Minggu, 08 Juli 2018

Chapter 5


Chapter 5: The Holy Grail War

Di kediaman Time

“Ya ampun~.... kau ini benar benar bodoh ya...?” Ucap Ashley yang berface palm

“Setelah kau berpartisipasi dan ikut kedalam perang ini, kau malahan tidak tau apa apa mengenai perang ini....?”

“Huh.....! Kau ingin kubunuh ya?” Ucap Time jengkel mendengar perkataan Ashley

BRAK!

Ashley pun menggebrak meja

“Dengar! Kalau kau mengikuti perang ini tapi tidak tau apa apa soal perang ini, untuk apa kau mengikuti perang ini hah?! Itu sama saja kau bunuh diri tau!” Omel Ashley yang menunjuk kearah Time

“Kalau soal itu.....” Ucap Time yang tertunduk dan kemudian menggenggam tinju kedua tangannya

“Tch! Aku..... benar benar tidak tau. Setelah semua apa yang terjadi tadi....., aku..... benar benar tidak paham apa yang sebenarnya terjadi disini!”

“....... (Sigh) Kalau dia memang servantmu, seharusnya dia sudah memberitahumu dari awal.” Ucap Ashley

“Ser.....vant?” Ucap Time kebingungan

“Servant yang ada disana! Kenapa kau tidak memberitahu semuanya tentang perang ini hah?! Bukannya itu tugasmu untuk memberitahunya, walaupun ia penyihir amatiran” Ucap Ashley

“Apa yang kau bilang hah!” Amuk Time yang menggebrak meja

Cassandra pun tidak menjawab apa apa dan hanya tertunduk murung begitu saja

“(Sigh) Sepertinya tidak ada pilihan lain.....” Ucap Ashley yang pasrah

“Seperti yang kubilang, jika kau tidak tau apa apa soal perang ini. Kau sama saja dengan membunuh dirimu sendiri dan jika kesalahan sedikit saja kau perbuat, maka kesalahannya sangatlah fatal. Bukan hanya untuk dirimu saja, tapi untuk Servant yang ada disebelahmu juga” Ucap Ashley

“!!!.... Jadi....., kau juga adalah seorang servant?” Ucap Time yang terkejut dan kemudian melihat ke Cassandra

Cassandra pun masih tidak menjawab apa apa dan hanya tertunduk murung begitu saja

“Tapi.... apa itu servant? Dan.... perang apa yang kau maksudkan itu?” Tanya Time kepada Ashley

“.....Perang cawan suci” Ucap Ashley tajam

“Perang..... cawan suci?” Ucap Time

“Ya. Perang yang melibatkan ketujuh servant, masing masing memiliki class tersendiri diantaranya adalah Saber, Archer, Lancer, Caster, Rider, Assassin dan Berserker. Untuk memperebutkan suatu benda yang dapat mengabulkan keinginan apa saja bernama cawan suci.” Ucap Ashley yang membuat Time agak terkejut

“Seperti yang kau tau, servant milikku memiliki class Saber dan Mike sudah memiliki Lancer. Terlebih  lagi kita tidak tau siapa master dari Berserker yang menyerang kita tadi”

“Lalu..... kalau begitu.... kau.....” Ucap Time terputus begitu melihat ke Cassandra

Cassandra masih saja terdiam

“(Sigh) Mau sampai kapan ia terdiam seperti itu. Tapi.... sepertinya wajar sih kalau ia tidak ingin berbicara dan membocorkan informasinya begitu saja didepan master lain, dan juga kalau dilihat dari serangannya tadi, aku rasa ia memiliki class Caster” Ucap Ashley

“Cas....ter...?” Ucap Time

“Ya. Terlebih lagi, seorang servant tidak akan muncul begitu saja sebelum ada yang memanggilnya melalui ritual yang dilakukan oleh seorang penyihir. Servant yang telah menjalin kontrak dengan seseorang, baik itu orang yang memanggilnya ataupun orang lainnya. Otomatis orang tersebut adalah seorang master dan..... seorang master yang telah menjalin kontrak dengan servantnya akan mendapatkan lambang ini”

Ashley pun menunjukkan lengan kanannya yang terdapat lambang berwarna merah yang hampir sama seperti Time. Hanya saja berbeda bentuknya.

‘(Gasp)! Itu....! Jangan jangan....!?’ Batin Time

“Ya. Ini dinamakan sebagai command seal, ini dijadikan identitas kalau orang tersebut adalah seorang master. Selain itu kegunaan dari Command Seal itu sendiri adalah sebagai mantra perintahmu kepada Servantmu apa yang harus ia lakukan pada saat itu.” Terang Ashley

Time pun langsung membuka perban ditangan kanannya

“....Time! Jangan!” Ucap Cassandra yang ingin menghentikan Time tapi terlambat

Perban Time pun terbuka dan Ashley pun melihat lambang ditangan kanan Time tersebut.

“Ya. Seperti itulah. Itu berarti menunjukkan kalau kau adalah seorang master, Tigrerly.” Ucap Ashley

Time pun tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan dengar barusan. Lalu ia pun melihat ke arah Cassandra, mengatakan seolah olah kenapa ia tidak memberitahukan ini sebelum sebelumnya.

“Akan tetapi, cawan suci tidak akan muncul begitu saja sebelum ada salah satu Servant dan masternya yang berhasil bertahan. Servant dan masternya yang berhasil bertahan dinyatakan sebagai pemenang dan berhak mendapatkan cawan suci tersebut” Lanjut Ashley

“Tapi, disinilah permasalahnya. Servant yang terpanggil bukanlah manusia biasa, melainkan tokoh tokoh ternama yang berada di zaman dulu, bisa saja itu pahlawan kuno, tokoh penjahat, makhluk mitologi bahkan juga pahlawan masa depan.”

“Karena pada dasarnya melawan para servant sangat beresiko dan tidaklah semudah seperti yang di bayangkan, seperti yang kau lihat tadi malam. Banyak para master terdahulu yang mencari alternatifnya, yaitu....”
.
“Membunuh masternya”

Time pun terkejut mendengar perkataan Ashley tersebut

“Yaaah~ pada dasarnya Servant bisa mempertahankan bentuknya berkat terhubungnya mereka dengan kontrak oleh masternya satu sama lain dan juga tergantung oleh stock sihir yang dimiliki oleh sang masternya. Jika masternya yang merupakan inti dan juga stock sihir dari servant tersebut mati, maka...” Ucap Ashley terputus

“!.... Servant yang bersangkutan akan menghilang begitu saja” Ucap Time yang mulai mengerti

“Ya. Itu benar, seperti yang dilakukan Mike padamu. Mengetahui kau adalah seorang master, ia mencoba menghancurkan intinya terlebih dahulu sebelum berhadapan langsung dengan servantmu itu” Ucap Ashley

“.....Selain itu, selama perang berlanjut, seorang master dan servant berhak melakukan apa saja demi menambah stock sihirnya tersebut. Meskipun itu.... mengorbankan orang yang tidak bersalah”

Seketika itu juga Time mengingat kejadian kebakaran yang terjadi ditelevisi dan juga yang menimpa si Michio.

“Tunggu dulu! Jangan bilang berita tentang kebakaran itu perbuatan dari....” Ucap Time terputus

“Ya. Bisa saja itu perbuatan dari seorang servant.” Ucap Ashley

‘Tch! Melibatkan orang yang tidak bersalah hanya demi mencapai tujuannya.....! Busuk sekali cara mereka itu!’ Batin Time yang kesal seraya menggenggam tinju

“Tapi.... apa tidak ada cara lain? Selain membunuh masternya?” Tanya Time

“Yaaah~.... itu hanyalah pilihan lain saja sih. Tidak ada yang memaksamu kok kalau kau harus melakukan cara itu. Tapi kalau memang terpaksa dan kau tidak ingin membunuhnya kau boleh memotong tangan yang terdapat Command Seal tersebut. Itu saja cukup untuk merusak kontrak mereka berdua” Ucap Ashley enteng

‘Entah kenapa perkataanmu gak membuatku senang sama sekali tau.....!’ Batin Time yang mengeluarkan air mata

“Oh ya....... dan juga, selama kau menjadi seorang master kau berhak mengetahui identitas asli servantmu dan juga menjaganya dari sepengetahuan master lain” Ucap Ashley

“!?..... Memangnya kenapa?” Tanya Time

“Yaaah~.... dengan mengetahui identitas aslinya, itu akan memudahkanmu melihat potensi yang ada pada servantmu dan itu sangat efektif pada saat melawan para servant nantinya.” Terang Ashley

“Tapi...... kalau identitas asli servantmu terungkap oleh master lain. Secara langsung dan tidak langsung pasti master tersebut langsung mengetahui kelebihan dan kelemahan dari servantmu tersebut, berdasarkan pengalaman yang dilakukan di masa lalunya. Dan itu akan memudahkannya untuk menyerangmu selanjutnya”

“Maka dari itu, para master dan servant menyembunyikannya dengan menyebut sesuai class mereka masing masing”

“Be-begitu ya....?” Ucap Time berkeringat dingin karena mengingat ia mengucapkan nama Cassandra kencang kencang

“Yaaah~.... aku rasa itu cukup. Bagaimana, Tigrerly? Apa kau masih mau melanjutkan perang ini atau.........” Ucap Ashley terputus

“Kau mau berhenti sekarang juga?”

Tatapan Ashley pun tiba tiba saja jadi serius dan Saber pun muncul dihadapan Time dan bersiap siap membawa pedangnya.

“Tenang saja, aku bisa membantumu mempercepat prosesnya. Yang terpenting sekarang.... itu tergantung jawabanmu” Ucap Ashley tajam

Time pun menghela nafas panjang.

“Sebenarnya aku tidak tau apa apa soal perang ini. Dan sebenarnya aku menyesal dan berpikir..... ‘kenapa..... kenapa harus aku yang terlibat dalam perang ini!? Kenapa bukan orang lain!’.” Ucap Time yang menggenggam tinjunya

“Tapi........”

Time pun mengingat kejadian yang menimpa pada Michio

“Selama ada orang orang yang tidak bersalah dilibatkan begitu saja hanya karena perang ini. Mana mungkin aku akan tinggal diam begitu saja hah!? Apalagi temanku yang menjadi  korbannya!” Ucap Time

“Mana mungkin.......... Mana mungkin aku akan tinggal diam begitu saja! Aku pasti akan bertarung! Supaya mereka bisa hidup dengan tenang dan damai tanpa adanya tragedi!”

Mendengar itu Saber pun hanya bisa tersenyum tipis dan juga mukanya Ashley pun menjadi merah.

“(Blush) Hmph. Meskipun kau berjuang sampai mati pun, semua jasamu itu tidak akan diketahui oleh orang orang kau tau itu.” Ucap Ashley seraya membelakangi Time

“Tidak masalah, asalkan mereka hidup dengan tenang dan damai itu sudah lebih dari cukup bagiku” Ucap Time

“......Hmph! Sudah waktunya kita kembali, Saber! Tidak ada gunanya juga kita berlama lama disini” Ucap Ashley

“!!!.... Kau ingin pulangkah? Kalau begiu biar aku....” Ucap Time

“Kau pikir aku ini siapa hah...? Yang perlu dianterin kerumah karena hari sudah malam. Lagi pula aku sudah punya Saber disisiku, jadi tidak perlu dipermasalahkan lagi. Ayo, Saber!” Ucap Ashley yang beranjak ke pintu keluar dan diikuti oleh Time dan Cassandra

“Oh ya, terima kasih ya Ashley karena telah menolongku tadi” Ucap Time yang tersenyum kearah Ashley

Muka Ashley pun berubah menjadi merah

“(Blush) Hmph. Bu-bukannya aku ingin menolongmu, hanya saja aku tidak suka melihat Mike menindas orang yang tidak tau apa apa sepertimu dihadapanku begitu saja” Ucap Ashley yang kemudian membelakangi Time dan berjalan, membuka pintu

“Oh ya satu lagi....!”

Ashley pun tiba tiba berbalik dan menunjuk Time

“Dengar ya........ mungkin hari ini aku akan membebaskanmu Tigrerly. Tapi untuk selanjutnya.... jika kita bertemu lagi.... Bersiaplah. Aku tidak akan membiarkanmu hidup begitu saja” Ucap Ashley

“Kita pergi, Saber!”

“Baiklah master” Ucap Saber

Ashley pun membanting pintu rumah Time

‘Hah?! Apa apaan dia itu?! Kenapa sih jadi orang judes banget kayak gitu...’ Batin Time bingung.

Suasana pun hening sejenak. Sampai......

.

“Oh ya, Cassandra. Ngomong ngomong kau tadi belum menjawab pertanyaanku. Tapi.... apa benar kalau kau adalah seorang servant?” Tanya Time

Cassandra lagi lagi tertunduk murung dan terdiam.

“Jawab aku Cassandra!” Ucap Time yang memegang kedua pundak Cassandra dan agak berteriak

“Kalau tidak... bagaimana kau bisa menjelaskan lambang yang ada ditangan kananku ini. Yang muncul secara tiba tiba setelah aku membawamu kesini”

Time pun menunjukkan command sealnya padanya.

Cassandra pun kehabisan kata kata dan tidak tau harus berbicara apa lagi.

“Oh...? Masih gak mau menjawab ya....” Ucap Time jengkel

Time pun kemudian mengangkat tangan kanannya sejajar dengan pundaknya

“Kalau begitu........ dengan menggunakan mantra perintah, aku memerintahkanmu...” Ucap Time terputus begitu

“Huwaaaaa....! Ja-jangan Time! Kamu seharusnya menggunakan itu dalam keadaan genting saja!” Ucap Cassandra yang agak mendorong badannya kedepan dan memegang tangan kanan Time dengan kedua tangannya

“Kalau begitu jawab aku” Ucap Time

Cassandra pun awalnya terdiam sampai....

“Ba-baiklah, aku akan memberitahumu yang sebenarnya.” Ucap Cassandra

Cassandra pun agak murung dan berat untuk mengatakan yang sebenarnya.

“I-itu benar....., aku adalah seorang servant. Servant, class Caster. Masterku yang terdahulu yang telah memangilku sudah lama mati.” Terang Cassandra

“Tapi.... karena kami para servant membutuhkan master untuk mempertahankan bentuk kami. Jadi kami membutuhkan energi sihir master kami untuk melakukannya”

‘Hmm.... masuk akal juga. Kenapa seorang servant akan menghilang begitu saja kalau masternya sampai terbunuh atau kontraknya putus begitu saja’ Batin Time

“Jadi.... alasan kamu waktu itu pingsan ditengah jalan karena...” Ucap Time terputus

“(Mengangguk) Um. Aku tidak memiliki stock sihir dari masterku dan juga keberadaanku mulai menghilang pada saat itu juga.” Ucap Cassandra

“Jadi, karena aku mencari orang yang berada di dekatku untuk menjadi masterku waktu itu..... aku rasa tanpa sengaja kamu yang terkena Time. Maaf...”

“Owh.... ternyata begitu. Kalau memang kejadiannya seperti itu, kenapa kau menyembunyikan ini semua dariku Cassandra?” Ucap Time

“Ma-maaf, Time. Aku tidak memberitahumu soal ini. Aku.... hanya tidak ingin menyeretmu kedalam perang ini dan juga merepotkanmu, dengan mengganggu hidupmu yang tenang begitu saja” Ucap Cassandra murung

“(Sigh) Justru aku yang kerepotan tau, kalau tidak tau apa apa tentang ini. Coba saja kau memberitahukan hal ini sejak lama. Yaaah~.... Mungkin memang berat sih untuk menerima ini semua, tapi... setidaknya akukan bisa lebih waspada kalau begitu” Ucap Time

“Ma-maaf..” Ucap Cassandra tertunduk murung

Time pun hanya bisa tersenyum dan kemudian mengelus kepala Cassandra

“Sudahlah.... karena kita ini servant dan master, jadi..... mohon bantuannya ya, Cassandra.” Ucap Time yang tersenyum kearahnya

“Eh....? Ka, kamu mempercayai apa yang kukatakan, Time?” Tanya Cassandra terkejut

“..... Sebenernya sih nggak.....” Ucap Time dingin yang melepaskan tangannya

Mendengar ucapan Time tersebut, Cassandra pun langsung merasakan hatinya sakit terasa seperti di tusuk, dan Cassandra pun mencoba menahannya.

“Memang bener sih...... aku gak percaya, bahkan aku tidak mau mempercayai kata katamu, kalau kau adalah seorang servant” Ucap Time

“Be-begitu ya....” Ucap Cassandra yang tertunduk dan mencoba untuk tersenyum kuat

“Karena...... aku hanya ingin mempercayai kalau kau adalah temanku Cassandra” Ucap Time

“Eh.....?!” Ucap Cassandra sangat terkejut

“Ya. Aku hanya mau percaya kalau kau adalah temanku yang paling berharga, bukan seorang servant. Maka dari itu, aku tidak mau melihat temanku sendiri dalam bahaya ataupun mempertaruhkan nyawanya seperti tadi, apalagi memperlakukanmu seperti apa yang dilakukan Mike kepada Lancer” Ucap Time

“Kau tau..... kau sempat membuatku khawatir tadi, ketika kau mempertaruhkan nyawamu dengan melawan Lancer dan juga Berserker begitu saja. Aku pikir.... aku akan kehilangan temanku yang paling berharga. Tapi... syukurlah kalau kau selamat dari serangan tersebut.”

“Bahkan..... kau hebat sekali Cassandra bisa memukul mundur mereka berdua begitu saja. Aku benar benar iri padamu, coba saja aku mempunyai kekuatan yang hebat seperti itu. Mungkin aku akan melakukan hal yang sama sepertimu barusan.”

Cassandra pun tiba tiba saja mengeluarkan air matanya seraya memasang ekspresi kaget mendengar kata kata Time tersebut.

“Woaaah~! Ma-maaf...! Apa kata kataku tadi menyakiti perasaanmu?! Aku tidak bermaksud....” Ucap Time terputus

Cassandra pun hanya menggeleng seraya menghapus air matanya.

.

“Ehe....... Terima kasih ya Time, karena telah mempercayaiku” Ucap Cassandra yang tersenyum kearahnya

“(Blush) Y-ya.... sama sama, aku rasa” Ucap Time yang membuang mukanya.

Dan pada saat itu, petualangan mereka memperebutkan cawan suci pun dimulai.



To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar