ Batin Time
yang menggenggam tinju dan menatap orang tersebut dengan tajam
“Lalu
kau mau melakukan apa huh? Melawanku? Haha! Coba saja kalau bisa, dasar
makanan!” Ucap orang tersebut
“Tartaros!”
Pasukan
tengkorak tersebut pun mulai berlari kearah Time dan Kenko.
“O-ow
waktunya aku menunjukkan kekuatan sihirku yang sebenarnya” Ucap Kenko
“Tunggu
dulu.... kau juga memiliki sihir Kenko?” Tanya Time terkejut
“Tentulah....
kalau tidak..... bagaimana aku bisa ikut perang ini” Ucap Kenko
“Benar
juga sih...” Ucap Time
“Lihatlah
baik baik.... kekuatan sihirku yang hebat ini” Ucap Kenko
“Ho....!”
Ucap Time berbinar binar
Kenko
bersiap siap mengeluarkan sihirnya dengan membentangkan kedua tangannya
kebelakang dan menatap tajam para Tartaros
Melihat
itu... para Tartaros pun langsung berhenti begitu saja. Lalu Kenko pun mulai
mengayunkan kedua tangannya keatas.
Semua
orang disitu pun terdiam melihat itu semua dan......
“Lucky
shield. Phew...” Ucap Kenko yang menembakkan sihirnya ke Time dan dirinya
“Eh....?”
Ucap Time terkejut
Suasana
pun hening sejenak
.
.
.
.
Para
Tartaros pun hanya bisa menatap satu sama lain dan karena tidak terjadi apa
apa, mereka pun mulai berlari kearah Time dan Kenko kembali
“Mana
sihirmu itu oi!” Omel Time yang menggenggam kerahnya Kenko
“Yaaa....
itu... sihirku. Lucky shield, menambah keberuntungan satu rangking. Kecekan?”
Ucap Kenko
(Nb:
Kece = Keren)
“Apanya
yang kece hah?!! Itu gak akan menyelamatkan kita sama sekali oi!” Omel Time
Para
Tartaros pun semakin mendekat
“Sialan......!
Kalau begini.... seharusnya aku tidak mempercayaimu sama sekali tadi.” Ucap
Time
“Tch!
Kalau begitu.... tidak ada pilihan lain”
Time
pun menggendong mayat anak perempuan tersebut dan mulai berlari kearah pintu
keluar.
“Oi
tungguin saya” Ucap Kenko yang ikut berlari
‘Mempelajari
struktur lama.... berhasil! Mengubah komponen komponen lama menjadi baru....
lakukan! Tulislah kembali apa yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru.....
yang dapat berguna bagi siapapun itu juga......’ Batin Time
Tidak
lama setelah itu muncul lingkaran sihir biru disertai gelombang energi biru
yang sangat besar disekeliling Time.
“Re.....write!”
Teriak Time
Cahaya
biru keluar dari lingkaran sihir tersebut, yang membentuk pilar disekeliling
Time.
Time
pun memegang lengan baju Kenko dan langsung menerobos api tersebut
“Wow....
GG hal” Ucap Kenko terkejut
Tidak
sampai disitu, Time pun juga menerobos pintu kaca dengan mudahnya.
PRANG!
Time
dan Kenko pun terus berlari dan pada akhirnya mereka sampai dilapangan dan berhasil
keluar dari gedung sekolah. Mereka berdua pun terduduk dan ngos ngosan
“Gimana...?
Hoki kan?” Tanya Kenko
(Nb:
Hoki = Beruntung)
“Hoki
apanya hah?! Kalau malahan aku yang harus.....” Ucap Time terputus begitu
DEG!
“UAAAAAAAARGH!!!”
Teriak Time yang terjatuh seraya memegangi kepalanya karena kesakitan
“Waduh,
waduh, waduh..... ada apa Time? Kok kamu tiba tiba begini?” Tanya Kenko
“Urgh....
aku.... terlalu lama menggunakan sihirku. Jadinya.... seperti inilah....
Ukh...” Ucap Time yang masih merasakan kesakitan
“Hmm....
sepertinya Archer bisa menangani Rider saat ini. Tapi.... Seharusnya sih....
kalau sudah memakai sihirku kamu tidak perlu beraksi juga. Kalau kamu diam
begitu saja nanti juga hoki sendiri kok” Ucap Kenko
“Terus.....
aku bakalan ngebiarin diriku kebunuh gitu aja hah?! Emangnya aku ini kayak kamu
apa! Yang rela mati konyol begitu saja?!” Omel Time
“Alig”
Ucap Kenko
Tiba
tiba saja dari udara muncul sebuah benda yang meluncur tepat mengarah atas
mereka lalu benda tersebut pun bersinar begitu saja dan ketika mereka berdua
melihat keatas..........
.
Tiba
tiba saja muncul hujan panah yang sangat banyak diatas mereka
“!!!.......
Woaaaaaaaah!” Teriak Time dan Kenko
To
Be Continue.......