Chapter 9: Believe In
Others
Di
kediaman Time
“Berkerja
sama..... denganmu?” Ucap Time
“Yup.
Dengan begitu kita dengan mudah mencapai apa yang menjadi tujuan kita kan?”
Ucap Kenko
“Uh,
aku sih tidak masalah asalkan kau tidak mengkhianatiku saja seperti yang kau
lakukan seperti biasanya” Ucap Time memelas
“Ah~....
jangan gitulah~.... memangnya kapan sih aku pernah mengkhianatimu Time?” Ucap
Kenko tidak bersalah seraya merangkul leher Time
“Kapan....!
Kapan....! Jangan berpura pura lupa ya!” Omel Time yang memukul tangan Kenko
seraya menjauh
“Memangnya
aku tidak ingat waktu itu.......”
- - Flashback -
“Gak
usah belajarlah Time~.... nanti kita kerja sama aja saling tuker jawaban.
Dengan begitu pasti bakal cepet beres” Ucap Kenko
“Beneran
nih?” Tanya Time
“Iya,
bener” Ucap Kenko
.
10
menit sebelum ulangan berakhir
‘Aduh.....
masih banyak yang belum dikerjain lagi.’ Batin Time bingung
“Psst...
Kenko, nomor 3 jawabannya......” Bisik Time terputus begitu
“Pak
guru! Saya sudah selesai!” Teriak Kenko yang langsung berdiri dan mengumpulkan
lembarannya.
Time
pun hanya mematung melihat itu semua.
.
Di
hari yang lain ketika di adakan piket untuk membersihkan lapangan
“Siapa
yang hari ini mau membersihkan lapangan?” Tanya ketua kelas
“Yo!”
Ucap Kenko yang mengangkat tangannya
“Biar
aku, Time dan juga Dio yang melakukannya”
“Eh?!”
Ucap Time terkejut
“Gak
papalah~.... lagipula kita bertiga ini kan....., pasti nanti bakalan cepet
kok......” Ucap Kenko
“Ummm.....
ya udah kalau begitu” Ucap Time
.
Sore
harinya di lapangan
Time
pun hanya bisa berdiri di tengah lapangan seraya memegang sapu dan menunggu
Kenko dan Dio datang.
Sampai.....
muncul pesan di Hpnya yang mengatakan bahwa.......
Kenko
dan Dio lupa soal tugasnya dan mereka pun sudah langsung pulang begitu saja.
Melihat
itu Time pun menjadi kesal dan ingin sekali menghancurkan Hp yang ia genggam
tersebut
“KENKO!!!!!”
Amuk Time
- - Flashback End -
“Jangan
pikir aku bisa melupakan itu semua hah!” Amuk Time
“Tentang
apa....?” Goda Kenko yang memasang wajah tidak bersalah.
.
Keadaan
Kenko pun mengenaskan di tempat karena dihajar oleh Time begitu saja
“Berpura
pura seperti itu lagi.... akan kuhancurkan kepalamu itu....!” Ancam Time yang
meletakkan tinjunya kedepan
“Ampun~....”
Ucap Kenko
“......Tapi....
kamu mau kan?”
Kenko
pun langsung sembuh seketika itu juga.
Time
pun melihat Cassandra.
“Ummm....
kalau soal itu....” Ucap Time terputus yang kemudian melihat kearah Cassandra.
.
Di
luar ruang tamu.
Time
pun berdiskusi dengan Cassandra soal Kenko yang mengajak Time bergabung
dengannya
“Eh?!
Terserah aku?” Ucap Time kebingungan.
“(Mengangguk)
Um. Karena.... aku percaya kok apa yang kamu pilih pastinya akan membawa
keuntungan bagi kita” Ucap Cassandra tersenyum
“Yaaah~....
bukannya aku gak mau.... hanya saja.... aku merasa semua prediksi yang kamu
katakan padaku selalu saja benar, jadi.... bukannya lebih baik kalau kamu yang
memutuskannya?” Ucap Time
Mendengar
hal itu, Cassandra pun tertunduk murung begitu saja.
“Maa,
kalau begitu...... Bagaimana kalau kita setuju untuk bekerja sama dengannya?
Lagi pula diakan temanmu, bukannya akan lebih baik jika kita menerima bantuannya?”
Ucap Cassandra yang mencoba tersenyum
Time
pun hanya terdiam seraya meletakan tangannya di dagunya dan berpikir.
“E-eh.....?
Itu hanya pendapatku saja kok. Ti-tidak perlu di pikirkan, tidak perlu........”
Ucap Cassandra salting
“Yosh,
kalau kamu berkata seperti itu, baiklah. Aku rasa tidak ada salahnya untuk
bekerja sama dengannya” Ucap Time
“Eh?!
Kamu percaya dengan apa yang kukatakan Time?” Ucap Cassandra terkejut
“?!.....
Tentu saja, kamu kan temanku. Mana mungkin aku meragukan temanku sendirikan?”
Ucap Time tersenyum
Cassandra
pun hanya bisa memasang ekspresi terkejut mendengar kata kata Time barusan.
“Ayo
Cassandra. Mereka sudah menunggu jawaban kita” Ucap Time
“(Mengangguk)
U-um.” Respon Cassandra seraya tersenyum
Cassandra
pun mengikuti Time dari belakang dan masuk ke ruang tamu, tempat Kenko dan
Archer menunggu.
.
.
.
.
Di
depan pintu keluar
Kenko
dan Archer pun berencana untuk pulang begitu ia mendapatkan jawaban Time.
“Nah,
gitu dong. Kalau kita bekerja samakan jadi kita tidak perlu bertarung satu sama
lain untuk sementara” Ucap Kenko
“Kan
sudah kubilang, aku tidak keberatan kalau bekerja sama dengamu, asalkan kau
tidak mengkhianatiku saja nanti” Ucap Time memelas
“Tenang
sajalah~.... sayakan sudah berbeda dari yang dulu. Lagipula kita ini sobat
sejak SMA kan? Jadi, gak usah khawatir
lah.” Ucap Kenko
“Oh
ya, besok jadi ikutkan?”
“Jadi
sih, kayaknya” Ucap Time
“Ok,
nanti bareng bareng aja ya berangkatnya. Oh ya, mulai sekarang hati hati loh
Time, karena kamu membawa mayat itu di rumahmu, nanti bakalan banyak arwah
gentayangan yang mampir di rumahmu loh. Huuuuu........” Ucap Kenko horror
seraya membuka pintunya lalu keluar
“Berisik!”
Omel Time
Archer
pun mulai berjalan keluar, akan tetapi... langkahnya terhenti begitu saja
ketika ia ingat sesuatu.
“Oh
ya bocah. Nih...” Ucap Archer yang melempar sesuatu kepada Time dari bawah
“Woah!”
Ucap Time yang mencoba menangkapnya
Time
pun menggenggam benda tersebut dan melihat lihatnya
“....?
Apa ini?” Tanya Time
“(Menyeringai)
Hanyalah sebuah detonator, yang akan meledakkan semua bom yang ada di balik
pakaianku ini. Tekan tombol itu jika masterku akan mengkhianatimu nantinya”
Ucap Archer yang berjalan keluar
“...Tu-tunggu
dulu Archer! Kenapa kau sampai berbuat sejauh ini hanya karena ingin membuat
kami percaya padamu?” Tanya Time
“Hmph.
Jika kau bertanya padaku, jawabannya mudah sekali. Aku hanya tidak suka adanya
pengkhianatan di antara orang orang terdekatku, itu saja” Ucap Archer
“Kalau
begitu, sampai jumpa ya.”
Archer
pun berbalik seraya mengangkat tangannya memberi lambaian dan pada akhirnya
pergi.
.
Di
ruang makan
Cassandra
pun mencuci piring dan gelas sedangkan Time meminum kopi buatan Cassandra di
meja makan
“Ummm~....
Ngomong ngomong Time, memangnya besok ada apa?” Tanya Cassandra
“Ah!
Tidak kok, hanya saja.... besok ada temanku yang berulang tahun, jadi....
karena aku juga di undang ke pestanya, mau tidak mau aku juga harus datang
kesana” Ucap Time
“Be-begitu
ya....” Ucap Casssandra yang tiba tiba saja menjadi murung
“...Apa
tidak bisa kalau kamu tidak pergi ke pesta itu?”
“Yaaaah~....
kalau tidak ada Kenko, mungkin saja aku tidak akan pergi ke pesta tersebut.
Tapi.... karena dia juga ikut..... yah, aku rasa aku juga akan ikut kesana”
Ucap Time
Cassandra
pun hanya terdiam seraya murung, lalu ia pun melanjutkan untuk mencuci piring.
‘Waduh.....
aura macam apa ini? Apa si Cassandra ngambek lagi ya, karena aku pergi lagi?’
Batin Time yang tiba tiba merinding
Melihat
Cassandra seperti itu, Time pun langsung berdiri dan mencoba menghampirinya.
“Cassandra,
sebenarnya ada apa? Jika ada masalah katakan saja padaku” Ucap Time
“Yaaah~....
kalau kamu tidak suka kalau aku pergi pergi terus.... bagaimana kalau mulai
besok aku mulai meminimalisirnya?”
Cassandra
pun masih terdiam, sampai.... ia pun menggeleng dan kemudian berhenti mencuci
piring dan mematikan kerannya lalu berbalik menghadap ke Time.
“Sebenarnya....
aku tidak mempermasalahkan hal itu Time. Hanya saja.... aku merasakan firasat
buruk jika kamu pergi ke pesta tersebut” Ucap Cassandra murung
Time
pun tiba tiba saja teringat hari hari dimana ketika ia di peringati oleh
Cassandra, kejadian buruk pun selalu menimpanya dan hampir merengut nyawanya
begitu ia mengabaikannya begitu saja.
“Cassandra.....!
Katakan padaku yang sebenarnya, apa yang terjadi. Kamu waktu itu pernah
memperingatiku seperti ini dua kali dan kejadian yang sama pun terulang,
walaupun berbeda caranya.”
Mendengar
hal itu, Cassandra pun hanya bisa terdiam lalu membuang mukanya seraya murung.
Time
pun kemudian memegang kedua pundak Cassandra.
“Jika
kamu tau sesuatu, katakan padaku Cassandra! Jika kamu terus menghalangiku tanpa
sebab, aku tidak akan tau apa yang sebenarnya terjadi” Ucap Time yang agak
berteriak
“Me-meskipun
aku memberitahumu Time...., aku yakin, nantinya kamu tidak akan mempercayai apa
yang kukatakan, Time” Ucap Cassandra yang melihat kearahnya
“Tch!
Kau selalu saja mengatakan hal seperti itu.” Ucap Time kesal
“Kalau
memang seperti itu...... Biarkan aku, menjadi satu satunya orang yang percaya
dengan apa yang kamu katakan, Cassandra!”
“Terlebih
lagi, aku adalah mastermu, Cassandra! Sebagai seorang master aku harus
mempercayai servantku sendiri, bagaimanapun juga”
Cassandra
pun awalnya masih terdiam dan tertunduk ragu, sampai.....
“Se-sebanarnya....”
Ucap Cassandra terputus
.
.
.
.
Pagi
harinya.
Kenko
dan Time pun berjalan menuju ke sekolah seraya Time memberitahukan soal kejadian yang sebenarnya kepada Kenko.
“Eh?!
Benarkah?! Tapi.... bagaimana kamu bisa tau semua itu Time?” Tanya Kenko
“Ya,
Cassandralah yang memberitahukan semuanya padaku dan juga... aku tidak tau
kalau ia mendapatkan informasi itu dari mana” Ucap Time.
“Siapa
Cassandra? Oh ya, kemarin juga kamu memanggil Caster dengan sebutan itu. Tapi
kenapa kau memanggilnya seperti itu? Apa jangan jangan itu adalah nama
asli......” Ucap Kenko terputus
Time
pun terkejut dan juga baru sadar kalau menyebut Caster dengan nama aslinya.
‘Gawat!
Aku keceplosan.... gara gara aku terlalu sering memanggilnya dengan nama asli
jadinya aku tanpa sadar menyebut namanya!’ Batin Time.
“Uh,
Ah! Soal itu toh....., karena Caster mirip dengan teman lamaku yang bernama
Sandra jadinya untuk mempermudahku memanggilnya jadinya aku memanggilnya
Cassandra. Gitu deh, Aha-hahahaha” Ucap Time keringet dingin
“Owh....
gitu toh. Kirain itu nama aslinya...” Ucap Kenko
‘(Sigh)
Untung saja dia orangnya gampang di tipu....’ Batin Time bernafas lega
“Maka
dari itu, aku memintamu untuk membawa Archer nantinya. Selain untuk mencari
servant di balik ini semua, dia juga bisa memperingati kita jika nantinya ada
serangan” Ucap Time
“Hm,
masuk akal juga. Ok deh kalau begitu, bagaimana denganmu Archer?” Ucap Kenko
“Hmph.
Aku sih setuju setuju saja, tapi.... siapa sangka, kalau tidak karena Caster,
mungkin saja kita tidak akan mengetahui hal inikan?” Ucap Archer
“Ya,
kau benar” Ucap Time yang tersenyum
“Mungkin
di sinilah permasalahannya, musuh yang kita hadapi nantinya tidak akan semudah yang
kita bayangkan. Karena kita belum mengetahui siapa orang dibalik ini semua dan
juga sekuat apa servant yang ia miliki. Jadi sebaiknya.... kita harus lebih
berhati hati” Ucap Archer.
To
Be Continue.....
Epilogue:
“Se-sebenarnya.....
Pesta yang ingin kamu datangi besok adalah sebuah jebakan Time” Ucap Cassandra
“!!!....
Benarkah? Tapi, bagaimana bisa?” Tanya Time yang terkejut seraya melepaskan
pegangannya
“....Ada
seorang master yang sengaja memanfaatkan momen tersebut. Begitu semuanya lengah
begitu saja, servant miliknya akan langsung melepaskan satu serangan kuat yang
mampu untuk menghabisi semua orang yang ada di sana.” Ucap Cassandra
Time
pun terkejut mendengar penjelasan Cassandra tersebut.
“Maka
dari itu Time, aku tidak bisa membiarkanmu pergi ke pesta tersebut. Jika kamu
datang kesana, bisa bisa kamu juga ikut terbunuh Time” Ucap Cassandra khawatir
Time
pun hanya bisa terdiam begitu juga dengan Cassandra
“Meskipun
kamu berkata seperti itu..... aku pasti akan tetap kesana, Cassandra.
Karena....” Ucap Time terputus
“Mana
mungkin, mana mungkin aku membiarkannya begitu saja hah! Terlebih lagi yang
akan menjadi korbannya adalah teman temanku! Mana mungkin aku bisa tinggal diam
begitu saja, melihatnya membantai teman temanku begitu saja! Aku akan tetap
pergi kesana walau itu akan membunuhku nantinya!”
Cassandra
pun terkejut mendengar kata kata Time tersebut.
“....T-Time....,
ka-kamu.... percaya dengan apa yang kukatakan?” Tanya Cassandra shock
“...Tentu
saja! Mungkin sekarang.... aku masih agak berat menerimanya, akan tetapi....
itu tidak akan mengubah pikiranku. Aku akan terus mencoba untuk mempercayaimu,
bagaimana pun caranya. Karena...... kamu adalah temanku, Cassandra.” Ucap Time
yang tersenyum kearahnya
Cassandra
pun tiba tiba saja teringat kata kata Time yang di katakan waktu itu
“Kalau memang seperti itu......
Biarkan aku, menjadi satu satunya orang yang percaya dengan apa yang kamu
katakan, Cassandra!”
“Terlebih lagi, aku adalah
mastermu, Cassandra! Sebagai seorang master aku harus mempercayai servantku
sendiri, bagaimanapun juga”
Cassandra
pun mulai mengeluarkan air mata.
“Woaaah~....
ma-maaf. Apa aku salah bicara? Apa kata kataku tadi menyakiti.......” Ucap Time
terputus begitu.....
.
Cassandra
pun hanya menggeleng dan menghapus air matanya, lalu ia pun berjalan mendekati
Time dan pada akhirnya... ia pun bersandar di dada Time
“.....Terima
kasih ya Time, karena kamu ingin mempercayaiku.” Ucap Cassandra seraya
tersenyum
“Sa,
sa, sa, sa, sa, sa, sama sama.......” Ucap Time salting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar