Chapter 5: The Holy
Grail War
Di
kediaman Time
“Ya
ampun~.... kau ini benar benar bodoh ya...?” Ucap Ashley yang berface palm
“Setelah
kau berpartisipasi dan ikut kedalam perang ini, kau malahan tidak tau apa apa
mengenai perang ini....?”
“Huh.....!
Kau ingin kubunuh ya?” Ucap Time jengkel mendengar perkataan Ashley
BRAK!
Ashley
pun menggebrak meja
“Dengar!
Kalau kau mengikuti perang ini tapi tidak tau apa apa soal perang ini, untuk
apa kau mengikuti perang ini hah?! Itu sama saja kau bunuh diri tau!” Omel Ashley
yang menunjuk kearah Time
“Kalau
soal itu.....” Ucap Time yang tertunduk dan kemudian menggenggam tinju kedua
tangannya
“Tch! Aku.....
benar benar tidak tau. Setelah semua apa yang terjadi tadi....., aku..... benar
benar tidak paham apa yang sebenarnya terjadi disini!”
“.......
(Sigh) Kalau dia memang servantmu, seharusnya dia sudah memberitahumu dari
awal.” Ucap Ashley
“Ser.....vant?”
Ucap Time kebingungan
“Servant
yang ada disana! Kenapa kau tidak memberitahu semuanya tentang perang ini hah?!
Bukannya itu tugasmu untuk memberitahunya, walaupun ia penyihir amatiran” Ucap
Ashley
“Apa
yang kau bilang hah!” Amuk Time yang menggebrak meja
Cassandra
pun tidak menjawab apa apa dan hanya tertunduk murung begitu saja
“(Sigh)
Sepertinya tidak ada pilihan lain.....” Ucap Ashley yang pasrah
“Seperti
yang kubilang, jika kau tidak tau apa apa soal perang ini. Kau sama saja dengan
membunuh dirimu sendiri dan jika kesalahan sedikit saja kau perbuat, maka
kesalahannya sangatlah fatal. Bukan hanya untuk dirimu saja, tapi untuk Servant
yang ada disebelahmu juga” Ucap Ashley
“!!!....
Jadi....., kau juga adalah seorang servant?” Ucap Time yang terkejut dan
kemudian melihat ke Cassandra
Cassandra
pun masih tidak menjawab apa apa dan hanya tertunduk murung begitu saja
“Tapi....
apa itu servant? Dan.... perang apa yang kau maksudkan itu?” Tanya Time kepada
Ashley
“.....Perang
cawan suci” Ucap Ashley tajam
“Perang.....
cawan suci?” Ucap Time
“Ya.
Perang yang melibatkan ketujuh servant, masing masing memiliki class tersendiri
diantaranya adalah Saber, Archer, Lancer, Caster, Rider, Assassin dan
Berserker. Untuk memperebutkan suatu benda yang dapat mengabulkan keinginan apa
saja bernama cawan suci.” Ucap Ashley yang membuat Time agak terkejut
“Seperti
yang kau tau, servant milikku memiliki class Saber dan Mike sudah memiliki
Lancer. Terlebih lagi kita tidak tau
siapa master dari Berserker yang menyerang kita tadi”
“Lalu.....
kalau begitu.... kau.....” Ucap Time terputus begitu melihat ke Cassandra
Cassandra
masih saja terdiam
“(Sigh)
Mau sampai kapan ia terdiam seperti itu. Tapi.... sepertinya wajar sih kalau ia
tidak ingin berbicara dan membocorkan informasinya begitu saja didepan master
lain, dan juga kalau dilihat dari serangannya tadi, aku rasa ia memiliki class
Caster” Ucap Ashley
“Cas....ter...?”
Ucap Time
“Ya.
Terlebih lagi, seorang servant tidak akan muncul begitu saja sebelum ada yang
memanggilnya melalui ritual yang dilakukan oleh seorang penyihir. Servant yang telah
menjalin kontrak dengan seseorang, baik itu orang yang memanggilnya ataupun
orang lainnya. Otomatis orang tersebut adalah seorang master dan..... seorang
master yang telah menjalin kontrak dengan servantnya akan mendapatkan lambang
ini”
Ashley
pun menunjukkan lengan kanannya yang terdapat lambang berwarna merah yang
hampir sama seperti Time. Hanya saja berbeda bentuknya.
‘(Gasp)!
Itu....! Jangan jangan....!?’ Batin Time
“Ya.
Ini dinamakan sebagai command seal, ini dijadikan identitas kalau orang
tersebut adalah seorang master. Selain itu kegunaan dari Command Seal itu
sendiri adalah sebagai mantra perintahmu kepada Servantmu apa yang harus ia
lakukan pada saat itu.” Terang Ashley
Time
pun langsung membuka perban ditangan kanannya
“....Time!
Jangan!” Ucap Cassandra yang ingin menghentikan Time tapi terlambat
Perban
Time pun terbuka dan Ashley pun melihat lambang ditangan kanan Time tersebut.
“Ya.
Seperti itulah. Itu berarti menunjukkan kalau kau adalah seorang master,
Tigrerly.” Ucap Ashley
Time
pun tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan dengar barusan. Lalu ia pun
melihat ke arah Cassandra, mengatakan seolah olah kenapa ia tidak
memberitahukan ini sebelum sebelumnya.
“Akan
tetapi, cawan suci tidak akan muncul begitu saja sebelum ada salah satu Servant
dan masternya yang berhasil bertahan. Servant dan masternya yang berhasil
bertahan dinyatakan sebagai pemenang dan berhak mendapatkan cawan suci
tersebut” Lanjut Ashley
“Tapi,
disinilah permasalahnya. Servant yang terpanggil bukanlah manusia biasa, melainkan
tokoh tokoh ternama yang berada di zaman dulu, bisa saja itu pahlawan kuno,
tokoh penjahat, makhluk mitologi bahkan juga pahlawan masa depan.”
“Karena
pada dasarnya melawan para servant sangat beresiko dan tidaklah semudah seperti
yang di bayangkan, seperti yang kau lihat tadi malam. Banyak para master
terdahulu yang mencari alternatifnya, yaitu....”
.
“Membunuh
masternya”
Time
pun terkejut mendengar perkataan Ashley tersebut
“Yaaah~
pada dasarnya Servant bisa mempertahankan bentuknya berkat terhubungnya mereka
dengan kontrak oleh masternya satu sama lain dan juga tergantung oleh stock
sihir yang dimiliki oleh sang masternya. Jika masternya yang merupakan inti dan
juga stock sihir dari servant tersebut mati, maka...” Ucap Ashley terputus
“!.... Servant
yang bersangkutan akan menghilang begitu saja” Ucap Time yang mulai mengerti
“Ya.
Itu benar, seperti yang dilakukan Mike padamu. Mengetahui kau adalah seorang
master, ia mencoba menghancurkan intinya terlebih dahulu sebelum berhadapan
langsung dengan servantmu itu” Ucap Ashley
“.....Selain
itu, selama perang berlanjut, seorang master dan servant berhak melakukan apa
saja demi menambah stock sihirnya tersebut. Meskipun itu.... mengorbankan orang
yang tidak bersalah”
Seketika
itu juga Time mengingat kejadian kebakaran yang terjadi ditelevisi dan juga
yang menimpa si Michio.
“Tunggu
dulu! Jangan bilang berita tentang kebakaran itu perbuatan dari....” Ucap Time
terputus
“Ya.
Bisa saja itu perbuatan dari seorang servant.” Ucap Ashley
‘Tch!
Melibatkan orang yang tidak bersalah hanya demi mencapai tujuannya.....! Busuk sekali
cara mereka itu!’ Batin Time yang kesal seraya menggenggam tinju
“Tapi....
apa tidak ada cara lain? Selain membunuh masternya?” Tanya Time
“Yaaah~....
itu hanyalah pilihan lain saja sih. Tidak ada yang memaksamu kok kalau kau
harus melakukan cara itu. Tapi kalau memang terpaksa dan kau tidak ingin
membunuhnya kau boleh memotong tangan yang terdapat Command Seal tersebut. Itu
saja cukup untuk merusak kontrak mereka berdua” Ucap Ashley enteng
‘Entah
kenapa perkataanmu gak membuatku senang sama sekali tau.....!’ Batin Time yang
mengeluarkan air mata
“Oh
ya....... dan juga, selama kau menjadi seorang master kau berhak mengetahui
identitas asli servantmu dan juga menjaganya dari sepengetahuan master lain”
Ucap Ashley
“!?.....
Memangnya kenapa?” Tanya Time
“Yaaah~....
dengan mengetahui identitas aslinya, itu akan memudahkanmu melihat potensi yang
ada pada servantmu dan itu sangat efektif pada saat melawan para servant
nantinya.” Terang Ashley
“Tapi......
kalau identitas asli servantmu terungkap oleh master lain. Secara langsung dan
tidak langsung pasti master tersebut langsung mengetahui kelebihan dan
kelemahan dari servantmu tersebut, berdasarkan pengalaman yang dilakukan di
masa lalunya. Dan itu akan memudahkannya untuk menyerangmu selanjutnya”
“Maka
dari itu, para master dan servant menyembunyikannya dengan menyebut sesuai
class mereka masing masing”
“Be-begitu
ya....?” Ucap Time berkeringat dingin karena mengingat ia mengucapkan nama Cassandra kencang kencang
“Yaaah~....
aku rasa itu cukup. Bagaimana, Tigrerly? Apa kau masih mau melanjutkan perang
ini atau.........” Ucap Ashley terputus
“Kau
mau berhenti sekarang juga?”
Tatapan
Ashley pun tiba tiba saja jadi serius dan Saber pun muncul dihadapan Time dan
bersiap siap membawa pedangnya.
“Tenang
saja, aku bisa membantumu mempercepat prosesnya. Yang terpenting sekarang....
itu tergantung jawabanmu” Ucap Ashley tajam
Time
pun menghela nafas panjang.
“Sebenarnya
aku tidak tau apa apa soal perang ini. Dan sebenarnya aku menyesal dan
berpikir..... ‘kenapa..... kenapa harus aku yang terlibat dalam perang ini!?
Kenapa bukan orang lain!’.” Ucap Time yang menggenggam tinjunya
“Tapi........”
Time
pun mengingat kejadian yang menimpa pada Michio
“Selama
ada orang orang yang tidak bersalah dilibatkan begitu saja hanya karena perang
ini. Mana mungkin aku akan tinggal diam begitu saja hah!? Apalagi temanku yang
menjadi korbannya!” Ucap Time
“Mana
mungkin.......... Mana mungkin aku akan tinggal diam begitu saja! Aku pasti
akan bertarung! Supaya mereka bisa hidup dengan tenang dan damai tanpa adanya
tragedi!”
Mendengar
itu Saber pun hanya bisa tersenyum tipis dan juga mukanya Ashley pun menjadi
merah.
“(Blush)
Hmph. Meskipun kau berjuang sampai mati pun, semua jasamu itu tidak akan
diketahui oleh orang orang kau tau itu.” Ucap Ashley seraya membelakangi Time
“Tidak
masalah, asalkan mereka hidup dengan tenang dan damai itu sudah lebih dari
cukup bagiku” Ucap Time
“......Hmph!
Sudah waktunya kita kembali, Saber! Tidak ada gunanya juga kita berlama lama
disini” Ucap Ashley
“!!!....
Kau ingin pulangkah? Kalau begiu biar aku....” Ucap Time
“Kau
pikir aku ini siapa hah...? Yang perlu dianterin kerumah karena hari sudah
malam. Lagi pula aku sudah punya Saber disisiku, jadi tidak perlu
dipermasalahkan lagi. Ayo, Saber!” Ucap Ashley yang beranjak ke pintu keluar
dan diikuti oleh Time dan Cassandra
“Oh
ya, terima kasih ya Ashley karena telah menolongku tadi” Ucap Time yang
tersenyum kearah Ashley
Muka
Ashley pun berubah menjadi merah
“(Blush)
Hmph. Bu-bukannya aku ingin menolongmu, hanya saja aku tidak suka melihat Mike
menindas orang yang tidak tau apa apa sepertimu dihadapanku begitu saja” Ucap Ashley
yang kemudian membelakangi Time dan berjalan, membuka pintu
“Oh
ya satu lagi....!”
Ashley
pun tiba tiba berbalik dan menunjuk Time
“Dengar
ya........ mungkin hari ini aku akan membebaskanmu Tigrerly. Tapi untuk
selanjutnya.... jika kita bertemu lagi.... Bersiaplah. Aku tidak akan
membiarkanmu hidup begitu saja” Ucap Ashley
“Kita
pergi, Saber!”
“Baiklah
master” Ucap Saber
Ashley
pun membanting pintu rumah Time
‘Hah?!
Apa apaan dia itu?! Kenapa sih jadi orang judes banget kayak gitu...’ Batin
Time bingung.
Suasana
pun hening sejenak. Sampai......
.
“Oh
ya, Cassandra. Ngomong ngomong kau tadi belum menjawab pertanyaanku. Tapi....
apa benar kalau kau adalah seorang servant?” Tanya Time
Cassandra
lagi lagi tertunduk murung dan terdiam.
“Jawab
aku Cassandra!” Ucap Time yang memegang kedua pundak Cassandra dan agak
berteriak
“Kalau
tidak... bagaimana kau bisa menjelaskan lambang yang ada ditangan kananku ini.
Yang muncul secara tiba tiba setelah aku membawamu kesini”
Time
pun menunjukkan command sealnya padanya.
Cassandra
pun kehabisan kata kata dan tidak tau harus berbicara apa lagi.
“Oh...?
Masih gak mau menjawab ya....” Ucap Time jengkel
Time
pun kemudian mengangkat tangan kanannya sejajar dengan pundaknya
“Kalau
begitu........ dengan menggunakan mantra perintah, aku memerintahkanmu...” Ucap
Time terputus begitu
“Huwaaaaa....!
Ja-jangan Time! Kamu seharusnya menggunakan itu dalam keadaan genting saja!”
Ucap Cassandra yang agak mendorong badannya kedepan dan memegang tangan kanan
Time dengan kedua tangannya
“Kalau
begitu jawab aku” Ucap Time
Cassandra
pun awalnya terdiam sampai....
“Ba-baiklah,
aku akan memberitahumu yang sebenarnya.” Ucap Cassandra
Cassandra
pun agak murung dan berat untuk mengatakan yang sebenarnya.
“I-itu
benar....., aku adalah seorang servant. Servant, class Caster. Masterku yang
terdahulu yang telah memangilku sudah lama mati.” Terang Cassandra
“Tapi....
karena kami para servant membutuhkan master untuk mempertahankan bentuk kami.
Jadi kami membutuhkan energi sihir master kami untuk melakukannya”
‘Hmm....
masuk akal juga. Kenapa seorang servant akan menghilang begitu saja kalau
masternya sampai terbunuh atau kontraknya putus begitu saja’ Batin Time
“Jadi....
alasan kamu waktu itu pingsan ditengah jalan karena...” Ucap Time terputus
“(Mengangguk)
Um. Aku tidak memiliki stock sihir dari masterku dan juga keberadaanku mulai
menghilang pada saat itu juga.” Ucap Cassandra
“Jadi,
karena aku mencari orang yang berada di dekatku untuk menjadi masterku waktu
itu..... aku rasa tanpa sengaja kamu yang terkena Time. Maaf...”
“Owh....
ternyata begitu. Kalau memang kejadiannya seperti itu, kenapa kau
menyembunyikan ini semua dariku Cassandra?” Ucap Time
“Ma-maaf,
Time. Aku tidak memberitahumu soal ini. Aku.... hanya tidak ingin menyeretmu
kedalam perang ini dan juga merepotkanmu, dengan mengganggu hidupmu yang tenang
begitu saja” Ucap Cassandra murung
“(Sigh)
Justru aku yang kerepotan tau, kalau tidak tau apa apa tentang ini. Coba saja
kau memberitahukan hal ini sejak lama. Yaaah~.... Mungkin memang berat sih
untuk menerima ini semua, tapi... setidaknya akukan bisa lebih waspada kalau
begitu” Ucap Time
“Ma-maaf..”
Ucap Cassandra tertunduk murung
Time
pun hanya bisa tersenyum dan kemudian mengelus kepala Cassandra
“Sudahlah....
karena kita ini servant dan master, jadi..... mohon bantuannya ya, Cassandra.”
Ucap Time yang tersenyum kearahnya
“Eh....?
Ka, kamu mempercayai apa yang kukatakan, Time?” Tanya Cassandra terkejut
“.....
Sebenernya sih nggak.....” Ucap Time dingin yang melepaskan tangannya
Mendengar
ucapan Time tersebut, Cassandra pun langsung merasakan hatinya sakit terasa
seperti di tusuk, dan Cassandra pun mencoba menahannya.
“Memang
bener sih...... aku gak percaya, bahkan aku tidak mau mempercayai kata katamu, kalau
kau adalah seorang servant” Ucap Time
“Be-begitu
ya....” Ucap Cassandra yang tertunduk dan mencoba untuk tersenyum kuat
“Karena......
aku hanya ingin mempercayai kalau kau adalah temanku Cassandra” Ucap Time
“Eh.....?!”
Ucap Cassandra sangat terkejut
“Ya.
Aku hanya mau percaya kalau kau adalah temanku yang paling berharga, bukan
seorang servant. Maka dari itu, aku tidak mau melihat temanku sendiri dalam
bahaya ataupun mempertaruhkan nyawanya seperti tadi, apalagi memperlakukanmu
seperti apa yang dilakukan Mike kepada Lancer” Ucap Time
“Kau
tau..... kau sempat membuatku khawatir tadi, ketika kau mempertaruhkan nyawamu
dengan melawan Lancer dan juga Berserker begitu saja. Aku pikir.... aku akan
kehilangan temanku yang paling berharga. Tapi... syukurlah kalau kau selamat
dari serangan tersebut.”
“Bahkan.....
kau hebat sekali Cassandra bisa memukul mundur mereka berdua begitu saja. Aku
benar benar iri padamu, coba saja aku mempunyai kekuatan yang hebat seperti
itu. Mungkin aku akan melakukan hal yang sama sepertimu barusan.”
Cassandra
pun tiba tiba saja mengeluarkan air matanya seraya memasang ekspresi kaget
mendengar kata kata Time tersebut.
“Woaaah~!
Ma-maaf...! Apa kata kataku tadi menyakiti perasaanmu?! Aku tidak
bermaksud....” Ucap Time terputus
Cassandra
pun hanya menggeleng seraya menghapus air matanya.
.
“Ehe.......
Terima kasih ya Time, karena telah mempercayaiku” Ucap Cassandra yang tersenyum
kearahnya
“(Blush)
Y-ya.... sama sama, aku rasa” Ucap Time yang membuang mukanya.
Dan
pada saat itu, petualangan mereka memperebutkan cawan suci pun dimulai.
To
Be Continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar