Minggu, 19 Agustus 2018

Chapter 10


Chapter 10: The Party

Di depan gerbang sekolah

“Hmm, karena aku tidak bisa menyembunyikan Cassandra dengan sihirku.... jadinya aku rasa aku harus mengambil selembaran itu satu lagi untuknya.” Bisik Time

“Apa kamu tau orang yang bernama Charlotte tuh yang mana?”

“Hmm..... kalau tuan putri sih.... biasanya bakalan langsung ketauan kok dari kebiasannya yang selalu dikelilingi oleh budak budaknya.” Ucap Kenko

“Budak?” Tanya Time

Tet tet te tet tet~

Tiba tiba saja terdengar suara terompet yang di bunyikan oleh salah satu murid dari depan gerbang

“Beri jalan untuk tuan putri!” Teriak salah satu murid yang tadi membunyikan terompet

KYAAAAAAAAAAA!

Segerombolan murid pun beramai ramai berlari ke arah depan pintu gerbang.

Tiba tiba saja sebuah mobil limosin yang panjang pun melintas di depan pintu gerbang dan ketika mobil tersebut berhenti...... ada salah satu murid yang berjalan ke arah pintu dan menggelar karpet merah yang mengarah ke gedung sekolah.

Dan ketika pintu mobil tersebut dibuka oleh salah satu murid yang ada disana.....

Seorang perempuan berambut pink panjang pun keluar dan.....

“Kyaaaa~ Charlotte-sama!!!”

“Charlotte-sama!!!”

“Charlotte-sama!!! Kau semakin cantik saja!!”

“Charlotte-sama!!! Jadikanlah aku pacarmu!!!”

“Charlotte-sama!!! Aku Mencintaimu!!!”

“Charlotte-sama!!!! Jadikanlah aku pendampingmu suatu hari nanti!!!”

Sorak para murid laki laki maupun perempuan yang berusaha menerobos dari para bodyguard yang menghalanginya.

“Ohohohoho! Teruslah, teruslah menguik seperti itu para babi babiku! Tunjukanlah jika ras kalian lebih rendah dari pada diriku!” Ucap Charlotte

“Kyaaa!” “HO!” Teriak para murid perempuan dan juga laki laki bersorak.

Time yang melihat itu hanya bisa menatapnya jijik.

“Jadi itu yang namanya.....” Ucap Time terputus begitu....

“Charlotte-sama!!!” Teriak Kenko yang langsung berlari ke kerumunan gak jelas tersebut

“Kenapa kau juga ikut ikutan hah!?” Omel Time

“(Sigh) Dasar...”

Time pun pada akhirnya berjalan menuju kerumunan tersebut. Dan berusaha melewati kerumunan tersebut.

Dan pada akhirnya ia berhasil melewati kerumunan tersebut dan mendapatkan barisan terdepan.

“Um..... Yo, Charlotte!” Ucap Time yang mencoba menyapanya

Semua orang yang tadinya bersorak sorak pun tiba tiba menjadi terdiam begitu saja seraya menengok kearah Time dengan memasang ekspresi kaget, begitu juga dengan Charlotte.

“Dasar kamu tidak sopan Time!!!”

“Apa apaan tingkahmu yang barusan itu!!!?”

“Setidaknya panggilah dia dengan sebutan tuan putri ataupun Charlotte-sama”

“Ketahuilah tingkatanmu Time!!! Ia tidak setara denganmu!!”

“Dasar tidak sopan!!! Kau pikir siapa dirimu!!”

Omel para siswa siswi yang mencoba mendesak Time dengan mengerumuninya

“Emang, dasar tidak sopan!!!” Ucap Kenko yang ikut ikutan

“Kenapa kau malah ikut ikutan hah!?” Omel Time yang memukul kepala Kenko ke bawah

Alhasil, Kenko pun tewas seketika itu juga.

“Tunggu.....!” Ucap Charlotte yang mengangkat tangannya dan membuat para murid menjadi terdiam

“Berikan jalan untuknya...”

Para murid pun memberi jalan kepada Time dan ia pun kemudian berjalan mendekati Charlotte

“Nee, ada keperluan apa kau ingin menemuiku...? Babiku” Ucap Charlotte

“Siapa yang kau sebut dengan babi hah!!!? Aku memiliki nama kau tau! Namaku Time!!!” Amuk Time

“Dasar tidak sopan!!!” “Ketahuilah tingkatanmu dasar bodoh!!!” Teriak para murid tersebut

“BERISIK!!!” Amuk Time

“Baik, baik, terserah apa yang ingin kau katakan babiku...” Ucap Charlotte

“Jadi...... apa yang kau inginkan? Apa kau ingin uang? Emas? Tahta?”

“Owh, owh, aku tau.... atau.... kau ingin...... tubuhku?”

“Kyaaaa~” “Waaaaaaaah~” Teriak para murid tersebut

“BERISIK!!!” Amuk Time

“Mau!!!” Teriak Kenko yang bangun tiba tiba

Time pun memukul Kenko tepat di wajahnya dan membuatnya tewas kembali.

“Ohohohoho! Tentu saja kau menginginkan itukan!? Kalau begitu jadilah babiku dengan begitu aku akan memberikan itu semua padaku. Nee, kau pasti maukan, babi?” Ucap Charlotte

‘Cih, tidak ada gunanya berbicara padanya. Lebih baik aku pergi saja dari sini, daripada ia membuatku kesal terus’ Batin Time yang membelakangi Charlotte dan kemudian mulai pergi

“A.....?! Apa apaan tingkahmu itu yang barusan hah?!” Omel Charlotte yang kaget melihat respon Time tersebut

“Tunggu! Aku belum selesai bicara denganmu!”

“Kyaaaa! Dasar tidak sopan!!” “Oi!!! Ketahuilah tempatmu!!!” Omel para murid

Time pun menghiraukannya dan terus berjalan pergi

“Aku berbicara padamu! Babi yang ada disana! Jangan mengabaikan perintahku dasar babi!” Omel Charlotte

Time pun kesal mendengar kata kata Charlotte tersebut

“Kau benar benar ingin kubunuh ya hah!!!” Amuk Time yang meletakkan tinjunya kedepan

“Dasar tidak sopaaaaan!!!” “Ingatlah statusmu woi!!!” Omel para murid

“BERISIK!!!” Amuk Time

“A....! Dasar tidak sopan! Apa apaan cara bicaramu seperti itu padaku!!?  Seharusnya kau bersyukur karena aku memperbolehkanmu berbicara denganku!” Ucap Charlotte

“Gak! Makasih! Setelah aku tau kau orangnya seperti apa, aku jadi menyesal melakukan ini semua!” Ucap Time kesal

“Dasar babi! Ketahuilah tempatmu dasar bodoh!” Ucap Charlotte

“Berbicara seperti itu sekali lagi, akan benar benar kubunuh kau!” Amuk Time

“Hina sekali dia itu!!!” “Dasar manusia rendahan!!!” Omel para murid

“BERISIK!!!!” Amuk Time

.

.

.

.

Sore harinya

Time pun pulang kerumahnya dan membuka pintu rumahnya.

“Aku pulang~......” Ucap Time yang kelelahan

“Selamat datang Time!” Ucap Cassandra yang menyambut Time

Time yang awalnya kelelahan pun tiba tiba saja menjadi segar kembali begitu melihat.....

Cassandra memakai pakaian gaun berwarna biru langit dan juga sarung tangan yang panjangnya mencapai atas sikutnya dan juga mahkota.

Bluuuuush....

Wajah Time pun menjadi memerah.

“Ah! Ngomong ngomong.... aku mencoba pakaian pesta yang kulihat di tv tadi. Bagaimana menurutmu Time?” Ucap Cassandra

“Uh....” Ucap Time yang melihat Cassandra dari atas sampai bawah dan kembali lagi

“....Aku pikir.... itu cocok untukmu. Kamu terlihat semakin cantik memakai itu”
Time pun menunduk seraya agak membuang mukanya dan menggaruk kepala belakangnya.

“(Blush) E-ehehehe, terima kasih Time” Ucap Cassandra yang tersenyum

Suasana pun hening sejenak

.

.

.

.

“Oh ya, ngomong ngomong.... aku berhasil mendapatkan selembaran itu satu lagi” Ucap Time seraya memberikan selembaran yang sudah lecek ke Cassandra

“Tapi, maaf.... karena banyak yang terjadi hari ini, jadinya kertasnya sampai lecek deh...”


-          -            Flashback        -

“Ohohohoho! Jadi hanya itu yang kau inginkan?! Kalau begitu.....” Ucap Charlotte yang kemudian menjentikan jarinya

Para budak budaknya pun datang dan membawa selembaran yang setinggi gunung.

“Ambilah! Ambilah sebanyak sebanyaknya! Aku yakin babi sepertimu tidak akan cukup mengambil semua ini” Ucap Charlotte

“Gak, satu aja cukup kok! Makasih!” Ucap Time kesal dan kemudian mengambil salah satu selembaran di tengah tengah tumpukan tersebut

Alhasil, tumpukan tersebut pun terjatuh dan mengubur Kenko yang tewas.

Time pun berjalan pergi

“Apa kau yakin hanya membutuhkan itu? Aku yakin babi sepertimu tidak akan cukup dengan itu. Mungkin saja kau sebenarnya menginginkan tubuhku ini atau mungkin saja uang? Tentu saja.... karena aku yakin kau adalah orang miskin terlebih lagi jiwa babimu masih melekat di dirimu jadinya.....” Ucap Charlotte terputus begitu Time menggenggam tangannya, membuat selembaran tersebut lecek dan.....

“KAU BENAR BENAR INGIN MATI YA HAH!!! SINI KAU, SINI!!!” Amuk Time yang berlari kearah Charlotte akan tetapi ia kembali mundur kebelakang begitu di dorong Kenko yang bangkit dari kubur, menuju ke gedung sekolah

“Sabar mas..... sabar...” Ucap Kenko

-          -              Flashback End                        -

“Oh.... Ahahaha, tidak apa apa kok Time. Asalkan aku bisa selalu berada di sisimu, aku pasti akan selalu senang kok.” Ucap Cassandra tersenyum

BLUUUUUSH....

Muka mereka pun tiba tiba saja memerah

‘Eh?!’ Batin Time

“Eh......?! A-anu....... ma,maksudku..... Aku ingin menyiapkan manaku terlebih dahulu...” Ucap Cassandra yang mulai salting seraya berjalan ke arah dapur

‘Oh ya, benar juga... aku harus bersiap siap juga’ Batin Time yang langsung pergi ke kamarnya dan berganti baju.

.

.

.

.

Malam harinya, sesampainya Time, Kenko dan Cassandra di rumah Charlotte...

Mereka pun di kejutkan oleh rumah Charlotte yang begitu besar dan mempunyai halaman yang sangat luas bahkan bisa menampung seluruh murid yang ada di sekolah sekalipun.

Terlihat di halaman rumahnya tersebut, terdapat meja meja yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman dan juga di atasnya terdapat lampion lampion yang di gantung oleh tali untuk menerangi seisi halaman. Selain itu orang orang pun sudah berdatangan satu persatu mengisi halaman rumah tersebut dan pada akhirnya halaman tersebut pun penuh begitu saja.

‘Wew, besarnya..... aku jadi mengerti kenapa si Charlotte itu sifatnya seperti itu’ Batin Time

“Mantap! Bakalan bisa habis habisan nih, nanti” Ucap Kenko yang menggosok kedua tangannya karena melihat itu semua.

“Ingatlah tujuan kita disini.... kita kesini bukan untuk makan, tapi untuk menyelamatkan mereka semua tau!” Omel Time

“Iya, iya.... tenang saja....” Ucap Kenko

Mereka semua pun mulai masuk dan mulai menelusuri halaman tersebut.

Setelah beberapa lama menulusuri dan melewati ramainya halaman tersebut.

.

“Apa kamu merasakan tanda tanda adanya servant Cassandra?” Tanya Time

Cassandra pun hanya menggeleng

“Maaf, dari tadi aku tidak merasakan apapun Time” Ucap Cassandra

“Bagaimana denganmu Archermu Kenko?” Tanya Time

Kenko pun tidak menjawab apa apa

“Kenko?” Ucap Time yang kemudian berbalik dan.....

Kenko pun menghilang begitu saja

“KENKO!!!” Amuk Time

Sementara itu di sisi lain halaman, Kenko pun dengan asyik memakan makanan yang tersedia disana dan sampai lupa oleh misinya tersebut.

“Orang itu......” Ucap Time kesal seraya meletakkan genggaman tinjunya kedepan

“!!!.... Time, sebaiknya kita mempercepat apa yang menjadi tujuan kita pada saat ini. Karena.... aku merasakan kejadian itu akan datang sebentar lagi” Ucap Cassandra

“......Benarkah?! Kalau begitu....” Ucap Time yang memegang tangan Cassandra

“Huwaaa! T-T-Time.....!” Ucap Cassandra yang terkejut seraya mukanya memerah

“Tidak baik jika kita berpisah pisah seperti ini. Apalagi si bodoh itu..... dia benar benar membuatku kesal saja....! Maka dari itu, tetaplah berpegangan padaku Cassandra, supaya kita tidak berpencar seperti tadi” Ucap Time

Cassandra pun hanya bisa mengangguk.

Time dan Cassandra pun mulai berjalan lagi. Cassandra yang tangannya di pegang oleh Time pun hanya bisa tertunduk seraya meletakkan tangan yang satunya lagi di dadanya.

‘Hangat...... Entah kenapa ketika Time menggenggam tanganku, tanganku menjadi hangat. Aku.... belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya. Apa benar.... kalau aku sebenarnya........’ Batin Cassandra yang mencoba melihat kearah Time

“Yo, Tigrerly!”

Tiba tiba saja susana pun pecah begitu ada seseorang yang memanggil Time dan ia pun langsung melepaskan genggamannya.

“Oh?! Yo, Gintoki! Ryu!..... Kalian juga datangkah?” Ucap Time

Gintoki dan Ryu pun menghampiri Time

“Iyalah, masa ada pesta sebesar ini malahan kagak datang. Apalagi acara makan makannya yang manteb” Ucap Gintoki

“Waduh, waduh, romantisnya.... siapa nih? Pacar barumu ya?” Tanya Ryu

“Bukan kok.......” Ucap Time dingin yang entah kenapa perkataan itu terasa seperti menusuk Cassandra

“Ah~..... jangan gitulah.... itu buktinya... sampai pegangan tangan erat banget” Goda Ryu

“Ngaku aja udah, dia itu pacarmukan? PJ-nya dong, PJ.... pajak jadiannya...”

“Berisik!” Omel Time

“Hayo ngaku aja udah, itu pacar barumu kan? Nanti makan makan lagi lah habis ini...” Ucap Gintoki

“Kalian semua ingin kubunuh ya......?” Ucap Time jengkel

“Wahahahahaha!”

Mereka pun tertawa bersama sama.

Time pun pada akhirnya mengobrol bersama mereka dan pada akhirnya tertawa lagi bersama sama dan seperti itu terus. Sampai....

“!!!........(Gasp)!” Reaksi Cassandra yang mendengar sesuatu

“Time! Kita harus cepat cepat pergi dari sini!” Ucap Cassandra

Akan tetapi Time menghiraukannya dan terus mengobrol dan tertawa bersama mereka.

“Time....!” Ucap Cassandra yang mengguncang guncangkan lengan kiri Time

Time pun menengok ke arah Cassandra

“!?..... Sebentar ya Cassandra, sebentar lagi aku pasti akan selesai kok” Ucap Time yang kemudian melanjutkan mengobrol lagi

“Ta-tapi Time....!” Ucap Cassandra yang memasang ekspresi panik

Time pun menghiraukannya lagi dan terus saja mengobrol bersama temannya. Cassandra yang memasang ekspresi panik mulai melihat lihat di sekelilingnya.

“Time! Jika kita tidak cepat cepat maka....” Ucap Cassandra yang di hiraukan lagi oleh Time.

Time masih saja terus mengobrol dan tertawa lagi. Melihat hal itu Cassandra pun hanya bisa kaget dan terdiam begitu saja

“Ke-kenapa kamu......” Ucap Cassandra shock melihat itu semua

“.......Padahal waktu itu kamu....”

Cassandra pun mengingat kata kata Time.

“Kalau memang seperti itu...... Biarkan aku, menjadi satu satunya orang yang percaya dengan apa yang kamu katakan, Cassandra!”

“Aku adalah mastermu, Cassandra! Sebagai seorang master aku harus mempercayai servantku sendiri, bagaimanapun juga”

“Aku akan terus mencoba untuk mempercayaimu, bagaimana pun caranya. Karena...... kamu adalah temanku, Cassandra.”

Cassandra pun mulai tertunduk seraya terisak isak dan kemudian ia pun mengeluarkan air matanya.

“!!!..... Oi, Time....” Ucap Ryu yang menunjuk nunjuk kerah Cassandra memberi kode

Time pun menengok kebelakang dan kaget melihat Cassandra seperti itu

“Whoaaa! A-ada apa Cassandra? Ma-maaf bukan maksudku untuk mengabaikanmu. Hanya saja tadi aku sedang.......” Ucap Time terputus

Ryu pun menyenggol-nyenggol lengannya Gintoki memberi isyarat untuk pergi karena gak enak kalau mengganggu mereka berdua lagi.

“Ya udah, kalau gitu kita mau kesana dulu ya. Kalau mau, nanti gabung aja sama kita ya” Ucap Gintoki yang kemudian pergi bersama Ryu

“H-hei.... sudahlah, Cassandra..... maafkan a....” Ucap Time terputus dan ingin memegang pipi sebelah kiri Cassandra

Cassandra pun menampar keluar tangan Time tersebut

“Seharusnya aku tau.....” Ucap Cassandra seraya terisak isak

“Huh?!” Ucap Time kebingungan

“Seharusnya aku tau kalau hal ini terjadi, tapi..... aku memang salah karena telah memilih pada pilihan egoisku ini........ aku.....” Ucap Cassandra

“Cassandra? Apa yang kau....?” Ucap Time kebingungan

Cassandra pun menatap Time dengan wajah bersimbah air mata

“.....SEHARUSNYA AKU TAU. SAMPAI AKHIR PUN, TIDAK AKAN ADA SATU ORANG PUN YANG PERCAYA DENGAN APA YANG KUKATAKAN. WALAU OLEH KELUARGA DAN ORANG ORANG TERDEKATKU SEKALIPUN!!!” Teriak Cassandra yang langsung berlari kearah luar halaman rumah, meninggalkan Time seraya menangis

“.......Ca-Cassandra..... Cassandra!” Teriak Time yang mengejarnya.

Mereka pun pada akhirnya berlari melewati Kenko dan Kenko yang melihat hal itu pun hanya bisa kebingungan.

‘Hmph. Sudah waktunya master, sepertinya Caster mencoba memberi isyarat bahwa servant itu sudah mulai menyerang. Walau dengan melakukan adegan pertengkaran seorang kekasih’ Batin Archer

‘Alig. Okay, kalau begitu, ayo kita juga mulai bergerak’ Batin Kenko yang berlari seraya membawa makanan setinggi gunung.

.

Tet tet tet tet tet~

Setelah mereka pergi keluar pun tiba tiba saja terdengar suara terompet yang di bunyikan oleh seorang murid diatas balkon

“Hadirin dan teman teman sekalian, saya selaku pembawa acara malam hari ini, berterima kasih karena sudah datang di pesta ulang tahun yang meriah ini. Karena kita sudah memasuki acara, maka langsung saja.... kita sambut. Seseorang yang sedang berulang tahun dan juga bintang utama kita pada malam hari ini. Sang.... tuan putri!” Ucap murid tersebut

WOOOOHOOOOOOO!!!

Teriak semua orang dengan meriah

“Ohohohoho! Terima kasih....! Terima kasih babi babiku, karena kalian telah datang ke pesta ulang tahunku ini! Aku benar benar mengucapkan terima kasih kepada kalian semua!” Ucap Charlotte

“Nah, sekarang.... semuanya, mari kita meriahkan pesta ini bersama sama! Bersulang!” Ucap Charlotte

“Bersulang!” Teriak semua orang bersorak kembali

“Oh ya, satu lagi, karena kalian semua sudah datang kesini, jadi.... sebagai ucapan terima kasihku.... maka, aku akan memberikan sesuatu untuk kalian semua!” Ucap Charlotte yang kemudian di beri sorakan kembali oleh semua orang

‘(Menyeringai) Lakukanlah.....’ Batin Charlotte

.

Sementara itu di kejauhan, letaknya di dalam hutan

Terdapat seorang perempuan berambut putih di ikat dua yang memakai baju samurai coklat dan memakai caping* sedang berlutut di atas dahan pohon

(*Caping = Sejenis topi berbentuk kerucut yang umumnya terbuat dari anyaman bambu)

“Di mengerti...” Ucap perempuan tersebut

Perempuan tersebut kemudian meletakan tangannya beberapa senti di depan wajahnya dan membentuk dua jari seperti ninja dan.....

“Teknik rahasia........ Bakemono-jutsu” Ucap perempuan tersebut dan.....

BLAR!!!



To Be Continue............