Sabtu, 11 Agustus 2018

Chapter 9


Chapter 9: Believe In Others

Di kediaman Time

“Berkerja sama..... denganmu?” Ucap Time

“Yup. Dengan begitu kita dengan mudah mencapai apa yang menjadi tujuan kita kan?” Ucap Kenko

“Uh, aku sih tidak masalah asalkan kau tidak mengkhianatiku saja seperti yang kau lakukan seperti biasanya” Ucap Time memelas

“Ah~.... jangan gitulah~.... memangnya kapan sih aku pernah mengkhianatimu Time?” Ucap Kenko tidak bersalah seraya merangkul leher Time

“Kapan....! Kapan....! Jangan berpura pura lupa ya!” Omel Time yang memukul tangan Kenko seraya menjauh

“Memangnya aku tidak ingat waktu itu.......”


-                                                -               Flashback        -

“Gak usah belajarlah Time~.... nanti kita kerja sama aja saling tuker jawaban. Dengan begitu pasti bakal cepet beres” Ucap Kenko

“Beneran nih?” Tanya Time

“Iya, bener” Ucap Kenko

.

10 menit sebelum ulangan berakhir

‘Aduh..... masih banyak yang belum dikerjain lagi.’ Batin Time bingung

“Psst... Kenko, nomor 3 jawabannya......” Bisik Time terputus begitu

“Pak guru! Saya sudah selesai!” Teriak Kenko yang langsung berdiri dan mengumpulkan lembarannya.

Time pun hanya mematung melihat itu semua.

.

Di hari yang lain ketika di adakan piket untuk membersihkan lapangan

“Siapa yang hari ini mau membersihkan lapangan?” Tanya ketua kelas

“Yo!” Ucap Kenko yang mengangkat tangannya

“Biar aku, Time dan juga Dio yang melakukannya”

“Eh?!” Ucap Time terkejut

“Gak papalah~.... lagipula kita bertiga ini kan....., pasti nanti bakalan cepet kok......” Ucap Kenko

“Ummm..... ya udah kalau begitu” Ucap Time

.

Sore harinya di lapangan

Time pun hanya bisa berdiri di tengah lapangan seraya memegang sapu dan menunggu Kenko dan Dio datang.

Sampai..... muncul pesan di Hpnya yang mengatakan bahwa.......

Kenko dan Dio lupa soal tugasnya dan mereka pun sudah langsung pulang begitu saja.

Melihat itu Time pun menjadi kesal dan ingin sekali menghancurkan Hp yang ia genggam tersebut

“KENKO!!!!!” Amuk Time

-                              -                  Flashback End                        -

“Jangan pikir aku bisa melupakan itu semua hah!” Amuk Time

“Tentang apa....?” Goda Kenko yang memasang wajah tidak bersalah.

.

Keadaan Kenko pun mengenaskan di tempat karena dihajar oleh Time begitu saja

“Berpura pura seperti itu lagi.... akan kuhancurkan kepalamu itu....!” Ancam Time yang meletakkan tinjunya kedepan

“Ampun~....” Ucap Kenko

“......Tapi.... kamu mau kan?”

Kenko pun langsung sembuh seketika itu juga.

Time pun melihat Cassandra.

“Ummm.... kalau soal itu....” Ucap Time terputus yang kemudian melihat kearah Cassandra.

.

Di luar ruang tamu.

Time pun berdiskusi dengan Cassandra soal Kenko yang mengajak Time bergabung dengannya

“Eh?! Terserah aku?” Ucap Time kebingungan.

“(Mengangguk) Um. Karena.... aku percaya kok apa yang kamu pilih pastinya akan membawa keuntungan bagi kita” Ucap Cassandra tersenyum

“Yaaah~.... bukannya aku gak mau.... hanya saja.... aku merasa semua prediksi yang kamu katakan padaku selalu saja benar, jadi.... bukannya lebih baik kalau kamu yang memutuskannya?” Ucap Time

Mendengar hal itu, Cassandra pun tertunduk murung begitu saja.

“Maa, kalau begitu...... Bagaimana kalau kita setuju untuk bekerja sama dengannya? Lagi pula diakan temanmu, bukannya akan lebih baik jika kita menerima bantuannya?” Ucap Cassandra yang mencoba tersenyum

Time pun hanya terdiam seraya meletakan tangannya di dagunya dan berpikir.

“E-eh.....? Itu hanya pendapatku saja kok. Ti-tidak perlu di pikirkan, tidak perlu........” Ucap Cassandra salting

“Yosh, kalau kamu berkata seperti itu, baiklah. Aku rasa tidak ada salahnya untuk bekerja sama dengannya” Ucap Time

“Eh?! Kamu percaya dengan apa yang kukatakan Time?” Ucap Cassandra terkejut

“?!..... Tentu saja, kamu kan temanku. Mana mungkin aku meragukan temanku sendirikan?” Ucap Time tersenyum

Cassandra pun hanya bisa memasang ekspresi terkejut mendengar kata kata Time barusan.

“Ayo Cassandra. Mereka sudah menunggu jawaban kita” Ucap Time

“(Mengangguk) U-um.” Respon Cassandra seraya tersenyum

Cassandra pun mengikuti Time dari belakang dan masuk ke ruang tamu, tempat Kenko dan Archer menunggu.

.

.

.

.

Di depan pintu keluar

Kenko dan Archer pun berencana untuk pulang begitu ia mendapatkan jawaban Time.

“Nah, gitu dong. Kalau kita bekerja samakan jadi kita tidak perlu bertarung satu sama lain untuk sementara” Ucap Kenko

“Kan sudah kubilang, aku tidak keberatan kalau bekerja sama dengamu, asalkan kau tidak mengkhianatiku saja nanti” Ucap Time memelas

“Tenang sajalah~.... sayakan sudah berbeda dari yang dulu. Lagipula kita ini sobat sejak SMA kan?  Jadi, gak usah khawatir lah.” Ucap Kenko

“Oh ya, besok jadi ikutkan?”

“Jadi sih, kayaknya” Ucap Time

“Ok, nanti bareng bareng aja ya berangkatnya. Oh ya, mulai sekarang hati hati loh Time, karena kamu membawa mayat itu di rumahmu, nanti bakalan banyak arwah gentayangan yang mampir di rumahmu loh. Huuuuu........” Ucap Kenko horror seraya membuka pintunya lalu keluar

“Berisik!” Omel Time

Archer pun mulai berjalan keluar, akan tetapi... langkahnya terhenti begitu saja ketika ia ingat sesuatu.

“Oh ya bocah. Nih...” Ucap Archer yang melempar sesuatu kepada Time dari bawah

“Woah!” Ucap Time yang mencoba menangkapnya

Time pun menggenggam benda tersebut dan melihat lihatnya

“....? Apa ini?” Tanya Time

“(Menyeringai) Hanyalah sebuah detonator, yang akan meledakkan semua bom yang ada di balik pakaianku ini. Tekan tombol itu jika masterku akan mengkhianatimu nantinya” Ucap Archer yang berjalan keluar

“...Tu-tunggu dulu Archer! Kenapa kau sampai berbuat sejauh ini hanya karena ingin membuat kami percaya padamu?” Tanya Time

“Hmph. Jika kau bertanya padaku, jawabannya mudah sekali. Aku hanya tidak suka adanya pengkhianatan di antara orang orang terdekatku, itu saja” Ucap Archer

“Kalau begitu, sampai jumpa ya.”

Archer pun berbalik seraya mengangkat tangannya memberi lambaian dan pada akhirnya pergi.

.

Di ruang makan

Cassandra pun mencuci piring dan gelas sedangkan Time meminum kopi buatan Cassandra di meja makan

“Ummm~.... Ngomong ngomong Time, memangnya besok ada apa?” Tanya Cassandra

“Ah! Tidak kok, hanya saja.... besok ada temanku yang berulang tahun, jadi.... karena aku juga di undang ke pestanya, mau tidak mau aku juga harus datang kesana” Ucap Time

“Be-begitu ya....” Ucap Casssandra yang tiba tiba saja menjadi murung

“...Apa tidak bisa kalau kamu tidak pergi ke pesta itu?”

“Yaaaah~.... kalau tidak ada Kenko, mungkin saja aku tidak akan pergi ke pesta tersebut. Tapi.... karena dia juga ikut..... yah, aku rasa aku juga akan ikut kesana” Ucap Time

Cassandra pun hanya terdiam seraya murung, lalu ia pun melanjutkan untuk mencuci piring.

‘Waduh..... aura macam apa ini? Apa si Cassandra ngambek lagi ya, karena aku pergi lagi?’ Batin Time yang tiba tiba merinding

Melihat Cassandra seperti itu, Time pun langsung berdiri dan mencoba menghampirinya.

“Cassandra, sebenarnya ada apa? Jika ada masalah katakan saja padaku” Ucap Time

“Yaaah~.... kalau kamu tidak suka kalau aku pergi pergi terus.... bagaimana kalau mulai besok aku mulai meminimalisirnya?”

Cassandra pun masih terdiam, sampai.... ia pun menggeleng dan kemudian berhenti mencuci piring dan mematikan kerannya lalu berbalik menghadap ke Time.

“Sebenarnya.... aku tidak mempermasalahkan hal itu Time. Hanya saja.... aku merasakan firasat buruk jika kamu pergi ke pesta tersebut” Ucap Cassandra murung

Time pun tiba tiba saja teringat hari hari dimana ketika ia di peringati oleh Cassandra, kejadian buruk pun selalu menimpanya dan hampir merengut nyawanya begitu ia mengabaikannya begitu saja.

“Cassandra.....! Katakan padaku yang sebenarnya, apa yang terjadi. Kamu waktu itu pernah memperingatiku seperti ini dua kali dan kejadian yang sama pun terulang, walaupun berbeda caranya.”

Mendengar hal itu, Cassandra pun hanya bisa terdiam lalu membuang mukanya seraya murung.

Time pun kemudian memegang kedua pundak Cassandra.

“Jika kamu tau sesuatu, katakan padaku Cassandra! Jika kamu terus menghalangiku tanpa sebab, aku tidak akan tau apa yang sebenarnya terjadi” Ucap Time yang agak berteriak

“Me-meskipun aku memberitahumu Time...., aku yakin, nantinya kamu tidak akan mempercayai apa yang kukatakan, Time” Ucap Cassandra yang melihat kearahnya

“Tch! Kau selalu saja mengatakan hal seperti itu.” Ucap Time kesal

“Kalau memang seperti itu...... Biarkan aku, menjadi satu satunya orang yang percaya dengan apa yang kamu katakan, Cassandra!”

“Terlebih lagi, aku adalah mastermu, Cassandra! Sebagai seorang master aku harus mempercayai servantku sendiri, bagaimanapun juga”

Cassandra pun awalnya masih terdiam dan tertunduk ragu, sampai.....

“Se-sebanarnya....” Ucap Cassandra terputus

.

.

.

.

Pagi harinya.

Kenko dan Time pun berjalan menuju ke sekolah seraya Time memberitahukan soal  kejadian yang sebenarnya kepada Kenko.

“Eh?! Benarkah?! Tapi.... bagaimana kamu bisa tau semua itu Time?” Tanya Kenko

“Ya, Cassandralah yang memberitahukan semuanya padaku dan juga... aku tidak tau kalau ia mendapatkan informasi itu dari mana” Ucap Time.

“Siapa Cassandra? Oh ya, kemarin juga kamu memanggil Caster dengan sebutan itu. Tapi kenapa kau memanggilnya seperti itu? Apa jangan jangan itu adalah nama asli......” Ucap Kenko terputus

Time pun terkejut dan juga baru sadar kalau menyebut Caster dengan nama aslinya.

‘Gawat! Aku keceplosan.... gara gara aku terlalu sering memanggilnya dengan nama asli jadinya aku tanpa sadar menyebut namanya!’ Batin Time.

“Uh, Ah! Soal itu toh....., karena Caster mirip dengan teman lamaku yang bernama Sandra jadinya untuk mempermudahku memanggilnya jadinya aku memanggilnya Cassandra. Gitu deh, Aha-hahahaha” Ucap Time keringet dingin

“Owh.... gitu toh. Kirain itu nama aslinya...” Ucap Kenko

‘(Sigh) Untung saja dia orangnya gampang di tipu....’ Batin Time bernafas lega

“Maka dari itu, aku memintamu untuk membawa Archer nantinya. Selain untuk mencari servant di balik ini semua, dia juga bisa memperingati kita jika nantinya ada serangan” Ucap Time

“Hm, masuk akal juga. Ok deh kalau begitu, bagaimana denganmu Archer?” Ucap Kenko

“Hmph. Aku sih setuju setuju saja, tapi.... siapa sangka, kalau tidak karena Caster, mungkin saja kita tidak akan mengetahui hal inikan?” Ucap Archer

“Ya, kau benar” Ucap Time yang tersenyum

“Mungkin di sinilah permasalahannya, musuh yang kita hadapi nantinya tidak akan semudah yang kita bayangkan. Karena kita belum mengetahui siapa orang dibalik ini semua dan juga sekuat apa servant yang ia miliki. Jadi sebaiknya.... kita harus lebih berhati hati” Ucap Archer.



To Be Continue.....






Epilogue:

“Se-sebenarnya..... Pesta yang ingin kamu datangi besok adalah sebuah jebakan Time” Ucap Cassandra

“!!!.... Benarkah? Tapi, bagaimana bisa?” Tanya Time yang terkejut seraya melepaskan pegangannya

“....Ada seorang master yang sengaja memanfaatkan momen tersebut. Begitu semuanya lengah begitu saja, servant miliknya akan langsung melepaskan satu serangan kuat yang mampu untuk menghabisi semua orang yang ada di sana.” Ucap Cassandra

Time pun terkejut mendengar penjelasan Cassandra tersebut.

“Maka dari itu Time, aku tidak bisa membiarkanmu pergi ke pesta tersebut. Jika kamu datang kesana, bisa bisa kamu juga ikut terbunuh Time” Ucap Cassandra khawatir

Time pun hanya bisa terdiam begitu juga dengan Cassandra

“Meskipun kamu berkata seperti itu..... aku pasti akan tetap kesana, Cassandra. Karena....” Ucap Time terputus

“Mana mungkin, mana mungkin aku membiarkannya begitu saja hah! Terlebih lagi yang akan menjadi korbannya adalah teman temanku! Mana mungkin aku bisa tinggal diam begitu saja, melihatnya membantai teman temanku begitu saja! Aku akan tetap pergi kesana walau itu akan membunuhku nantinya!”

Cassandra pun terkejut mendengar kata kata Time tersebut.

“....T-Time...., ka-kamu.... percaya dengan apa yang kukatakan?” Tanya Cassandra shock

“...Tentu saja! Mungkin sekarang.... aku masih agak berat menerimanya, akan tetapi.... itu tidak akan mengubah pikiranku. Aku akan terus mencoba untuk mempercayaimu, bagaimana pun caranya. Karena...... kamu adalah temanku, Cassandra.” Ucap Time yang tersenyum kearahnya

Cassandra pun tiba tiba saja teringat kata kata Time yang di katakan waktu itu

“Kalau memang seperti itu...... Biarkan aku, menjadi satu satunya orang yang percaya dengan apa yang kamu katakan, Cassandra!”

“Terlebih lagi, aku adalah mastermu, Cassandra! Sebagai seorang master aku harus mempercayai servantku sendiri, bagaimanapun juga”

Cassandra pun mulai mengeluarkan air mata.

“Woaaah~.... ma-maaf. Apa aku salah bicara? Apa kata kataku tadi menyakiti.......” Ucap Time terputus begitu.....

.

Cassandra pun hanya menggeleng dan menghapus air matanya, lalu ia pun berjalan mendekati Time dan pada akhirnya... ia pun bersandar di dada Time

“.....Terima kasih ya Time, karena kamu ingin mempercayaiku.” Ucap Cassandra seraya tersenyum

“Sa, sa, sa, sa, sa, sa, sama sama.......” Ucap Time salting.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar