Minggu, 29 Juli 2018

Chapter 7


Chapter 7: The Headless Rider

“(Gasp)!!!” Reaksi Time terkejut begitu melihat 2 bayangan di kejauhan dan itu adalah.....

Seseorang dengan tudung merahnya yang menyeringai kearahnya dan juga.... seseorang berbadan besar yang memakai baju zirah seraya menentang kepalanya dan juga membawa cambuk dari tulang punggung manusia.

Time pun sangat shock mengingat cerita yang waktu itu di ceritakan oleh Kenko.


-          -            Flashback        -

“.....Ketika sekolah sudah mulai sepi dan matahari mulai tenggelam........ Ia akan menampakkan wajahnya lagi seraya membawa hantu tanpa kepala  bersamanya. Dan pada saat itulah ia bersiap siap untuk............ Memakan jiwamu.....” Ucap Kenko.

-          -        Flashback End              -


Time pun menjadi ketakutan............ Sangat ketakutan dan saking ketakutannya...... Time pun tidak bisa menggerakan badannya dan hanya bisa terbujur kaku ditempat dengan tatapannya yang ketakutan.

“Hihihihi. Benar benar mangsa yang lezat.” Ucap orang yang memakai tudung merah tersebut yang menjilat bibir bagian atasnya dan menyeringai

“......... Lakukanlah.....!”

Tidak lama setelah itu, orang yang berbadan besar tersebut maju beberapa langkah dari orang bertudung tersebut, disertai oleh sekumpulan bayangan hitam yang muncul dibelakangnya, setiap ia melangkah.

Seketika itu juga muncul pintu gerbang raksasa dibelakang orang berbadan besar tersebut.

‘!!!.... Apa....? Apa yang akan ia lakukan? Ba-badanku.....! Badanku tidak bisa digerakkan sama sekali!’ Batin Time yang terbujur kaku

Seketika itu juga Time mengingat kata kata Cassandra yang waktu itu


-          -       Flashback        -

“Oh ya Time.....!” Ucap Cassandra yang kemudian memegang tangan kanan Time

“Kalau nanti kamu ada masalah........, gunakanlah command sealmu. Aku pasti akan datang kok”
Cassandra pun tersenyum kearah Time

“Baiklah, kalau ada masalah, aku pasti akan memanggilmu kok.” Ucap Time yang tersenyum tipis

-         -           Flashback End              -


‘!!!.... Benar juga! Tapi.....’ Batin Time yang teringat janjinya kepada Cassandra

‘Tch, aku sudah berjanji padanya untuk tidak memperlakukannya seperti seorang Servant. Jika aku memanggilnya..... itu sama saja aku membiarkan nyawanya dalam bahaya begitu saja.’

Time pun menggenggam tinju dan menggagalkan niatnya

‘Aku....., tidak akan membiarkan hal itu terjadi!’ Batin Time

Orang berbadan besar tersebut menunjuk Time dan meraung.

Tidak lama setelah itu, pintu gerbang yang ada dibelakangnya pun terbuka begitu saja dan mengeluarkan tekanan angin yang cukup kuat yang menghisap masuk kedalam gerbang tersebut.

Badan Time otomatis menjadi condong kedepan seperti ingin terhisap kedalam gerbang tersebut, akan tetapi posisinya masih tetap terdiam ditempat ia berdiri tersebut.

Seketika itu juga muncul sebuah aura dari badan Time yang ternyata itu adalah..... rohnya Time pun keluar dari badan Time.

DEG!

“UWAAAAAAAAAAARGH!!!!” Teriak Time yang kesakitan

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

‘Sa-sakit.....! Sakit! Sakit! A-apa ini...?! Urgh! Seluruh badanku..... rasanya seperti di tusuk oleh pedang! U-Urgh......!’ Batin Time kesakitan

Orang bertudung merah tersebut hanya bisa cekikikan dan gerbang tersebut masih mencoba mengeluarkan roh Time dari dalam dirinya.

Roh Time sedikit demi sedikit keluar dari dirinya dan disetiap rohnya keluar, Time pun menjerit semakin keras dan keras.

Dan pada akhirnya....... rohnya Time hanya tinggal tersisa di kepala, kedua telapak tangan dan kakinya.

“AAAAAAAAAAAAAAAARGH!!!” Teriak Time yang semakin keras

.

Tiba tiba saja muncul sebuah benda kecil yang dilempar dari belakang Time menuju kedua orang tersebut dan ternyata itu adalah.......

BUM!

Benda tersebut meledak yang ternyata adalah sebuah bom.

Akibat ledakan tersebut, gerbang tersebut pun menghilang begitu saja, yang mana membuat rohnya Time masuk kembali kedalam dirinya dan membuatnya terjatuh kedepan

“Urgh!” Ucap orang bertudung tersebut yang terseret kebelakang akibat ledakan barusan  begitu juga dengan orang yang berbadan besar tersebut.

Tidak lama setelah itu, muncul seseorang yang melompat ke depan Time, lalu ia memutar kedua pistolnya dan meletakan kedua tangannya kesampingnya.

“Hmph. Kau terlalu baik master. Tapi.... untuk apa kau menyelamatkan masternya Caster untuk yang kedua kalinya hah?” Tanya orang tersebut yang berada didepan Time

Time pun mencoba mengangkat kepalanya dan melihat sosoknya tersebut.

Terlihat orang tersebut memakai topi dan jubah seperti cowboy dan juga memiliki rambut yang berwarna coklat.

“Iya lah~, kan Time temanku, jadi mana mungkinlah aku membiarkannya terbunuh begitu saja.” Ucap seseorang yang berada dibelakang Time

‘Suara ini, jangan jangan.....!’ Batin Time yang terkejut begitu melihat Kenko yang ada di belakangnya

“Kenko!” Teriak Time yang terkejut

“Yo” Ucap Kenko memberi salam

“K-kau juga seorang master?” Tanya Time

“Begitulah, seperti yang kau lihat sekarang.” Ucap Kenko yang menunjukkan command sealnya

“Maka dari itu, mana mungkin aku membiarkanmu terbunuh begitu sajakan”

‘Kenko. Kau....’ Batin Time

“..........Jangan sampai membiarkan ia membunuh Time, Archer....” Ucap Kenko

“Hmph. Di mengerti” Ucap Archer menyeringai

Akan tetapi orang bertudung tersebut hanya meletakkan tangannya di depan wajahnya dan mulai tertawa

“Khu khu khu... Hahahahaha! Apa ini, apa ini, apa ini...... Sepertinya aku mendapatkan dua mangsa yang lezat sekaligus” Ucap orang bertudung tersebut menyeringai

“Rider! Bunuhlah mereka!”

Rider pun meraung dan bersiap siap dalam posisi menyerang.

Archer pun langsung meluncur kearah Rider dan langsung menembakinya dengan kedua pistolnya.

Akan tetapi serangannya pun tidak mempan terhadapnya dan membuat Archer terkejut melihatnya.

Tidak lama setelah itu, Rider pun langsung meluncur kearah Archer dan langsung menghantamkan cambuknya kebawah.

Archer pun langsung menghindari serangannya kesamping, dan langsung menembaki pistolnya sekali.

Akan tetapi serangannya tersebut tidak mempan terhadapnya. Dan kali ini Rider pun langsung mengayunkan cambuknya lagi dan pada kali ini, ia menyerang secara berkali kali dan membuat  Archer mencoba menghindari setiap serangannya dan menembaki pistolnya disetiap ia menghindari serangannya tersebut.

Archer pun melompat secara backflip, menghindari ayunan cambuk yang dilancarkan Rider dan menembakinya berkali kali. Seluruh tembakannya tersebut tidak mempan terhadapnya.

Rider pun memutar cambuknya dan membuatnya lurus dan tegak menjadi seperti pedang seraya mengambil posisi siap siap menyerang Archer dengan menghadapkan ujung cambuknya kedepan. Dan langsung menusukkan cambuknya kedepan tepat kearah Archer

Archer dengan cepat langsung menghindarinya dengan langsung mendaratkan dirinya kebawah dan langsung menembaki kedua pistolnya secara bersamaan. Sama seperti tadi, serangannya pun tidak mempan terhadapnya.

Rider pun langsung memutar cambuknya lagi dan menghantamkan cambuknya kearah Archer.

Akan tetapi dengan cepat, Archer menghindarinya dan langsung muncul dengan menginjak cambuknya Rider, yang membuatnya tidak bisa berkutik.

Archer pun langsung mengeluarkan senapan lontaknya dan tepat mengarahkannya ke Rider.

“Heh. Percuma saja kau menyerangnya! Beribu ribu kali pun kau mencobanya, seranganmu itu tidak akan mempan dari.......” Ucap orang bertudung tersebut yang terputus begitu......

BUM!

Senapan yang di tembakan Archer meledak begitu mengenai Rider dan membuat Rider terseret kebelakang begitu saja.

‘Hmm... serangan biasa tidak bisa melukainya ya..... Terlebih lagi, semua serangan tidak akan mempan terhadap dirinya. Akan tetapi ia terkena efek begitu ia terkena ledakan.’ Batin Archer yang berpikir

‘.......Aku penasaran.... ada satu hal yang ingin ku uji sebenarnya...’

Archer pun mengarahkan senapan lontaknya ke Rider dan langsung menembaknya.


DAR!

Peluru yang ditembakkan Archer pun mengarah tepat kearah.... kepala Rider yang di bawa olehnya dan membuat Rider pun langsung menghindarinya dengan menghadap kesamping dan langsung meraung ke arah Archer.

“(Menyeringai) Seperti dugaanku...” Ucap Archer

Archer pun langsung menurunkan bagian depan topinya dan agak menunduk seraya menatap Rider dengan menyeringai akan tetapi serius. Seakan akan mengatakan bahwa ia sudah bisa menguasai medan perang saat ini.

Tidak lama setelah itu Archer pun maju dengan membawa dua bom yang ia pegang di kedua tangannya dan langsung melemparnya kearah Rider.

BUM! BUM! DAR!

Di tengah tengah ledakan tersebut Archer pun mencoba menembaki Rider dengan senapannya tepat kearah kepalanya. Refleks, Rider pun dengan cepat menghindarinya dengan mundur kebelakang seraya melompat keatas.

Tiba tiba saja Archer muncul dari balik asap dan sedang melompat kearah Rider. Rider pun terkejut dan Archer pun langsung menendang kepala Rider kebawah.

Kepalanya Rider pun jatuh kebawah dan Rider merasakan kesakitan begitu kepalanya tertendang begitu saja.

Archer pun langsung menghadap kebelakang dan menembaknya dengan senapannya. Dan kali ini tembakannya tersebut menghasilkan ledakan lagi yang membuat Rider terpental kebelakang sedangkan Archer kedepan, hampir mendekati kepalanya Rider yang tergeletak begitu saja.

Archer pun langsung meluncur kearah kepala Rider tersebut dan Rider pun langsung mengambil cambuknya yang tergeletak dan mengayunkannya.

Cambuknya Rider tersebut pun seketika itu juga menjadi panjang yang mana mengarah ke kepalanya.

“Terlambat!” Ucap Archer yang langsung menembaki kepala Rider dengan senapannya

DAR!

.

Archer pun terkejut begitu melihat...... ada anjing berkepala dua yang menghalangi tembakannya dan tidak jadi mengenai kepalanya Rider.

Cambuknya Rider pun dengan cepat berhasil mengambil kepalanya dan Rider pun langsung membawanya kesamping badannya

“Tch!” Respon Archer begitu melihat hal tersebut

Archer pun berhenti dan langsung berputar menghadap ke Rider

Tiba tiba saja orang bertudung tersebut langsung mengeluarkan sebuah portal berwarna merah darah.

“Muncullah... Orthrus...” Ucap orang tersebut

Tiba tiba saja di portal tersebut muncul dua anjing berkepala dua yang langsung mengigit pundak sebelah kanan, kepala belakang, tangan kiri dan badan sebelah kiri Archer

“Uargh!” Ucap Archer kesakitan

“Archer!” Teriak Kenko

Orang tersebut sekali lagi, mengeluarkan anjing berkepala dua yang langsung menerkam Archer dan mendorongnya keluar jendela.

PRANG!

‘Apa..... apa apaan orang itu?!’ Batin Time terkejut

“.....Kejarlah dia...” Ucap orang tersebut

Rider pun langsung meluncur dan mendobrak tembok yang ada disebelahnya.

BRAK!

.

“Hmph. Sepertinya Rider kesulitan membunuh makanan kecil seperti kalian ini, bahkan meskipun ia memiliki julukan dari kematian itu sendiri di irlandia. Ia sampai bisa dipukul mundur seperti itu.” Ucap orang tersebut

“Tapi......”

Orang tersebut pun menyeringai dan tidak lama setelah itu muncul api yang berkobar disamping kanan dan kiri, sepanjang koridor tersebut.

“.....Untuk membunuh kalian! Tidak akan membutuhkan waktu yang sangat lama!” Teriak orang tersebut

“Muncullah! Tartaros!” Teriak orang tersebut yang membentangkan kedua tangannya

Tidak lama setelah itu muncul pasukan tengkorak yang membawa berbagai  macam senjata dari tanah.

‘Api ini.... jangan jangan...!!’ Batin Time yang teringat sesuatu

Time pun mencoba bangun dan berlari beberapa senti kedepan

“Apa kau yang menyebabkan insiden yang terjadi dikota ini belakangan ini hah?!” Tanya Time yang agak berteriak

“Benar! Itulah aku! Akulah orangnya! Akulah yang telah merengut nyawa nyawa orang dikota ini! Dan dengan mudahnya mengambil nyawa mereka seperti mengambil permen dari seorang anak kecil! Hahahahahaha!” Teriak orang tersebut

Mendengar itu Time pun menjadi geram

‘.......Dasar brengsek!!!......Berani beraninya ia melakukan itu semua....!!!’ Batin Time yang menggenggam tinju dan menatap orang tersebut dengan tajam

“Lalu kau mau melakukan apa huh? Melawanku? Haha! Coba saja kalau bisa, dasar makanan!” Ucap orang tersebut

“Tartaros!”

Pasukan tengkorak tersebut pun mulai berlari kearah Time dan Kenko.

“O-ow waktunya aku menunjukkan kekuatan sihirku yang sebenarnya” Ucap Kenko

“Tunggu dulu.... kau juga memiliki sihir Kenko?” Tanya Time terkejut

“Tentulah.... kalau tidak..... bagaimana aku bisa ikut perang ini” Ucap Kenko

“Benar juga sih...” Ucap Time

“Lihatlah baik baik.... kekuatan sihirku yang hebat ini” Ucap Kenko

“Ho....!” Ucap Time berbinar binar

Kenko bersiap siap mengeluarkan sihirnya dengan membentangkan kedua tangannya kebelakang dan menatap tajam para Tartaros

Melihat itu... para Tartaros pun langsung berhenti begitu saja. Lalu Kenko pun mulai mengayunkan kedua tangannya keatas.

Semua orang disitu pun terdiam melihat itu semua dan......

“Lucky shield. Phew...” Ucap Kenko yang menembakkan sihirnya ke Time dan dirinya

“Eh....?” Ucap Time terkejut

Suasana pun hening sejenak

.

.

.

.

Para Tartaros pun hanya bisa menatap satu sama lain dan karena tidak terjadi apa apa, mereka pun mulai berlari kearah Time dan Kenko kembali

“Mana sihirmu itu oi!” Omel Time yang menggenggam kerahnya Kenko

“Yaaa.... itu... sihirku. Lucky shield, menambah keberuntungan satu rangking. Kecekan?” Ucap Kenko

(Nb: Kece = Keren)

“Apanya yang kece hah?!! Itu gak akan menyelamatkan kita sama sekali oi!” Omel Time

Para Tartaros pun semakin mendekat

“Sialan......! Kalau begini.... seharusnya aku tidak mempercayaimu sama sekali tadi.” Ucap Time

“Tch! Kalau begitu.... tidak ada pilihan lain”

Time pun menggendong mayat anak perempuan tersebut dan mulai berlari kearah pintu keluar.

“Oi tungguin saya” Ucap Kenko yang ikut berlari

‘Mempelajari struktur lama.... berhasil! Mengubah komponen komponen lama menjadi baru.... lakukan! Tulislah kembali apa yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru..... yang dapat berguna bagi siapapun itu juga......’ Batin Time

Tidak lama setelah itu muncul lingkaran sihir biru disertai gelombang energi biru yang sangat besar disekeliling Time.

“Re.....write!” Teriak Time

Cahaya biru keluar dari lingkaran sihir tersebut, yang membentuk pilar disekeliling Time.

Time pun memegang lengan baju Kenko dan langsung menerobos api tersebut

“Wow.... GG hal” Ucap Kenko terkejut

Tidak sampai disitu, Time pun juga menerobos pintu kaca dengan mudahnya.

PRANG!

Time dan Kenko pun terus berlari dan pada akhirnya mereka sampai dilapangan dan berhasil keluar dari gedung sekolah. Mereka berdua pun terduduk dan ngos ngosan

“Gimana...? Hoki kan?” Tanya Kenko

(Nb: Hoki = Beruntung)

“Hoki apanya hah?! Kalau malahan aku yang harus.....” Ucap Time terputus begitu

DEG!

“UAAAAAAAARGH!!!” Teriak Time yang terjatuh seraya memegangi kepalanya karena kesakitan

“Waduh, waduh, waduh..... ada apa Time? Kok kamu tiba tiba begini?” Tanya Kenko

“Urgh.... aku.... terlalu lama menggunakan sihirku. Jadinya.... seperti inilah.... Ukh...” Ucap Time yang masih merasakan kesakitan

“Hmm.... sepertinya Archer bisa menangani Rider saat ini. Tapi.... Seharusnya sih.... kalau sudah memakai sihirku kamu tidak perlu beraksi juga. Kalau kamu diam begitu saja nanti juga hoki sendiri kok” Ucap Kenko

“Terus..... aku bakalan ngebiarin diriku kebunuh gitu aja hah?! Emangnya aku ini kayak kamu apa! Yang rela mati konyol begitu saja?!” Omel Time

“Alig” Ucap Kenko

Tiba tiba saja dari udara muncul sebuah benda yang meluncur tepat mengarah atas mereka lalu benda tersebut pun bersinar begitu saja dan ketika mereka berdua melihat keatas..........

.

Tiba tiba saja muncul hujan panah yang sangat banyak diatas mereka

“!!!....... Woaaaaaaaah!” Teriak Time dan Kenko



To Be Continue.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar